Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 12, 2026

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Saefuddin Zuhri, Bhinneka Tunggal Ika Harus Jadi Benteng Persatuan Bangsa
    Pemerintah

    Saefuddin Zuhri, Bhinneka Tunggal Ika Harus Jadi Benteng Persatuan Bangsa

    AminahBy AminahJuni 1, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Parkir Balaikota Samarinda, Senin, 1/6/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dengan menegaskan kembali pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan tantangan sosial yang terus berkembang.

    Upacara peringatan Hari Raya Pancasila dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri yang digelar di Lapangan Parkir Balaikota Samarinda Senin, 1 Juni 2026.

    Teks: ASN dan pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda usai mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila, Senin, 1/62026 (Insitekaltim/Aminah)

    Ia menegaskan Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga fondasi moral dan arah kebijakan bangsa, termasuk dalam menghadapi dinamika global.

    “Pancasila adalah pondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan mengungguli konflik,” ucapnya.

    Ia menyebut Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945, termasuk melalui kontribusi perdamaian internasional dan konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa tertindas.

    “Perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” katanya.

    Saefuddin juga menyoroti tantangan bangsa di era modern, ketika perkembangan teknologi dan arus informasi bergerak sangat cepat, tetapi tidak selalu dibarengi penguatan nilai moral dan kebangsaan.

    Menurutnya, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan jika generasi muda kehilangan pijakan ideologi dan rasa cinta terhadap tanah air.

    “Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tegasnya.

    Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

    “Generasi sekarang harus kita tanamkan rasa kecintaan kepada negara dan bangsa. Bahwa saya ini orang Indonesia, itu yang harus dijaga,” ujarnya dalam sesi wawancara.

    Saefuddin menilai keberagaman Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus terus dipersatukan melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika.

    “Dari Sabang sampai Merauke, lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan bahasa, semuanya harus bisa menyatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

    Ia juga mengingatkan ancaman intoleransi, radikalisme, dan perpecahan sosial yang dinilai masih menjadi tantangan serius dalam kehidupan berbangsa.

    “Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi bangsa kita,” ucapnya.

    Di lingkungan pemerintahan, kata Saefuddin, nilai-nilai kebangsaan terus ditanamkan melalui berbagai kegiatan seremonial dan pembinaan birokrasi. Namun menurutnya, tantangan terbesar justru memastikan nilai persatuan itu hidup di tengah masyarakat.

    “Kalau di birokrasi tentu sudah ada upacara dan kegiatan-kegiatan kebangsaan. Tapi yang paling penting bagaimana masyarakat juga ikut menjaga semangat persatuan itu,” katanya.

    Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Samarinda untuk kembali menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

    “Intinya satu kata Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia untuk kita semua,” tutupnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    AminahOktober 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tiga pria diduga memanfaatkan transaksi yang melibatkan aplikasi MiChat untuk merampas ponsel…

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    1 2 3 … 3,381 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.