Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Salurkan Hobi, Gen Z Memilih Bertani
    Lifestyle

    Salurkan Hobi, Gen Z Memilih Bertani

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJanuari 5, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Profesi bertani atau bercocok tanam yang biasanya dilakoni orang tua di perkampungan mulai dilirik oleh kalangan remaja atau yang akrab disapa Generasi Zoomers (Gen Z).

    Gen Z yang sering disebut-sebut bermental lemah, tidak pandai bekerja, atau bahkan gemar bermalas-malasan justru memiliki kecerdasan untuk mengubah keterbatasan menjadi ladang berpikir dan berinovasi menciptakan solusi.

    Hal ini dialami oleh salah satu Gen Z kelahiran 2003, Odie Nugraha. Mengisi waktu luang selama libur kuliah, Odie mengaku mulai menjalankan hobinya yang sejak dulu ingin ditekuninya.

    “Sebenarnya dari dulu emang sudah suka (menanam), kemudian aku itu terkendala di beberapa hal,” kata Odie pada Minggu, (5/1/2025) di kediamannya di Jalan Kamboja, Samarinda Seberang.

    Odie memaparkan kendala yang dialami, mulai dari mahalnya tanah/lahan di perkotaan, perawatan tanaman dari hama serta mengambil banyak waktu.

    “Tapi terkadang ya kalau aku senang tetap kulakuin meski capek dan juga aku sengaja menipu diri, men-distract, supaya aku tidak full di depan gadget,” papar Odie.

    Odie sendiri merupakan seorang pecinta alam. Dirinya kerap menghabiskan waktu, tenaga dan biaya untuk mendaki beberapa gunung termasuk di antaranya Gunung Rinjani, di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kecintaannya pada alam, membawanya giat mempelajari tumbuh-tumbuhan.

    “Jadi aku suka mempelajari tentang kehidupan sekitar. Sesederhana kenapa tumbuhan itu bisa tumbuh,” imbuhnya.

    Dalam menghadapi kendala mahalnya tanah/lahan, Odie memilih untuk menanam sayuran melalui media hidroponik.

    Tidak berhenti di sana, Odie kembali berinovasi untuk mengurangi potensi gagalnya panen yang disebabkan gangguan hama dengan menanam sayuran di dalam rumah.

    “Minusnya aku harus berusaha keras nyari cahaya matahari untuk fotosintesis,” ungkapnya.

    Mengatasi kurangnya cahaya matahari, kata Odie, digunakan lampu penerangan tambahan untuk membantu tanaman berfotosintesis.

    “Plus minusnya suatu hal itu bisa ditanggulangi tergantung kemampuan dan pemahaman ilmu maupun sains individunya,” pungkas Odie Nugraha.

    Bercocok Tanam Bertani Gen Z
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Kenali 3 Tanaman Indoor yang Berpotensi Menyerap Polutan di Dalam Rumah

    Oktober 18, 2026

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    AminahOktober 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih perlu…

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Oktober 20, 2026

    Borneo FC Menang di AFC Challenge League, Pemkot Samarinda Dorong Kemajuan Sepak Bola Daerah

    Oktober 20, 2026
    1 2 3 … 3,395 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.