Insitekaltim, Samarinda – Pengelolaan anggaran yang optimal menjadi salah satu kunci dalam memastikan program pemerintah berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kecamatan Samarinda Utara mencatatkan realisasi anggaran tahun 2025 sebesar 100 persen, dengan seluruh anggaran senilai Rp318.443.000 terealisasi sesuai alokasi yang telah ditetapkan. Capaian tersebut mencerminkan pelaksanaan berbagai program dan kegiatan yang dijalankan Kecamatan Samarinda Utara sepanjang 2025.
Camat Samarinda Utara, Muhammad Joni, mengungkapkan realisasi anggaran secara penuh merupakan bagian dari komitmen pemerintah kecamatan dalam menjalankan program secara terencana, terukur, dan bertanggung jawab.
“Kami berupaya memastikan setiap anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya realisasi anggaran mencapai 100 persen, tetapi juga bagaimana program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” Ungkapnya kepada awak media. Jumat, 6 November 2026.
Berdasarkan data realisasi anggaran Kecamatan Samarinda Utara tahun 2025, terdapat 13 program dan kegiatan yang didanai melalui APBD Kota Samarinda dengan total anggaran Rp318.443.000.
Seluruh anggaran tersebut tercatat terealisasi dengan persentase capaian sebesar 100 persen. Sejumlah program di antaranya meliputi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dengan anggaran Rp69.600.000, Forum Anak/Layak Anak sebesar Rp94.025.000, Premule sebesar Rp49.575.000, serta Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebesar Rp31.320.000.
Selain itu, terdapat program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan penanganan stunting yang masing-masing memperoleh anggaran Rp17.760.000. Kegiatan lainnya meliputi IK3 sebesar Rp24.000.000, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Rp11.800.000, monitoring keamanan Rp12.000.000, Forkopimcam Rp28.000.000, PAUD Rp5.900.000, mediasi penanganan tanah Rp4.320.000, serta fertilisasi Maklom sebesar Rp6.088.000.
Menurut Joni, keberhasilan merealisasikan anggaran sesuai alokasi membutuhkan koordinasi dan tanggung jawab seluruh jajaran dalam melaksanakan program kerja.
Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan harus tetap memperhatikan ketepatan sasaran, administrasi, serta kualitas pelaksanaan.
“Kami ingin setiap program yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai kebutuhan masyarakat. Karena itu, koordinasi antarbidang dan evaluasi pelaksanaan kegiatan menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan anggaran,” Tegas Joni.
Capaian realisasi anggaran 100 persen tersebut diharapkan menjadi landasan bagi Kecamatan Samarinda Utara untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program pada tahun berikutnya.
Joni berharap pengelolaan anggaran ke depan tidak hanya mempertahankan capaian administratif, tetapi juga semakin memperkuat kualitas pelayanan publik dan manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus mendorong pelaksanaan program yang efektif, transparan, dan akuntabel. Harapannya, setiap anggaran pemerintah benar-benar menjadi instrumen untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Samarinda Utara,” pungkasnya. (ADV)

