Insitekaltim, Samarinda – Rumah Sakit (RS) Primecare Samarinda resmi beroperasi setelah diresmikan Wali Kota Samarinda Andi Harun di Jalan Muso Salim Nomor 28, Kelurahan Karang Mumus, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kehadiran rumah sakit yang dikembangkan PT Primecare Hospital Group tersebut mendapat apresiasi dari Andi Harun, karena tidak hanya menambah fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Andi Harun mengatakan RS Primecare turut membuka lapangan pekerjaan dengan mayoritas tenaga kerjanya merupakan warga lokal Samarinda.
“Keberadaan RS Primecare ini tidak hanya menambah sarana pelayanan kesehatan dan meningkatkan daya saing kota, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian sekitar, seperti tumbuh dan berkembangnya UMKM, kuliner dan perhotelan. Apalagi, 95 persen tenaga kerjanya menyerap warga lokal Samarinda,” ujarnya.
Rumah sakit yang berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dengan luas bangunan 11.000 meter persegi yang terdiri dari empat lantai itu memiliki 16 ruang poliklinik dengan kapasitas 96 tempat tidur. Fasilitas tersebut didukung sekitar 130 karyawan, dengan 95 persen di antaranya merupakan tenaga kerja lokal Kota Samarinda.
Dari sisi tenaga medis, rumah sakit ini memiliki 52 dokter spesialis dan dokter umum, termasuk 11 dokter tetap.
RS Primecare juga mengusung konsep smart hospital dengan sejumlah layanan unggulan, di antaranya layanan tulang belakang atau spine, bedah digestif menggunakan teknik laparoskopi, layanan Urogyn untuk ginekologi dan urologi, serta teknologi Laser Holmium untuk penanganan batu ginjal dan pembengkakan prostat.
Dalam satu hingga dua bulan mendatang, rumah sakit tersebut direncanakan meluncurkan Laboratorium Genomik melalui kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Laboratorium tersebut akan memanfaatkan teknologi sequencer untuk membaca DNA. Teknologi ini ditujukan untuk mendukung deteksi dini penyakit keturunan, penyakit langka, potensi kanker, hingga layanan pharmacogenomics atau pemilihan obat berdasarkan profil genetik pasien.
Andi Harun menilai hadirnya fasilitas kesehatan baru menjadi bagian dari perkembangan investasi di Kota Samarinda. Ia menegaskan Pemkot Samarinda akan terus menjaga iklim investasi dan kemudahan berusaha.
Ia bahkan meminta jajaran Pemkot Samarinda, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, DPMPTSP, camat hingga lurah, bersama unsur TNI-Polri dan Kejaksaan untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha.
Menurutnya, pendampingan tersebut diperlukan untuk memastikan kegiatan usaha berjalan aman dan terbebas dari praktik premanisme maupun gangguan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Di sisi lain, Andi Harun mengingatkan manajemen rumah sakit agar memperhatikan tata kelola lingkungan serta pengelolaan limbah medis sesuai ketentuan.
Ia juga mendorong adanya perubahan paradigma dalam pelayanan kesehatan. Layanan kesehatan ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada pengobatan ketika masyarakat sudah sakit, tetapi harus semakin mengedepankan pencegahan.
“Arah pelayanan kesehatan masa depan kini berfokus pada upaya preventif (pencegahan), bukan hanya kuratif (pengobatan). Kami berharap RS Primecare dapat menjadi pelopor inovasi layanan preventif bagi masyarakat Samarinda,” pungkasnya.

