Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bangunan Terdampak Penataan Sungai Berpeluang Dapat Ganti Untung

    Juni 9, 2026

    Kejari Samarinda Dalami Dugaan Penyalahgunaan Aset Pemkot di Palaran

    Juni 9, 2026

    Gandeng Kejari Pemkot Samarinda Telusuri Dugaan Pemanfaatan Ilegal Lahan 30 Hektare di Palaran

    Juni 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»RSUD IA Moeis Tegaskan Tak Ada Penolakan Pasien, Dinkes Samarinda Dorong Perbaikan Total dan Kolaborasi dengan Relawan
    Samarinda

    RSUD IA Moeis Tegaskan Tak Ada Penolakan Pasien, Dinkes Samarinda Dorong Perbaikan Total dan Kolaborasi dengan Relawan

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 25, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Direktur RSUD IA Moeis, Osa Rafshodia saat memberikan keterangan Pers (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Polemik terkait penolakan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel (IA) Moeis akhirnya menemui titik terang.

    Melalui mediasi yang melibatkan pihak rumah sakit, relawan serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, sejumlah kesepakatan penting berhasil dicapai sebagai langkah perbaikan pelayanan ke depan.

    Direktur RSUD IA Moeis Osa Rafshodia menegaskan bahwa informasi terkait penolakan pasien, khususnya korban kecelakaan lalu lintas (KLL) tidak benar. Ia memastikan rumah sakit tetap menjalankan pelayanan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

    “Kami pastikan tidak ada penolakan layanan. Hal ini sudah diklarifikasi bersama dan sudah clear,” ujarnya.saat diwawancara, Rabu 25 Maret 2026.

    Meski demikian, ia mengakui adanya kekurangan dalam aspek pelayanan khususnya terkait sikap petugas yang dinilai kurang humanis saat menangani pasien. Oleh karena itu, pihak manajemen langsung melakukan evaluasi internal sebagai bentuk tanggung jawab.

    Sebagai tindak lanjut, RSUD IA Moeis telah menjatuhkan sanksi disiplin kepada 19 petugas yang bertugas saat kejadian.

    Sanksi tersebut berupa penundaan pemberian jasa pelayanan medis selama tiga bulan, serta penundaan kenaikan pangkat.

    Langkah ini, menurut Osa merupakan bentuk komitmen rumah sakit untuk memperbaiki kualitas pelayanan serta memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

    “Kami berkomitmen untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, termasuk penegakan disiplin yang lebih kuat,” tegasnya.

    Selain pembenahan internal pihak rumah sakit juga akan memperkuat koordinasi dengan relawan khususnya Info Taruna Samarinda (ITS).

    Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah membangun komunikasi yang lebih intensif antara tim Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan relawan.

    Melalui komunikasi tersebut, diharapkan kedua pihak dapat memiliki pemahaman yang sama terkait standar operasional prosedur (SOP), sehingga penanganan pasien di lapangan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

     

    “Kita akan mempertemukan tim IGD dengan relawan agar saling memahami SOP dan membangun komunikasi yang baik,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih menyampaikan, mediasi yang dilakukan telah menghasilkan kesepakatan yang positif dan mengarah pada perbaikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

    “Alhamdulillah hari ini sudah ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Semua poin yang disepakati mengarah pada perbaikan,” ujarnya.

    Salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah komitmen dari pihak rumah sakit untuk tidak melakukan penolakan terhadap pasien darurat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas.

    Selain itu, pihak rumah sakit juga menyatakan kesiapan untuk melakukan pembenahan internal, termasuk peningkatan kualitas pelayanan di semua lini, baik di IGD rawat jalan maupun rawat inap.

    Ismed juga menilai langkah pemberian sanksi kepada petugas merupakan bagian dari upaya penegakan disiplin yang perlu diapresiasi.

    Menurutnya, respons cepat yang dilakukan oleh manajemen rumah sakit menunjukkan adanya komitmen untuk segera memperbaiki pelayanan.

    “Responnya cepat, bahkan tidak sampai 24 jam sudah dilakukan langkah-langkah evaluasi,” katanya.

    Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan relawan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik. Sebab, relawan memiliki peran strategis dalam membantu penanganan pasien, terutama dalam kondisi darurat di lapangan.

    Ia mengingatkan bahwa pengalaman saat pandemi COVID-19 telah menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi situasi krisis kesehatan.

    “Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Harus ada kolaborasi antara semua pihak agar pelayanan kesehatan bisa berjalan maksimal,” tegasnya.

    Ke depan, relawan dan pihak rumah sakit juga akan menggelar pertemuan rutin untuk menyamakan persepsi terkait SOP penanganan pasien. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahpahaman serta meningkatkan sinergi di lapangan.

    Dengan adanya kesepakatan itu, diharapkan pelayanan kesehatan di Samarinda dapat semakin baik lebih humanis dan mampu memberikan rasa aman serta kepercayaan bagi masyarakat.

    “Kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bersama.agar kualitas pelayanan kesehatan terus meningkat dan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang,” tutupnya.

    Dinkes KLL RSUD Inche Abdoel Moeis
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Setiap Hujan Deras, Siswa SDN 012 Samarinda Terpaksa Libur

    Juni 4, 2026

    Masih Berbelit, Pengusaha Minta Penyederhanaan Perizinan Reklame

    Juni 4, 2026

    Tak Semata Hafalan, Pancasila Jadi Pedoman Generasi Muda dalam Bersikap

    Juni 1, 2026

    DLH Masih Temukan Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Tiga Karung Jeroan Dievakuasi dari Karang Mumus

    Juni 1, 2026

    Di Balik Layar Ada Manusia, Dosen Ilkom Ingatkan Nilai Pancasila di Ruang Digital

    Juni 1, 2026

    Pancasila Tak Hanya Pemersatu Bangsa, tetapi Fondasi Perdamaian Global

    Juni 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bangunan Terdampak Penataan Sungai Berpeluang Dapat Ganti Untung

    SittiJuni 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Warga yang terdampak penataan kawasan sempadan sungai di Samarinda berpeluang mendapatkan kompensasi…

    Kejari Samarinda Dalami Dugaan Penyalahgunaan Aset Pemkot di Palaran

    Juni 9, 2026

    Gandeng Kejari Pemkot Samarinda Telusuri Dugaan Pemanfaatan Ilegal Lahan 30 Hektare di Palaran

    Juni 9, 2026

    Jogging Usai Hujan Jadi Favorit Banyak Orang, Ini Alasannya

    Juni 9, 2026

    Jangan Lupakan Budaya di Tengah Gempuran Gadget

    Juni 9, 2026
    1 2 3 … 3,133 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.