Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    UMKM Teras Samarinda Tuntut Ganti Rugi, DPRD Pertanyakan Dasar Pembubaran

    Oktober 27, 2026

    Benih Tanpa Sertifikasi Terancam Tak Bisa Diedarkan di Kaltim

    Oktober 27, 2026

    Polisi Amankan 37 Orang terkait Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda

    Oktober 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Sawit Topang Ekonomi Kaltim, Kebun Rakyat Baru 233 Ribu Hektare dari Total 1,4 Juta
    Ekonomi

    Sawit Topang Ekonomi Kaltim, Kebun Rakyat Baru 233 Ribu Hektare dari Total 1,4 Juta

    AminahBy AminahOktober 26, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi Perkebunan Sawit (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Perkebunan kelapa sawit menyumbang sekitar 9,2 persen terhadap laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan luas lahan mencapai 1,4 juta hektare, sektor ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah, tetapi peningkatan produktivitas dan tata kelola masih menjadi pekerjaan yang perlu dibenahi.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Arief Murdiyatno, menyebut total luas perkebunan sawit tersebut mencakup kebun perusahaan dan masyarakat. Sekitar 233 ribu hektare di antaranya merupakan perkebunan milik masyarakat.

    “Subsektor perkebunan ini memang masih sangat menjanjikan. Sumbangan 9,2 persen terhadap laju pertumbuhan ekonomi sangat luar biasa untuk Kaltim,” kata Arief, Senin, 26 Oktober 2026.

    Besarnya kontribusi sawit terhadap perekonomian membuat produktivitas menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Arief mengatakan, pembenahan tata kelola diperlukan agar perkebunan dapat terus berperan dalam perekonomian Kaltim, termasuk ketika daerah berupaya mengurangi ketergantungan pada sektor ekonomi berbasis ekstraksi sumber daya alam.

    “Ke depan tata kelolanya juga harus tetap kita perbaiki, terutama untuk produktivitas, kemudian terkait dengan keberlanjutan,” ujarnya.

    Selain luas lahan dan kontribusi terhadap ekonomi daerah, Arief menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor pekebun berada pada angka 107. Secara umum, NTP di atas 100 menunjukkan indeks harga yang diterima petani lebih tinggi daripada indeks harga yang dibayarkan.

    Namun, angka tersebut belum cukup untuk menggambarkan kondisi ekonomi seluruh pekebun sawit. NTP merupakan indikator perbandingan harga, bukan ukuran langsung pendapatan bersih setiap petani. Sementara itu, data produktivitas per hektare, pendapatan pekebun, dan perbandingan hasil kebun perusahaan dengan kebun rakyat belum dirinci dalam keterangan Disbun Kaltim.

    Dari total sekitar 1,4 juta hektare perkebunan sawit, kebun masyarakat tercatat sekitar 233 ribu hektare. Arief mengatakan, pengelolaan sektor ini juga berkaitan dengan kemitraan antara perusahaan dan pekebun, baik melalui pola plasma maupun swadaya.

    “Jadi itu juga kita seimbangkan,” katanya, merujuk pada hubungan kemitraan perusahaan, pekebun, dan masyarakat di sekitar perkebunan.

    Di sisi lain, pengembangan sawit juga berhadapan dengan tuntutan perlindungan lingkungan. Arief menegaskan, pengelolaan perkebunan perlu memperhatikan kawasan konservasi dan keberlanjutan lingkungan, selain mengejar produktivitas.

    “Perkembangan kelapa sawit ini juga menerapkan skala keberlanjutan. Artinya tetap harus memperhatikan lingkungan,” tegasnya.

     

    Arief Murdiyatno Dinas Perkebunan Kaltim Kelapa Sawit Lahan Sawit
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    UMKM Teras Samarinda Tuntut Ganti Rugi, DPRD Pertanyakan Dasar Pembubaran

    Oktober 27, 2026

    Enam Refinery Sawit Dikembangkan di Kaltim, Industri Minyak Goreng Mulai Bergerak

    Oktober 27, 2026

    Konflik Lahan hingga Ketimpangan Harga TBS Bayangi Pekebun Sawit Kaltim

    Oktober 26, 2026

    Stok Pangan Samarinda Aman, Harga Cabai Masih Jadi Perhatian

    Oktober 22, 2026

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    UMKM Teras Samarinda Tuntut Ganti Rugi, DPRD Pertanyakan Dasar Pembubaran

    Ratu ArifanzaOktober 27, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Persoalan pembubaran pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Teras Samarinda…

    Benih Tanpa Sertifikasi Terancam Tak Bisa Diedarkan di Kaltim

    Oktober 27, 2026

    Polisi Amankan 37 Orang terkait Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda

    Oktober 27, 2026

    DPRD Samarinda Bahas Revisi Perda Perubahan Susunan OPD

    Oktober 27, 2026

    Enam Refinery Sawit Dikembangkan di Kaltim, Industri Minyak Goreng Mulai Bergerak

    Oktober 27, 2026
    1 2 3 … 3,410 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.