Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Agustus 25, 2026

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Sekolah Gratis Belum Menjamin Anak Bertahan di Bangku Sekolah
    Ekonomi

    Sekolah Gratis Belum Menjamin Anak Bertahan di Bangku Sekolah

    AminahBy AminahJuli 30, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Siswa sekolah dasar mengikuti kegiatan pembelajaran di ruang kelas (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sekolah gratis bukan berarti seluruh beban pendidikan keluarga hilang. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda menilai kemampuan ekonomi rumah tangga masih menjadi penentu apakah seorang anak mampu menyelesaikan pendidikannya hingga jenjang yang lebih tinggi.

    Temuan itu muncul di tengah tren Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Samarinda yang terus membaik. Pada 2025, IPM mencapai 83,53 atau naik dibanding 83,11 pada 2024.

    Namun di balik kenaikan tersebut, BPS mengingatkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sekolah, melainkan juga daya beli masyarakat.

    Kepala BPS Kota Samarinda Supriyanto mengatakan, banyak kebutuhan pendidikan yang tetap harus ditanggung keluarga meski biaya sekolah telah digratiskan pemerintah.

    “Pendidikan memang gratis, tetapi masih ada biaya transportasi, seragam, dan kebutuhan penunjang lainnya. Kalau ekonomi keluarga membaik, kemampuan orang tua mendukung pendidikan anak juga meningkat,” katanya kepada Insitekaltim, Kamis, 30 Juli 2026.

    Kondisi itu membuat indikator ekonomi menjadi faktor yang paling cepat memengaruhi peningkatan kualitas sumber daya manusia dibanding dua indikator IPM lainnya, yakni kesehatan dan pendidikan.

    Berbeda dengan pendidikan dan kesehatan yang peningkatannya berlangsung bertahap, perubahan pendapatan masyarakat dapat langsung memengaruhi kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan anak, termasuk mempertahankan mereka tetap bersekolah.

    BPS mencatat rata-rata lama sekolah penduduk Samarinda saat ini mencapai 11,4 tahun atau setara kelas XI SMA. Sementara harapan lama sekolah mencapai 15,41 tahun atau setara pendidikan diploma.

    Meski demikian, Supriyanto menilai kenaikan indikator pendidikan tidak lagi bisa melonjak tinggi karena akses pendidikan di Samarinda sudah relatif merata.

    “Sekarang tantangannya bukan hanya menyediakan sekolah, tetapi memastikan anak-anak tidak berhenti sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pembangunan manusia tidak bisa hanya bertumpu pada sektor pendidikan. Peningkatan layanan kesehatan, penciptaan lapangan kerja, hingga kenaikan pendapatan masyarakat harus berjalan beriringan agar kualitas sumber daya manusia terus meningkat.

    “Orang yang sehat bisa belajar. Setelah memiliki pendidikan yang baik, peluang masuk ke dunia kerja lebih besar. Ketika pendapatannya meningkat, mereka kembali bisa membiayai pendidikan anak-anaknya. Siklusnya saling berkaitan,” tutupnya.

     

    BPS Samarinda Pendidikan Sekolah Sekolah Gratis Supriyanto
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Agustus 25, 2026

    Dermaga Harapan Baru Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

    Agustus 25, 2026

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026

    BKS dan PKT Jalin Kerja Sama, BUMD Kaltim Didorong Genjot Bisnis untuk Tambah PAD

    Agustus 24, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Jadi Kabar Positif Bagi Perkebunan Sawit Kaltim

    Agustus 23, 2026

    Bukan Sekadar Bermimpi, Anak Muda Samarinda Didorong Berani Jadi Pemimpin dan Entrepreneur

    Agustus 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Ratu ArifanzaAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 15 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membukukan…

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,297 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.