Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aji Sofyan Effendi Menilai: Danantara Mampu Perkuat Pengelolaan Aset Strategis Nasional

    Juni 14, 2026

    Sering Stres? Berenang Bisa Jadi Cara Sederhana Menenangkan Pikiran

    Juni 14, 2026

    Manfaat Gym untuk Kesehatan Tubuh, Tak Sekadar Membentuk Otot

    Juni 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Responsif Gender Harus Sampai Kecamatan dan Kelurahan
    Diskominfo Kaltim

    Responsif Gender Harus Sampai Kecamatan dan Kelurahan

    LarasBy LarasJuni 26, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kabid PPM Bappeda Kaltim Mispoyo (tengah) dalam acara Geospasial Gender Tematik Tahun 2024
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Kepala Bidang Pemerintah dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kabid PPM Bappeda Kaltim) Mispoyo menjelaskan terkait integrasi isu gender ke dalam dokumen lima tahunan di lingkup kecamatan dan kelurahan se-Samarinda.

    Teks: Acara Penyusunan Informasi Geospasial Gender Tematik Tahun 2024 oleh DP2PA Kota Samarinda

    Hal tersebut dipaparkannya dalam acara Penyusunan Informasi Geospasial Gender Tematik Tahun 2024 yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda yang menghadirkan perwakilan dari 59 kelurahan dan 10 kecamatan se-Samarinda di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Rabu (26/6/2024).

    Mispoyo menjelaskan terdapat empat langkah dalam pengintegrasian isu gender ke dalam dokumen. Pertama, mengimplementasikan isu atau masalah gender di lingkungan kerja masing-masing. Kedua, mengimplementasi faktor-faktor penyebab dari isu atau masalah gender.

    Langkah ketiga, dilakukannya penyusunan rencana terhadap dampak/impact, hasil/outcome, keluaran/output, aktivitas dan input data. Langkah keempat, implementasi dari langkah ketiga dapat diterapkan di kementrian, lembaga, unit organisasi yang relevan.

    Mispoyo menyampaikan terdapat banyak peran kelurahan dan kecamatan dalam pembangunan daerah yang responsif gender. Ia menjabarkan mulai dimulai dari kantor kelurahan dan kecamatan itu sendiri. Di mana harus terdapat ruang laktasi, toilet yang ramah perempuan, anak, lansia dan disabilitas, serta kulkas untuk menyimpan ASI bagi ibu menyusui.

    “Di kantor harus memiliki kulkas, jangan sampai tidak. Untuk responsif gender setiap instansi harus memiliki ruang laktasi dan terutama harus ada kulkas. Setidaknya kulkas ini untuk menyimpan ASI, kalau si ibunya menyusui dan harus memberikan ASI-nya saat itu juga tetapi harus bekerja jadi bisa disimpan di kulkas sebelum dikirimkan ke rumah,” jelasnya.

    “Soal toilet juga. Perempuan kan memiliki tamu bulanan (haid), jadi sangat memerlukan toilet yang nyaman untuk membersihkan diri,” sambungnya.

    Serupa dengan kantor kecamatan dan kelurahan, Mispoyo menegaskan pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) di sekolah. Ia mengambil contoh seperti UKS, yang harus menyediakan pembalut khusus wanita. Hal itu bisa dibantu oleh kelurahan atau kecamatan untuk membantu mengimbau sekolah di lingkup masing-masing.

    “Jangan sampai anak-anak perempuan yang sedang sekolah ini saat datang tamu bulanannya harus pulang karena di sekolah tidak disediakan. Misal membeli di warung, ternyata tidak ada, anak ini harus lepas pembelajarannya hanya karena sekolah tidak menyediakan pembalut,” ungkapnya.

    Indeks Pembangunan Gender dapat meningkat di daerah sebab terpenuhinya sarpras yang responsif di tiap lingkup kerja dan pusat-pusat layanan. Saat ini, Mispoyo mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk menyediakan sarpas yang ramah perempuan.

    Indeks Pembangunan Gender diformulasikan untuk mengetahui presentase jumlah partisipasi laki-laki dan perempuan dalam setiap instansi atau lembaga baik kegiatan formal maupun nonformal, termasuk di kelurahan dan kecamatan.

    “Setiap ada absensi akan dilihat ada berapa laki-laki dan berapa perempuan. Jadi bisa diketahui berapa jumlahnya dan sudah terpisah antara kolom absensi untuk perempuan dan laki-laki bagi tanda tangannya,” tutupnya.

    Ia berharap dengan kegiatan tersebut kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam setiap sektor, bidang serta industri di pemerintahan.

    “Dengan adanya acara Geospasial Gender Tematik ini harapannya kesenjangan laki-laki dan perempuan bisa berkurang. Bahkan penjara juga harus dideteksi jumlah laki-laki dan perempuan, lokasi di mana, supaya penjara bisa lebih aman perempuan,” pungkasnya.

    DP2PA Mispoyo Responsif Gender
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Aji Sofyan Effendi Menilai: Danantara Mampu Perkuat Pengelolaan Aset Strategis Nasional

    Nur AjijahJuni 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan menjaga stabilitas devisa Indonesia. Pengamat Ekonomi…

    Sering Stres? Berenang Bisa Jadi Cara Sederhana Menenangkan Pikiran

    Juni 14, 2026

    Manfaat Gym untuk Kesehatan Tubuh, Tak Sekadar Membentuk Otot

    Juni 14, 2026

    Berenang Vs Lari, Mana yang Lebih Cepat Membakar Lemak Perut?

    Juni 14, 2026

    Rita Widyasari Belum Buka Pintu Politik, Pilih Fokus Pulihkan Nama Baik

    Juni 14, 2026
    1 2 3 … 3,144 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.