Artikel ini telah dilihat : 181 kali.
oleh

Jurnalis Bontang Kecam Tindakan Represif Polisi

Reporter: Angel – Editor: Redaksi

Insitekaltim, Bontang – Puluhan wartawan Bontang melakukan aksi solidaritas di Makopolres Bontang. Mulut dibungkam menggunakan pita perekat. Peserta aksi kompak mengenakan baju serba hitam. Tanda pengenal (id card) pers dilucuti dari leher. Kemudian dihampar tepat di teras Makopolres Bontang, Rabu, (14/10/2020).

 

 

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas kepada rekan-rekan sesama profesi yang mendapat tindakan represif dari aparat kepolisian di Samarinda, Senin lalu, kala meliput aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di DPRD Kaltim.

Aksi di Bontang ini diikuti puluhan jurnalis lintas media. Baik televisi, media daring (siber), dan cetak. Pun merupakan perwakilan sejumlah organisasi. Yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Forum Jurnalis Bontang (FJB).

Koordinator aksi, Romi Ali Darmawan mengatakan, selain bentuk solidaritas terhadap rekan sesama profesi dan mengutuk tindakan represif aparat, ada 3 poin tuntutan lain yang diusung dalam aksi ini. Pertama, meminta komitmen Polres Bontang untuk selalu memberikan perlindungan hukum kepada jurnalis kala menjalankan kerja-kerja jurnalistiknya. Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

Kedua, menyatakan sikap untuk turut mengecam seluruh tindakan represif oknum, yang bertindak represif kepada jurnalis ketika bertugas. Ketiga, meminta Polres Bontang untuk patuh pada ketentuan nota kesepahaman antara Polri dan Dewan Pers.

“Katanya kami mitra. Tapi kenapa kami mendapat tindakan represif dari mereka yang mengaku sebagai mitra kami,” tegas Romi dalam orasinya.

Aksi ini dilakukan secara damai dan tertib. Orasi dilakukan di pelataran Makopolres Bontang sekitar 30 menit. Sementara 10 menit sisanya awak media melakukan aksi duduk di pelataran, kendati langit sedang terik-teriknya. Mereka sengaja menunggu Kapolres Bontang AKPB Hanifa Martunis Siringoringo untuk menemui peserta aksi.

Usai berkomunikasi dengan Kasubag Humas Polres Bontang, AKP Suyono, awak media diminta memasuki Ruang Rapat Utama (Rupatama) untuk melakukan diskusi dan penyampaian aspirasi kepada Kapolres Bontang.

Penyampaian aspirasi pun berjalan kondusif. Di kesempatan itu beberapa wartawan menyampaikan penyesalan atas tindakan represif aparat kepada rekan seprofesi mereka. Memang kejadian itu tidak terjadi di Bontang. Tapi bila tindakan ini tak segera dikecam, boleh jadi kejadian serupa juga akan terjadi di Bontang.

“Ini bentuk solidaritas kami kepada rekan seprofesi. Dalam catatan digital di Bontang memang belum terjadi. Dan semoga relasi baik kita bisa terus dijaga,” ujar jurnalis Tribun Kaltim, Fachri Mahayupa.

Sementara Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo mengatakan sangat menghargai para jurnalis dan memahami benar dinamika di dunia jurnalistik, karena dia pernah bertugas sebagai Kasubid Humas Polda Kaltim.

Saran dan kritik yang disampaikan diterima dengan terbuka. Kapolres berjanji bakal mewanti-wanti anak buahnya untuk lebih paham soal ini. Serta melaporkannya kepada petinggi di Polda Kaltim.

“Kami janji kegiatan ini akan dilaporkan ke pimpinan kami. Pembina kami. Aspirasi dari jurnalis Bontang pasti sampai,” katanya.

Pun dia berjanji, akan mengingatkan jajaran Polres Bontang untuk tidak melakukan tindakan represif. Bukan cuma kepada jurnalis, tapi kepada siapa pun. Selain itu, relasi baik yang telah dijalin, antara media dan Polres Bontang sebisa mungkin terus dijaga.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin menjaga hubungan baik ini. Bila butuh informasi bisa hubungi Kasubag Humas atau kepada saya langsung,” janjinya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed