Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 12, 2026

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Sistem PPDB Masih Tuai Pro Kontra, Hetifah: Kita Cari yang Kebaikannya Lebih Banyak
    Nasional

    Sistem PPDB Masih Tuai Pro Kontra, Hetifah: Kita Cari yang Kebaikannya Lebih Banyak

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuni 29, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Indonesia masih menimbulkan pro dan kontra.

    Teks: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian

    Menanggapi ini, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa setiap kebijakan yang ditetapkan tidak mungkin akan menguntungkan semua pihak. Namun dalam menetapkan kebijakan pihaknya akan mengupayakan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

    “Tidak ada kebijakan yang bisa menguntungkan semua orang, tapi kita mencari yang kebaikannya lebih banyak dan kekurangannya lebih sedikit,” kata Hetifah saat menjadi narasumber di Podcast Kabar Tuntas di S-Caffe, Sabtu, (29/6/2024).

    Pada kesempatan itu dirinya memaparkan sistem PPDB yang berjalan saat ini merupakan campuran dari evaluasi sebelum dan sesudah PPDB tahun 2017.

    Sebelum penerimaan siswa tahun 2017, lanjutnya, sekolah cenderung mengutamakan siswa-siswa berprestasi baik dari nilai ujian akhir maupun rapor untuk diterima di sekolah tujuan siswa.

    Sedangkan setelah tahun 2017 hingga saat ini, pemerintah melakukan intervensi dengan memberlakukan sistem zonasi dalam ranah penerimaan siswa.

    “Setelah 2017 kita menggunakan satu pola yang berbeda, kedekatan jarak salah satu kriteria yang penting dari pada prestasi,” jelasnya.

    Hetifah menyebutkan tujuan sistem zonasi sendiri memiliki berbagai manfaat yang signifikan dirasakan bahkan dipergunakan oleh negara-negara maju seperti Australia dan Amerika Serikat.

    “Seperti adaptasi pergaulan sosial mereka di lingkungan rumah juga lingkungan sekolah karena dekat. Kemudian biaya transportasi yang tinggi cukup berkurang, bahkan anak-anak kita bisa hanya berjalan kaki,” paparnya.

    Meski begitu kontra mengenai kebijakan ini tetap ada dikarenakan fasilitas dan kualitas yang berbeda pada setiap sekolah di masing-masing daerah membuat para orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah yang dirasa unggulan.

    Hetifah sendiri menganggap fenomena ini menjadi penting diperhatikan sebab jika perbedaan kualitas sekolah yang disediakan berbeda maka akan menimbulkan ketimpangan sosial yang semakin nyata.

    Dirinya memaparkan jika sebuah daerah yang dihuni rakyat menengah ke bawah kemudian hanya memiliki sekolah dengan fasilitas kurang baik dan tidak memberikan kesempatan masyarakatnya menempuh pendidikan di sekolah-sekolah unggulan akan menimbulkan ketimpangan, baik secara letak wilayah maupun sosial ekonomi.

    “Karena zonasi tidak berkesempatan merasakan sekolah dengan fasilitas yang baik, maka perlu dievaluasi lagi. Memang belum sempurna,” pungkasnya.

    Hetifah Sjaifudian PPDB Wakil Ketua Komisi X DPR RI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Hadapi Banjir Informasi Digital, Hetifah Minta Media Terapkan Smart Journalism

    Juli 19, 2026

    Hetifah: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Kebijakan Hadapi Ketidakpastian Global

    Juni 27, 2026

    Partisipasi Aktif Pelaku Usaha Kaltim, Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    Juni 26, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    AminahOktober 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tiga pria diduga memanfaatkan transaksi yang melibatkan aplikasi MiChat untuk merampas ponsel…

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    1 2 3 … 3,381 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.