Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemerintah Harus Bertindak Tegas, Karhutla di Kalimantan Kian Mengkhawatirkan

    Agustus 22, 2026

    Hadapi Kekeringan, Pemkot Maksimalkan Pompa Air hingga Irigasi

    Agustus 21, 2026

    HYROX Makin Diminati Perempuan, Olahraga Beban Tak Lagi Identik dengan Pria

    Agustus 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Rumitnya Pengalihan PI 10%, Isran: Ayam Sudah Jadi Telur
    Diskominfo Kaltim

    Rumitnya Pengalihan PI 10%, Isran: Ayam Sudah Jadi Telur

    Rahmat FGBy Rahmat FGApril 7, 202303 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks : Gubernur Kaltim Isran Noor
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Jakarta – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor meyakini rumitnya pengalihan participating interest (PI) 10% karena Pertamina dan SKK Migas.

    Isran mengaku, sejujurnya ia tidak sependapat dengan keberadaan Permen ESDM 37 Tahun 2016 dimana menurutnya dalam hal pembagian penerimaan negara, seharusnya tidak cukup hanya diatur dalam peraturan menteri, tapi minimal harus Peraturan Pemerintah (PP).

    “Tapi ini, telur sudah jadi ayam. Ayam sudah jadi telur. Kita perbaiki saja, tidak usah ngotot-ngotot,” kata Isran.

    Hal tersebut ia katakan saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pemerintah Daerah, BUMD dalam Wilayah Kerja PT Pertamina yang digelar di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis (6/4/2023).

    Dalam acara yang digagas oleh Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) itu, Isran yang juga merupakan Dewan Penasihat ADPMET itu datang mewakili gubernur se-Indonesia.

    Pasalnya, hampir semua daerah penghasil mengeluhkan rumitnya proses pengalihan PI 10% dari wilayah kerja Pertamina. Terlebih, mengacu pada Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016 setidaknya ada 10 tahapan yang harus dilalui.

    “Saya datang ke sini sebagai yang mewakili para gubernur se-Indonesia. Saya sangat menyimak apa yang dipersoalkan dari tadi,” tuturnya.

    Isran mengungkapkan, selama ini penerimaan negara dari daerah-daerah penghasil migas itu sangat tinggi, namun banyak daerah penghasil masih tergolong daerah miskin.

    Oleh Kerena itu, ketika muncul harapan dari PI 10% daerah penghasil sangat berharap bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik.

    “Sudah terlalu lama daerah penghasil memberi kontribusi besar kepada negara. Jadi, kuncinya Pertamina dan SKK Migas selesaikan ini. Pendapat-pendapat tadi harus diakomodir,” kritik Isran.

    Sementara mengenai kemungkinan meninggalkan pola 10 tahapan yang dinilai rumit itu, Sekjen ADPMET Andang Bachtiar memberi tawaran lain dengan opsi penerimaan negara dari bisnis migas langsung diberikan kepada daerah dengan kalkulasi tertentu, namun bukan dana bagi hasil.

    “Kita perlu diskusi lagi soal ini. Rencananya, September nanti akan ada pertemuan SKK Migas dengan para kepala daerah penghasil. Saya diminta mengordinir pertemuan itu. Rencana acara akan digelar di Bali pada September 2023,” sebutnya.

    Untuk diketahui, Kaltim sendiri memiliki beberapa wilayah kerja (blok migas) yakni Wilayah Kerja (WK) Mahakam, WK Paser, WK Tengah, WK Sanga Sanga, WK Rapak, WK Wain, WK East Kalimantan, WK Ganal, WK Attaka dan WK Bontang, namun belum semuanya mendapatkan pengalihan PI 10%.

    Adapun WK yang saat ini sudah masuk tahapan 8 ada 2, yakni WK Sanga Sanga dan WK East Kalimantan. Sedangkan WK yang masih menunggu penawaran yaitu POD 1 ada 5 WK, yaitu WK Bontang, WK Ganal, WK South Tenggara, WK Rapak dan WK Wain dah WK yang sudah lama berjalan ialah WK Mahakam.

    Tampak hadir, Bupati Penajam Paser Utara M Hamdam dan Direktur Utama PT Migas Mandiri Pratama (MMP) Edy Kurniawan.

    Isran Noor P10% Pertamina
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    Wawali Samarinda Minta Pertamina Percepat Perbaikan Fasilitas LPG

    Juli 15, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemerintah Harus Bertindak Tegas, Karhutla di Kalimantan Kian Mengkhawatirkan

    Nur AjijahAgustus 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda sekaligus Ketua Fraksi PKS Arif Kurniawan…

    Hadapi Kekeringan, Pemkot Maksimalkan Pompa Air hingga Irigasi

    Agustus 21, 2026

    HYROX Makin Diminati Perempuan, Olahraga Beban Tak Lagi Identik dengan Pria

    Agustus 21, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Rebranding Pasar Pagi, Libatkan Akademisi hingga Komunitas

    Agustus 21, 2026

    BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari

    Agustus 21, 2026
    1 2 3 … 3,290 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.