Insitekaltim, Samarinda – Kualitas udara yang kurang sehat dapat menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian UPTD Puskesmas Makroman setelah hasil pengukuran kualitas udara di tiga kelurahan wilayah kerjanya pada Jumat, 6 November 2026 kemaren, pukul 07.30 WITA menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 berada pada kategori sangat tidak sehat.
Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan alat portable particle counter, konsentrasi PM2.5 di Kelurahan Makroman tercatat sebesar 255 µg/m³, Kelurahan Sindang Sari mencapai 273 µg/m³, sedangkan Kelurahan Pulau Atas berada pada angka 215 µg/m³. Ketiga wilayah tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat berdasarkan klasifikasi yang tercantum dalam data pengukuran.
Kepala UPTD Puskesmas Makroman, apt. Sandra Annisa, mengungkapkan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena paparan partikel halus di udara dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi udara di lingkungan sekitar dan mulai menerapkan langkah perlindungan secara mandiri.
“Ketika kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Kami mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara sedang berdebu, serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah,” Ungkap Sandra. Sabtu, 7 November 2026.
Sandra juga mengingatkan bahwa kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan, perlu mendapatkan perhatian lebih.
Pembatasan aktivitas luar ruangan menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan polutan, terutama ketika konsentrasi partikel halus meningkat.
“Selain menggunakan masker, masyarakat disarankan menutup jendela dan pintu saat udara di luar sedang berdebu agar partikel tidak mudah masuk ke dalam rumah. Jangan lupa memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi,” Ucap Sandra.
Selain itu, Sandra menambahkan, hasil pengukuran tersebut merupakan pemantauan sesaat menggunakan alat portabel sehingga nilainya dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi lingkungan.
Data tersebut juga bukan merupakan penetapan resmi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sehingga masyarakat tetap perlu memahami bahwa kondisi kualitas udara dapat mengalami perubahan.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya memperhatikan hasil pengukuran, tetapi juga menerapkan langkah pencegahan dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Jika mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan yang semakin berat, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” Tutup Sandra.
Melalui pemantauan dan edukasi kesehatan tersebut, UPTD Puskesmas Makroman mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kualitas udara di lingkungan masing-masing.
Kewaspadaan, kebiasaan hidup sehat, dan langkah perlindungan sederhana diharapkan dapat membantu mengurangi risiko dampak polusi udara bagi kesehatan masyarakat. (ADV)

