Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Temindung Creative Hub Terus Dikembangkan, Masih Butuh Penguatan Sarana dan Prasarana

    Juli 15, 2026

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    Juli 15, 2026

    Bawaslu Bontang Gandeng Media Perangi Hoaks dan Politik Uang Jelang Pemilu 2029

    Juli 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Selesaikan Kuliah Anak Seorang Petani, Juan Jenau : Pendidikan Sangat Penting
    Nasional

    Selesaikan Kuliah Anak Seorang Petani, Juan Jenau : Pendidikan Sangat Penting

    AdminBy AdminDesember 24, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Hilda – Editor : Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – “Pendidikan memutus mata rantai kemiskinan”. untuk itu, pendidikan sangat penting. Itulah motto keluarga yang dilontarkan Yohannes Juan Jenau, Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), saat dijumpai di kediamannya, Sabtu (21/12/2019).
    Dikatakan, ia bisa menjadi seperti saat ini adalah buah dari pendidikan yang ia lalui. Jangan berpikir terlahir dari keluarga saudagar. Faktanya, Juan Jenau lahir dari keluarga petani dengan 13 bersaudara di desa Naha Aruq, Long Pahangai. Sebagai anak kelima, ia beruntung bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi berkat keuletan dan kerja kerasnya.

    “Saya sekolah sambil kerja ngangkut serbuk gergaji. Bapak hanya petani, tapi karena saya nekat saya bisa sekolah,” ujarnya seraya mengenang masa SMP.
    Tidak sampai disitu. Juan Jenau muda harus kembali memutar otak agar tetap bisa melanjutkan SMA. Akhirnya, ia diterima di SMA Katolik dengan syarat nilai harus tinggi untuk bisa tinggal di asrama. Tidak membuang kesempatan, ia belajar keras untuk mendapat ranking 1 sepanjang waktu SMA-nya. Lulus SMA, keberuntungan masih berpihak padanya. Ia mendapat beasiswa untuk kuliah di Sanata Dharma Yogyakarta dengan program studi Sastra Inggris.
    1985, Dia, berhasil menyelesaikan pendidikannya dan mengabdi di SMP Katolik Tering. Selama 14 tahun menjadi guru, tidak terhitung berapa banyak anak yang dibinanya secara khusus. Setiap tahun, menampung 15-16  anak untuk disekolahkan.
    “13 tahun jadi guru, anak asuh saya banyak. Bukan hanya keluarga, orang lain juga saya tampung. Puji Tuhan sekarang sudah jadi orang semua,” kata pria yang genap berusia 60 tahun ini pada 20 Desember lalu.
    Perhatiannya untuk dunia pendidikan terus berlanjut hingga menjadi anggota DPRD Kutai Barat. Bersama istri, membangun 8 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 6 Taman Kanak-Kanak (TK) , tersebar di Mahulu, saat masih bergabung dengan Kubar. Mendirikan sekolah, secara terang-terangan ia mendapat cibiran yang menganggap apa yang dilakukan Juan Jenau hanyalah gerak politik.
    “Saya gaji gurunya dari uang gaji DPRD yang saya sisihkan sendiri dari kantong pribadi. Waktu itu banyak yang bilang, ‘Ah, itu cuma sekolah politik’ enggak apa-apa bagi saya. Sebagai politikus, selain berbuat sesuatu yang berjuang lewat anggaran, kita juga berbuat sesuatu yang nyata,” jelas pria yang digadang menjadi Bupati Mahulu di Pilkda mendatang.
    Juan Jenau dan keluarga turut menghibahkan rumahnya di Teluk Lerong untuk dijadikan asrama. Baginya, hal itu merupakan bentuk pengabdian yang tulus serta bentuk cinta pendidikan bagi anak muda.
    “Karena masa depan Mahulu ada di genggaman mereka,” pungkasnya.
    Hingga saat ini, diketahui berkat perjuangannya di dunia pendidikan, guru-guru Paud binaannya telah mendapat gaji tenaga non pegawai dari pemerintah Mahulu. Ia turut berharap agar motto pendidikannya bisa menjadi dorongan bagi masyarakat.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Disdikbud Pastikan 16 Calon Siswa SPMB 2026 Segera Dapat Sekolah Negeri

    Juli 15, 2026

    Efisiensi Anggaran Jangan Sampai Korbankan Mutu Pendidikan Kaltim

    Juli 14, 2026

    19 Aduan SPMB Tuntas, Pemkot Masih Tangani 17 Calon Siswa yang Belum Tertampung

    Juli 14, 2026

    Dugaan Manipulasi Domisili hingga Pungutan Warnai SPMB 2026, Pemkot Siapkan Evaluasi Menyeluruh

    Juli 13, 2026

    SPMB 2026 Menuai Polemik, Perubahan Sistem Zonasi Perlu Dievaluasi

    Juli 13, 2026

    Tak Sekadar Kenalkan Sekolah, MPLS Samarinda Diisi Pendidikan Integritas dan Karakter Antikorupsi

    Juli 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Temindung Creative Hub Terus Dikembangkan, Masih Butuh Penguatan Sarana dan Prasarana

    Nur AjijahJuli 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Awang Khaliq mengatakan, sebagai…

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    Juli 15, 2026

    Bawaslu Bontang Gandeng Media Perangi Hoaks dan Politik Uang Jelang Pemilu 2029

    Juli 15, 2026

    Rp20 Miliar APBD Perubahan untuk Porprov Kaltim Dipastikan Tak Sentuh Pembangunan Venue

    Juli 15, 2026

    Dinkes Kota Samarinda Genjot Skrining HIV, Baru Capai 45 Persen, Dari Target 43.189 Sasaran

    Juli 15, 2026
    1 2 3 … 3,216 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.