Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Agustus 28, 2026

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?
    Politik

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    IraBy IraJuni 15, 2026Updated:Juli 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Spanduk bertuliskan dijual tanah di atas Terowongan (Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dengan Jalan Kakap.

    Teks: Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim (Insitekaltim/Ira)

    Proyek yang dibangun menggunakan APBD, dengan anggaran lebih dari Rp432 miliar tersebut hingga kini masih menunggu penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebelum resmi beroperasi.

    Ironisnya, ditengah penantian beroperasi
    muncul spanduk bertuliskan “Tanah Dijual” di kawasan atas Bukit Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili, memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

    Pasalnya, hingga saat ini proyek infrastruktur strategis yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap tersebut, masih menunggu izin operasional sebelum dibuka untuk umum.

    Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Samarinda Abdul Rohim mengaku, belum mengetahui secara rinci terkait pemasangan spanduk tersebut.

    Namun, ia mengungkapkan masih ada sejumlah lahan di kawasan atas terowongan yang diduga masih dalam proses pembebasan oleh pemerintah.

    “Itu kami belum cek lebih jauh, tapi memang rasanya masih ada. Kalau saya tidak salah ingat, di atas itu masih ada yang dalam proses pembebasan lahan. Tapi kan masih berproses,” ujarnya di Kantor DPRD Samarinda, Senin, 15 Juni 2026.

    Menurut Abdul Rohim, belum dapat dipastikan siapa pihak yang memasang spanduk tersebut maupun tujuan pemasangannya.

    Ia tidak menutup kemungkinan, keberadaan spanduk berkaitan dengan proses pembebasan lahan yang masih berlangsung.

    “Saya enggak berani memastikan apakah seperti apa, siapa yang memasang dan apa maksudnya. Bisa saja untuk mempercepat proses pembebasan lahan, tapi kita belum tahu,” katanya.

    Meski demikian, ia berharap, seluruh persoalan yang berkaitan dengan lahan di kawasan atas terowongan dapat segera diselesaikan sebelum terowongan resmi difungsikan.

    “Ketika terowongan ini sudah dimanfaatkan masyarakat, mulai dari hal teknis sampai nonteknis, termasuk pembebasan lahan di area atas terowongan, harus sudah clear sehingga tidak menimbulkan keraguan lagi bagi masyarakat,” tegasnya.

    Abdul Rohim juga membenarkan, dalam sejumlah pembahasan sebelumnya masih terdapat proses pembebasan lahan yang ditangani Pemerintah Kota Samarinda.

    Karena itu, pihaknya akan meminta penjelasan lebih lanjut kepada instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum.

    “Nanti akan kita tanyakan lagi. Seingat saya memang masih ada proses pembebasan lahan yang dilakukan Pemkot,” ujarnya.

    Meski demikian, ia menilai persoalan lahan tersebut tidak memengaruhi kondisi fisik maupun aspek teknis terowongan yang telah selesai dibangun.

    “Kalau dari desain dan perbaikan fisik yang sudah dilakukan, sebenarnya tidak berpengaruh terhadap fungsi terowongan. Ini lebih kepada persoalan sosial yang memang harus diselesaikan agar tidak menimbulkan keraguan di masyarakat,” jelasnya.

    Ia menambahkan, hal yang paling dinantikan masyarakat saat ini adalah kepastian kapan Terowongan Samarinda dapat mulai digunakan. Untuk itu, proses administrasi dan perizinan dari pemerintah pusat dinilai menjadi prioritas utama.

    “Yang paling penting sekarang adalah segera mendapatkan izin dari kementerian agar terowongan bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

     



    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan Tangani Karhutla Kukar

    Agustus 27, 2026

    Rayakan HUT RI, Helmi Tegaskan Kegiatan DPRD Samarinda Tanpa Gunakan APBD

    Agustus 26, 2026

    Trans Samarinda Ditargetkan Beroperasi 2027, Tarif Rp5 Ribu dan Bayar Pakai QRIS

    Agustus 26, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026

    Abdul Rohim Dorong Inspektorat Periksa Dugaan Pungli dalam Antrean BBM Bersubsidi

    Agustus 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Andika SaputraAgustus 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan drainase di kawasan Jalan Pasundan Kota Samarinda dinilai perlu dilanjutkan untuk…

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026

    Bahaya Multitasking Berlebihan, Kognitif Menurun hingga Memori Cepat Lemot

    Agustus 28, 2026

    Dishub Samarinda Finalisasi Parkir Berlangganan, Target Awal 300 Ribu Kendaraan

    Agustus 28, 2026
    1 2 3 … 3,304 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.