Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Semasa Jabat, Presiden Jokowi Berhasil Turunkan Angka Stunting
    Nasional

    Semasa Jabat, Presiden Jokowi Berhasil Turunkan Angka Stunting

    AdminBy AdminJanuari 29, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Jakarta-Presiden Joko Widodo sukses menurunkan angka stunting dari 37 persen di 2014
    menjadi 21,6 persen pada 2022. Artinya selama delapan tahun Jokowi memimpin, angka stunting berhasil mengerucut mencapai 15,4 persen.

    Jokowi mengaku senang dengan sinergi seluruh pihak yang menyebabkan angka stunting di Tanah Air dapat ditekan. Ia berkomitmen untuk melanjutkan tren positif ini dengan target pada 2024 mendatang stunting di Indonesia berada di angka 14 persen.

    “Saya masuk di 2014 angkanya 37 persen. Saya kaget tadi disampaikan dokter Budi Sadikin, saya kalau panggil Pak Menkes dokter Budi karena bukan dokter tapi jadi Menkes, sudah disampaikan Pak Menkes di 2022 angkanya sudah turun jadi 21,6 persen. Ini kerja keras kita semuanya,” ujar Jokowi pada pembukaan Rakernas BKKBN yang dikutip dari kanal Youtube BKKBN Official, Kamis (26/1/2023).

    Demi menekan angka stunting di seluruh daerah, Jokowi menginstruksikan agar BKKBN mendata secara lengkap identitas anak yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi. Sehingga distribusi bantuan nantinya bakal lebih terarah.

    “Kita harus secepatnya secara nasional memiliki itu. Sehingga tembakannya jelas, sasarannya jadi jelas. Karena jumlah balita di negara kita bukan jumlah kecil, 21,8 juta,”tutur Jokowi.

    Komitmen Jokowi menekan angka stunting diwujudkannya dengan jumlah posyandu yang mencapai 300 ribu serta 10.200 puskesmas yang tersebar di seluruh daerah. Diharapkan dua faskes tersebut dapat menjadi garda terdepan mengurangi kasus stunting di Indonesia.

    “Jadi problemnya hanya puskesmas tidak tersebar merata. Ada 1 kecamatan 7 puskesmas, 1 kecamatan 2, ada 1 kecamatan kurang dari 1 puskesmas,” kata Jokowi.

    Suami Iriana, juga meminta agar keberadaan posyandu bisa dilengkapi fasilitas-fasilitas seperti yang ada pada puskesmas. Fasilitas seperti USG dan alat timbang harus disediakan di posyandu.

    “Untuk mengukur panjang badan atau tinggi anak masa enggak bisa setiap posyandu ada. Karena Pak Menkes ini dulu pinter, bankir hitung-hitungan uang mestinya lebih pandai dari pada saya, tahun ini mesti diselesaikan semua,” pungkasnya

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Air Jadi Tambang Baru, Gubernur Rudy Mas’ud Genjot Pajak Permukaan di Kaltim

    Maret 28, 2026

    Kaltim Bidik Kelapa Genjah sebagai Primadona Baru di Era IKN

    Maret 27, 2026

    Prabowo Terima Kritik, Dorong Peran Devil’s Advocate untuk Uji Kebijakan

    Maret 20, 2026

    Prabowo Soroti Budaya Laporan Asal Bapak Senang, Tekankan Pentingnya Kejujuran Data

    Maret 20, 2026

    Hilal Tak Terpantau di 170 Titik, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H di Hari Sabtu

    Maret 19, 2026

    Menaker Yassierli Tinjau Posko THR Idulfitri 2026

    Maret 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    Andika SaputraApril 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menunggu respons resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026

    Tiga Motor Terbakar di Dealer Yamaha Samarinda, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    April 12, 2026

    Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,052 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.