Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    Mei 25, 2026

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Setop Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kaltim
    Diskominfo Kaltim

    Setop Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kaltim

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuni 15, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Penajam Paser Utara — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengeluarkan pernyataan tegas terkait ancaman alih fungsi lahan pertanian di wilayahnya. Dalam kunjungan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke kawasan pertanian produktif di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Gubernur Rudy meminta para petani dan pemerintah daerah untuk menjaga eksistensi lahan pertanian sebagai aset strategis ketahanan pangan daerah.

    “Kita tidak bisa membiarkan lahan-lahan produktif ini beralih fungsi begitu saja. Ini aset vital untuk menjamin ketersediaan pangan kita kelak,” ujarnya saat berdialog langsung dengan para petani dan anggota Brigade Pangan Kaltim.

    Gubernur Rudy menyampaikan kekhawatirannya atas maraknya alih fungsi lahan sawah menjadi kebun kelapa sawit atau peruntukan lainnya. Menurutnya, hal ini akan berdampak serius pada keberlangsungan produksi pangan lokal dan secara langsung mengancam ketahanan pangan masyarakat Kalimantan Timur.

    Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan terus memberikan perhatian khusus terhadap sektor pertanian. Dukungan nyata akan terus diberikan dalam bentuk bantuan alat pertanian, pendampingan, serta pembukaan akses pasar hasil panen. Tujuannya, agar petani tetap mendapatkan nilai ekonomi yang layak dari lahannya tanpa harus mengalihfungsikan ke sektor lain.

    “Pemerintah Provinsi Kaltim terus berkomitmen menjaga lahan pertanian dan mencari solusi komprehensif agar petani tetap sejahtera tanpa harus mengalihfungsikan lahannya,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa Kalimantan Timur mendapat tantangan besar dari pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada pangan dalam enam bulan ke depan. Target ini, menurutnya, tidak akan tercapai jika lahan produktif terus menyusut akibat perubahan fungsi.

    “Kita hanya diberi waktu enam bulan ke depan. Dan swasembada pangan sudah harus kita wujudkan,” katanya dengan nada serius.

    Pernyataan Gubernur tersebut diamini oleh Bupati Penajam Paser Utara, Mudiyat Noor. Dalam kesempatan yang sama, Mudiyat mengungkapkan bahwa daerahnya merupakan salah satu lumbung padi utama di Kalimantan Timur. Namun ia mengakui adanya ancaman nyata akibat peralihan lahan pertanian menjadi lahan kelapa sawit.

    “Izin Pak Gubernur, kita harus punya Perda Perlindungan Lahan agar lahan-lahan produktif kita tidak beralih fungsi,” kata Mudiyat.

    Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, ratusan hektare lahan sawah di wilayahnya telah berubah menjadi kebun kelapa sawit. Ironisnya, para petani yang dulunya menggantungkan hidup dari sawah kini beralih menjadi petani sawit karena pertimbangan ekonomi jangka pendek.

    “Seperti yang Bapak Menteri dan Pak Gubernur lihat sendiri. Sawah kami kini dikelilingi tanaman kelapa sawit. Pemiliknya ya para petani kami juga. Dulu petani sawah, sekarang mereka jadi petani sawit,” beber Mudiyat.

    Dalam kesempatan itu, Mudiyat berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada imbauan, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap permasalahan yang dihadapi petani. Menurutnya, persoalan utama petani saat ini adalah keterbatasan akses terhadap modal usaha, alat mesin pertanian yang modern, serta kesulitan dalam pemasaran hasil panen.

    “Pemerintah harus hadir di tengah petani kita dan bersama-sama menciptakan ketahanan pangan Kaltim,” harapnya.

    Kunjungan Gubernur Rudy dan Menteri Pertanian ke sentra pertanian di Babulu menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga sektor pertanian sebagai fondasi utama kemandirian pangan daerah. Langkah konkret dan dukungan lintas sektor diharapkan mampu menjawab tantangan sekaligus membangkitkan kembali semangat petani untuk tetap mengelola lahan produktif secara berkelanjutan.(Adv/DiskominfoKaltim)

    Editor: Sukri

    Lahan Pertanian Mudiyat Noor Rudy Mas'ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Gubernur Sebut PLTA Long Bagun Investasi Masa Depan, Rp13 Triliun Disiapkan Bangun Pusat Energi Baru

    Mei 25, 2026

    90 Ribu Kuota Tersisa Hingga Juni, Harum Ingatkan Mahasiswa Segera Daftar Gratispol

    Mei 24, 2026

    Didesak Mundur, Rudy Mas’ud Dukung DPRD Gunakan Hak Angket

    Mei 21, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Terima Audiensi Massa Konflik Agraria, Rudy Mas’ud Janji Bentuk Tim Khusus dan Evaluasi Perizinan

    Mei 19, 2026

    35 Tahun Tanpa Kepastian, Warga Korpri Loa Bakung Tagih SHM, Gubernur Siap Cari Jalan Hukum

    Mei 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    R’syaMei 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Plh Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Dyah…

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026

    Tindaklanjuti Temuan BPK, DPRD Kaltim Buka Peluang Bentuk Pansus LHP

    Mei 25, 2026

    DPRD Kaltim Matangkan Hak Angket, Hasanuddin Mas’ud Sebut Pansus Bisa Dibentuk

    Mei 25, 2026
    1 2 3 … 3,105 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.