Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    Oktober 15, 2026

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Rusman Yaqub Ungkap Kegalauan Guru BK di Sekolah
    DPRD Kaltim

    Rusman Yaqub Ungkap Kegalauan Guru BK di Sekolah

    Adit MustafaBy Adit MustafaOktober 11, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Rusman Yaqub
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Rusman Yaqub mengungkapkan keprihatinannya terkait eksistensi guru bimbingan konseling (BK) di satuan pendidikan.

    Menurutnya, hingga saat ini, jumlah guru BK di sekolah-sekolah negeri masih jauh dari memadai.

    “Saya tersentak mengetahui bahwa posisi guru BK di satuan pendidikan, terutama di sekolah negeri, masih sangat kurang. Ada sekolah yang hanya memiliki dua guru BK, tetapi harus menangani ribuan siswa,” ungkap Rusman usai RDP terkait Eksistensi Profesi Bimbingan dan Konseling dalam Upaya Pembangunan Indonesia di Gedung D DPRD Kaltim, Selasa (10/10/2023).

    Selain masalah jumlah guru BK yang kurang memadai, Rusman juga menyoroti masalah ruang konseling di sekolah.

    Dalam banyak kasus, sekolah hanya menyediakan ruangan sisa atau ruangan yang tidak terpakai sebagai ruang konseling, yang belum sesuai dengan standar.

    Rusman juga menekankan pentingnya persepsi guru lain terhadap peran guru BK.

    “Belum lagi persoalan persepsi guru lain terhadap guru BK. Seolah-olah problematika siswa harus ditangani guru BK. Padahal guru lain juga bisa,” lanjutnya.

    Meskipun guru BK tidak memiliki jam mengajar seperti guru mata pelajaran lainnya, mereka seringkali memiliki tugas tambahan yang harus dilaksanakan.

    Rusman juga mencatat bahwa permasalahan siswa semakin kompleks, dan guru BK dituntut untuk meningkatkan kompetensinya dalam menangani masalah siswa yang rumit.

    Rusman menyampaikan ada solusi yang menarik, yaitu pembentukan klinik konseling di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur.

    Klinik konseling ini dapat menangani masalah-masalah yang tidak dapat ditangani oleh satuan pendidikan, dengan melibatkan konselor dan psikolog.

    “Sehingga masalah krusial yang tak bisa ditangani satuan pendidikan, akan dirujuk ke klinik konseling itu. Nah itu nanti ditangani konselor, psikolog,” ujar Rusman.

    Kendati demikian, dia menyadari bahwa langkah tersebut mungkin akan memerlukan tambahan biaya.

    Di sisi lain, Kepala Disdikbud Kalimantan Timur Muhammad Kurniawan menyatakan bahwa pihaknya telah mencatat kendala-kendala yang dihadapi oleh guru BK melalui asosiasi mereka.

    Ia berharap dapat menangani permasalahan ini secara bertahap, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

    “Sudah kami catat, pelan-pelan semoga bisa kami tangani. Sebab ada hal yang perlu ditangani seperti sarana dan prasarana,” ujar Kurniawan.

    Kurniawan juga menegaskan bahwa setiap satuan pendidikan minimal harus memiliki guru BK, meskipun jumlah mereka masih sangat terbatas dan sulit untuk menangani jumlah siswa yang begitu banyak.

    “Guru BK juga minta sarana untuk ruangan. Minimal di tiap satuan pendidikan itu ada guru BK-nya. Nanti saya cek kembali,” pungkasnya.

    BK DPRD Kaltim Rusman Yaqub
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Jahidin Meninggal Dunia, Kaltim Kehilangan Legislator Senior

    Oktober 15, 2026

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    Oktober 5, 2026

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    SintaOktober 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mencermati arah kebijakan nasional dalam memperkuat tata…

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026

    Momok Antrean BBM, Andi Harun Minta Distribusi Diawasi

    Oktober 15, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026
    1 2 3 … 3,387 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.