Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Juni 15, 2026

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?
    Politik

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 15, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Spanduk bertuliskan dijual tanah di atas Terowongan (Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dengan Jalan Kakap.

    Teks: Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim (Insitekaltim/Ira)

    Proyek yang dibangun menggunakan APBD, dengan anggaran lebih dari Rp432 miliar tersebut hingga kini masih menunggu penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebelum resmi beroperasi.

    Ironisnya, ditengah penantian beroperasi
    muncul spanduk bertuliskan “Tanah Dijual” di kawasan atas Bukit Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili, memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

    Pasalnya, hingga saat ini proyek infrastruktur strategis yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap tersebut, masih menunggu izin operasional sebelum dibuka untuk umum.

    Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Samarinda Abdul Rohim mengaku, belum mengetahui secara rinci terkait pemasangan spanduk tersebut.

    Namun, ia mengungkapkan masih ada sejumlah lahan di kawasan atas terowongan yang diduga masih dalam proses pembebasan oleh pemerintah.

    “Itu kami belum cek lebih jauh, tapi memang rasanya masih ada. Kalau saya tidak salah ingat, di atas itu masih ada yang dalam proses pembebasan lahan. Tapi kan masih berproses,” ujarnya di Kantor DPRD Samarinda, Senin, 15 Juni 2026.

    Menurut Abdul Rohim, belum dapat dipastikan siapa pihak yang memasang spanduk tersebut maupun tujuan pemasangannya.

    Ia tidak menutup kemungkinan, keberadaan spanduk berkaitan dengan proses pembebasan lahan yang masih berlangsung.

    “Saya enggak berani memastikan apakah seperti apa, siapa yang memasang dan apa maksudnya. Bisa saja untuk mempercepat proses pembebasan lahan, tapi kita belum tahu,” katanya.

    Meski demikian, ia berharap, seluruh persoalan yang berkaitan dengan lahan di kawasan atas terowongan dapat segera diselesaikan sebelum terowongan resmi difungsikan.

    “Ketika terowongan ini sudah dimanfaatkan masyarakat, mulai dari hal teknis sampai nonteknis, termasuk pembebasan lahan di area atas terowongan, harus sudah clear sehingga tidak menimbulkan keraguan lagi bagi masyarakat,” tegasnya.

    Abdul Rohim juga membenarkan, dalam sejumlah pembahasan sebelumnya masih terdapat proses pembebasan lahan yang ditangani Pemerintah Kota Samarinda.

    Karena itu, pihaknya akan meminta penjelasan lebih lanjut kepada instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum.

    “Nanti akan kita tanyakan lagi. Seingat saya memang masih ada proses pembebasan lahan yang dilakukan Pemkot,” ujarnya.

    Meski demikian, ia menilai persoalan lahan tersebut tidak memengaruhi kondisi fisik maupun aspek teknis terowongan yang telah selesai dibangun.

    “Kalau dari desain dan perbaikan fisik yang sudah dilakukan, sebenarnya tidak berpengaruh terhadap fungsi terowongan. Ini lebih kepada persoalan sosial yang memang harus diselesaikan agar tidak menimbulkan keraguan di masyarakat,” jelasnya.

    Ia menambahkan, hal yang paling dinantikan masyarakat saat ini adalah kepastian kapan Terowongan Samarinda dapat mulai digunakan. Untuk itu, proses administrasi dan perizinan dari pemerintah pusat dinilai menjadi prioritas utama.

    “Yang paling penting sekarang adalah segera mendapatkan izin dari kementerian agar terowongan bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

     

    Abdul Rohim DPRD Samarinda infrastruktur Pembangunan Terowongan Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Perkuat Kemandirian Warga, Novan Usulkan Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Rentan

    Juni 15, 2026

    Penduduk Samarinda Terus Bertambah, Yakob: Lapangan Kerja dan Tenaga Lokal Jadi Prioritas

    Juni 15, 2026

    Usai Gagal Kuorum, Nasib Hak Angket Gubernur Kaltim Ditentukan Akhir Bulan Juni

    Juni 15, 2026

    Tujuh Fraksi Kompak Soroti APBD Kaltim 2025 Turun Rp6 Triliun

    Juni 15, 2026

    Rita Widyasari Belum Buka Pintu Politik, Pilih Fokus Pulihkan Nama Baik

    Juni 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Nur AjijahJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang…

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026
    1 2 3 … 3,147 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.