Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Erlangga Gandeng BINUS, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Literasi AI di Samarinda

    April 16, 2026

    Potensi Cuan Besar dari Parkir Berlangganan, DPRD Samarinda Minta Jangan Asal Terapkan

    April 16, 2026

    DBH Menurun, DPRD Samarinda Dorong Maksimalkan UMKM dan Pariwisata sebagai Sumber PAD

    April 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Sebagian Besar Masyarakat Kaltim Rentan Kecanduan Game Online
    Diskominfo Kaltim

    Sebagian Besar Masyarakat Kaltim Rentan Kecanduan Game Online

    LarasBy LarasApril 6, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Pusat Zulfadly Syam
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Game online telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Namun, dampak negatif dari permainan ini mulai mendapat sorotan serius, khususnya terkait pengaruhnya pada anak-anak.

    Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), kegiatan bermain game online sering kali menyebabkan anak-anak menjadi malas belajar dan bahkan kecanduan.

    Dalam rangka menggali lebih dalam tentang pola perilaku masyarakat terkait game online, APJII melakukan survei di Provinsi Kaltim.

    Dari Hasil survei yang diumumkan dalam Jumpa Pers Penyampaian Survey Penterasi Internet 2024 di Provinsi Kaltim pada Rabu (3/4/2024) oleh Sekretaris jenderal APJII Pusat Zulfadly Syam yang menyoroti durasi waktu yang dihabiskan masyarakat Kaltim dalam bermain game online.

    “Dari survei yang kami lakukan, mayoritas responden mengaku tidak pernah ikut kompetisi game online,” ungkap Zulfadly.

    “Namun, ada sekitar 30 persen masyarakat Kaltim yang menghabiskan waktu bermain game online selama 1 sampai 2 jam. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah ada yang bermain lebih dari 4 jam. Ini sangat berpotensi membahayakan dan menyebabkan kecanduan,” sambungnya.

    Menurut Zulfadly, kecanduan game online dapat memengaruhi kehidupan seseorang secara signifikan. Hal ini menimbulkan perhatian serius terutama terhadap generasi muda yang rentan terhadap pengaruh buruk dari kecanduan tersebut.

    Selain survei terkait game online, APJII juga mengadakan survei terkait penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di kalangan masyarakat Kaltim. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 44,69 persen responden mengaku tidak pernah menggunakan AI.

    “Alasan mungkin karena kurangnya kesadaran akan keberadaan AI dalam aktivitas sehari-hari,” jelas Zulfadly.

    “Banyak orang belum menyadari bahwa teknologi seperti filter wajah atau asisten virtual seperti Siri, Google Assistant adalah bagian dari AI,” tambahnya.

    Zulfadly juga menekankan bahwa penggunaan AI tidak selalu terlihat secara langsung, terkadang orang dapat berinteraksi dengan AI tanpa menyadarinya. Misalnya, penggunaan Chat GPT yang sering digunakan oleh siswa dalam membantu tugas sekolah.

    “Diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait AI dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

    Dengan hasil survei ini, APJII berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi dampak negatif dari penggunaan game online berlebihan serta meningkatkan pemahaman tentang peran AI dalam kehidupan modern.

    Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat Kaltim untuk mengambil langkah-langkah yang lebih bijaksana dalam menggunakan teknologi modern secara seimbang dan bertanggung jawab.

    APJII Game Online Zulfadly Syam
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal Kaltim Bahas Dukungan Infrastruktur Daerah

    Maret 22, 2026

    Lebaran Pertama, Gubernur Kaltim Pilih Temui Lansia di Panti Sosial

    Maret 21, 2026

    Gubernur Kaltim Soroti Peran Strategis Baznas, Penyaluran Zakat Tembus Rp23 Miliar

    Maret 20, 2026

    Satgas Pangan Polda Kaltim Pastikan Stok Aman, Tidak Ada Penimbunan Jelang Lebaran dan Nyepi

    Maret 17, 2026

    Disperindagkop Kaltim Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying LPG Jelang Lebaran

    Maret 17, 2026

    Jelang Idulfitri, Pemprov Kaltim Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak

    Maret 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Erlangga Gandeng BINUS, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Literasi AI di Samarinda

    Andika SaputraApril 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya peningkatan mutu pendidikan terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak, salah satunya…

    Potensi Cuan Besar dari Parkir Berlangganan, DPRD Samarinda Minta Jangan Asal Terapkan

    April 16, 2026

    DBH Menurun, DPRD Samarinda Dorong Maksimalkan UMKM dan Pariwisata sebagai Sumber PAD

    April 16, 2026

    Soal BPJS Kota dan Provinsi, Iswandi Tegaskan Jangan Bikin Publik Bingung

    April 16, 2026

    Komisi III DPRD Samarinda Soroti Halte Tak Terpakai dan Rendahnya Disiplin Pelican Crossing

    April 15, 2026
    1 2 3 … 3,059 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.