Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    26 Tahun Bara Kaltim, BKS Mulai Berburu Mesin PAD Baru

    September 1, 2026

    Bukan Jadi Kompetitor, BKS Ingin Jadi Mitra Pengusaha MBLB Kaltim

    September 1, 2026

    MBLB Kaltim di Persimpangan: Izin Lambat, Potensi PAD Menanti

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Selesaikan Kuliah Anak Seorang Petani, Juan Jenau : Pendidikan Sangat Penting
    Nasional

    Selesaikan Kuliah Anak Seorang Petani, Juan Jenau : Pendidikan Sangat Penting

    AdminBy AdminDesember 24, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Hilda – Editor : Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – “Pendidikan memutus mata rantai kemiskinan”. untuk itu, pendidikan sangat penting. Itulah motto keluarga yang dilontarkan Yohannes Juan Jenau, Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), saat dijumpai di kediamannya, Sabtu (21/12/2019).
    Dikatakan, ia bisa menjadi seperti saat ini adalah buah dari pendidikan yang ia lalui. Jangan berpikir terlahir dari keluarga saudagar. Faktanya, Juan Jenau lahir dari keluarga petani dengan 13 bersaudara di desa Naha Aruq, Long Pahangai. Sebagai anak kelima, ia beruntung bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi berkat keuletan dan kerja kerasnya.

    “Saya sekolah sambil kerja ngangkut serbuk gergaji. Bapak hanya petani, tapi karena saya nekat saya bisa sekolah,” ujarnya seraya mengenang masa SMP.
    Tidak sampai disitu. Juan Jenau muda harus kembali memutar otak agar tetap bisa melanjutkan SMA. Akhirnya, ia diterima di SMA Katolik dengan syarat nilai harus tinggi untuk bisa tinggal di asrama. Tidak membuang kesempatan, ia belajar keras untuk mendapat ranking 1 sepanjang waktu SMA-nya. Lulus SMA, keberuntungan masih berpihak padanya. Ia mendapat beasiswa untuk kuliah di Sanata Dharma Yogyakarta dengan program studi Sastra Inggris.
    1985, Dia, berhasil menyelesaikan pendidikannya dan mengabdi di SMP Katolik Tering. Selama 14 tahun menjadi guru, tidak terhitung berapa banyak anak yang dibinanya secara khusus. Setiap tahun, menampung 15-16  anak untuk disekolahkan.
    “13 tahun jadi guru, anak asuh saya banyak. Bukan hanya keluarga, orang lain juga saya tampung. Puji Tuhan sekarang sudah jadi orang semua,” kata pria yang genap berusia 60 tahun ini pada 20 Desember lalu.
    Perhatiannya untuk dunia pendidikan terus berlanjut hingga menjadi anggota DPRD Kutai Barat. Bersama istri, membangun 8 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 6 Taman Kanak-Kanak (TK) , tersebar di Mahulu, saat masih bergabung dengan Kubar. Mendirikan sekolah, secara terang-terangan ia mendapat cibiran yang menganggap apa yang dilakukan Juan Jenau hanyalah gerak politik.
    “Saya gaji gurunya dari uang gaji DPRD yang saya sisihkan sendiri dari kantong pribadi. Waktu itu banyak yang bilang, ‘Ah, itu cuma sekolah politik’ enggak apa-apa bagi saya. Sebagai politikus, selain berbuat sesuatu yang berjuang lewat anggaran, kita juga berbuat sesuatu yang nyata,” jelas pria yang digadang menjadi Bupati Mahulu di Pilkda mendatang.
    Juan Jenau dan keluarga turut menghibahkan rumahnya di Teluk Lerong untuk dijadikan asrama. Baginya, hal itu merupakan bentuk pengabdian yang tulus serta bentuk cinta pendidikan bagi anak muda.
    “Karena masa depan Mahulu ada di genggaman mereka,” pungkasnya.
    Hingga saat ini, diketahui berkat perjuangannya di dunia pendidikan, guru-guru Paud binaannya telah mendapat gaji tenaga non pegawai dari pemerintah Mahulu. Ia turut berharap agar motto pendidikannya bisa menjadi dorongan bagi masyarakat.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026

    Sempat Vakum karena Anggaran, Festival Literasi Kaltim Kini Hidup Lagi Lewat Kolaborasi

    Agustus 29, 2026

    Tiga Bulan Berdiri, Yose Music Samarinda Antarkan Siswa Raih Prestasi Internasional

    Agustus 29, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    26 Tahun Bara Kaltim, BKS Mulai Berburu Mesin PAD Baru

    Ratu ArifanzaSeptember 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Genap berusia 26 tahun, PT Bara Kaltim Sejahtera (Perseroda) mulai memasuki babak…

    Bukan Jadi Kompetitor, BKS Ingin Jadi Mitra Pengusaha MBLB Kaltim

    September 1, 2026

    MBLB Kaltim di Persimpangan: Izin Lambat, Potensi PAD Menanti

    September 1, 2026

    Sengketa Sertifikat Nasabah BTN Berlarut 15 Tahun, Komisi II DPRD Samarinda Dorong Penyelesaian

    September 1, 2026

    Antisipasi Kabut Asap, Ribuan Masker Dibagikan Gratis kepada Pelajar Samarinda

    September 1, 2026
    1 2 3 … 3,311 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.