Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Kemenpora: Partisipasi Olahraga Jadi Kunci Lahirkan Atlet Disabilitas Berprestasi

    Agustus 24, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Sangkulirang-Mangkalihat Selangkah Lagi Jadi Geopark Nasional
    Pemerintah

    Sangkulirang-Mangkalihat Selangkah Lagi Jadi Geopark Nasional

    AminahBy AminahJuni 17, 2026Updated:Juli 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Bukit Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang dapat disaksikan dari wilayah Kampung Merabu (Dok/YKAN)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Harapan Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memiliki geopark berstatus nasional kian mendekati kenyataan. Setelah melalui proses evaluasi dokumen sejak tahun lalu, kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang membentang di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Berau kini memasuki tahap penentuan melalui verifikasi lapangan yang dijadwalkan berlangsung pada 6–10 Juli 2026.

    Teks: Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Kaltim, Puji Harjanto (Insitekaltim/Aminah)

    Tahapan tersebut menjadi salah satu penilaian paling krusial dalam proses pengusulan Geopark Nasional. Tim Verifikasi Geopark Nasional (TVGN) akan turun langsung ke sejumlah lokasi untuk menilai kesiapan kawasan, mulai dari aspek geologi, keanekaragaman hayati, warisan budaya hingga keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan.

    Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Puji Harjanto mengatakan, verifikasi lapangan merupakan rangkaian lanjutan setelah evaluasi dokumen yang dilakukan sejak Oktober 2025.

    Tim verifikator berasal dari berbagai institusi nasional, di antaranya Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Hasanuddin. Penilaian juga akan didampingi tim pengamat dari Badan Geologi dan Bappenas.

    “Verifikasi lapangan ini merupakan tahapan penting karena tim akan melihat langsung kondisi di lapangan dan menilai kesiapan geopark yang diusulkan,” ujar Puji usai Seminar Dukungan Para Pihak terhadap Penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di Hotel Mesra Internasional Samarinda, Rabu, 17 Juni 2026.

    Kawasan yang diusulkan memiliki luas lebih dari dua juta hektare atau sekitar 22 ribu kilometer persegi. Di dalamnya terdapat 26 situs warisan geologi, 13 situs keanekaragaman hayati, dan tujuh situs warisan budaya yang tersebar di Kutim dan Berau.

    Besarnya cakupan wilayah membuat tim verifikator tidak mungkin mengunjungi seluruh lokasi dalam waktu lima hari. Karena itu, pengelola telah menyiapkan sejumlah geosite prioritas yang dianggap mewakili karakter utama kawasan geopark.

    Salah satu lokasi yang akan menjadi perhatian adalah Gua Mengkuris di Karangan, Kutai Timur, yang menyimpan lukisan tapak tangan prasejarah. Selain itu, verifikator juga dijadwalkan mengunjungi Tangga Bidadari di Kaliorang, kawasan Biduk-Biduk, Labuan Cermin, hingga Teluk Sumbang di Berau.

    Di balik proses verifikasi tersebut, terdapat tantangan yang masih harus dibenahi. Selain penguatan infrastruktur pendukung, pengelola juga didorong memperkuat identitas kawasan melalui papan informasi, penanda geosite, dan edukasi kepada masyarakat mengenai konsep geopark.

    Puji mengakui sebagian besar aktivitas berbasis geopark sebenarnya telah berjalan. Kelompok sadar wisata dan berbagai kegiatan konservasi masyarakat telah berkembang di sejumlah lokasi. Namun seluruh aktivitas tersebut perlu dirangkai dalam satu identitas yang kuat sebagai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

    “Sebenarnya kegiatan di lapangan sudah ada. Kelompok sadar wisata sudah berjalan, aktivitas wisata juga sudah berjalan. Sekarang yang kami lakukan adalah merangkai semuanya dalam identitas Geopark Sangkulirang-Mangkalihat,” katanya.

    Keberhasilan meraih status Geopark Nasional bukan semata soal pengakuan administratif. Status tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat konservasi kawasan karst, meningkatkan kunjungan wisata berbasis alam dan budaya, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

    Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat sendiri dikenal sebagai salah satu bentang alam karst terbesar di Indonesia yang menyimpan nilai ilmiah tinggi. Selain gua-gua prasejarah dan sungai bawah tanah, kawasan ini juga menjadi habitat berbagai spesies flora dan fauna endemik Kalimantan.

    Setelah verifikasi lapangan selesai, hasil penilaian akan dibahas dalam forum lintas sektor sebelum pemerintah pusat menetapkan keputusan akhir. Jika memenuhi seluruh indikator yang dipersyaratkan, Sangkulirang-Mangkalihat akan resmi menyandang status Geopark Nasional.

    Namun target Kaltim tidak berhenti di sana. Pemerintah daerah dan pengelola kawasan telah menyiapkan langkah lanjutan untuk membawa Sangkulirang-Mangkalihat menuju pengakuan internasional sebagai UNESCO Global Geopark.

    “Tujuan kita bukan hanya Geopark Nasional. Setelah itu kita ingin melangkah menuju UNESCO Global Geopark,” tegas Puji.

     




    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Beri Kelonggaran Sopir Truk ODOL, Andi Harun Berikan Tenggat 3 Bulan Jelang Pemblokiran BBM

    Agustus 24, 2026

    Lebih dari 200 Titik Api Terdeteksi, Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana

    Agustus 24, 2026

    Andi Harun Ungkap Antrean BBM Subsidi Diduga Diperjualbelikan Rp100-150 Ribu

    Agustus 24, 2026

    BKS dan PKT Jalin Kerja Sama, BUMD Kaltim Didorong Genjot Bisnis untuk Tambah PAD

    Agustus 24, 2026

    Dipicu Unsur Kesengajaan, Karhutla Samarinda Capai 77 Kejadian, 104 Hektare Lahan Terbakar

    Agustus 23, 2026

    Semangat Kemerdekaan Tetap Meriah Meski Pemkot Lakukan Efisiensi

    Agustus 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Ratu ArifanzaAgustus 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penanganan pasien ibu dan bayi yang membutuhkan rujukan lintas daerah menjadi salah…

    Kemenpora: Partisipasi Olahraga Jadi Kunci Lahirkan Atlet Disabilitas Berprestasi

    Agustus 24, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026

    Beri Kelonggaran Sopir Truk ODOL, Andi Harun Berikan Tenggat 3 Bulan Jelang Pemblokiran BBM

    Agustus 24, 2026

    Lebih dari 200 Titik Api Terdeteksi, Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana

    Agustus 24, 2026
    1 2 3 … 3,295 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.