Insitekaltim, Samarinda – Puncak Stelling berhasil mewakili Kalimantan Timur (Kaltim) di tingkat nasional dalam ajang lomba wisata setelah meraih juara pertama di tingkat provinsi. Saat ini, destinasi tersebut bahkan telah masuk dalam 10 besar nasional.
Pengelola Puncak Stelling, Alwi menyampaikan, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bukti potensi wisata lokal yang terus berkembang.
“Puncak Stelling sudah mewakili tingkat nasional, sudah masuk 10 besar. Itu dari lomba wisata se-Kaltim,” ujarnya, Minggu 26 April 2026.
Ia menjelaskan Puncak Stellin menawarkan berbagai aktivitas wisata, salah satunya camping, serta dibuka selama 24 jam setiap hari. Selain itu, kawasan ini juga sering dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas seperti lari dan senam.
“Setiap Sabtu dan Minggu pagi selalu ada yang jogging dan senam di sini,” katanya.
Tak hanya itu, pengelola juga membuka peluang kerja sama bagi berbagai kegiatan masyarakat maupun event olahraga.

Dari sisi fasilitas, pengunjung dapat menikmati sejumlah sarana seperti musala, toilet, pendopo, hingga gazebo. Beberapa fasilitas bahkan diberikan secara gratis, termasuk tikar, kursi, dan tempat pengisian daya ponsel.
“Gazebo kalau kosong bisa digunakan gratis, begitu juga listrik untuk charge HP,” jelasnya.
Jumlah pengunjung pun terus mengalami peningkatan. Pada hari biasa, rata-rata kunjungan mencapai 100 hingga 150 orang per hari. Sementara pada hari libur, jumlahnya bisa mencapai sekitar 400 pengunjung.
“Setiap minggu pengunjung selalu naik, apalagi saat hari libur,” ungkapnya.
Selain sebagai tempat wisata, Puncak Stelling juga memiliki nilai sejarah. Lokasi ini pernah menjadi titik pertahanan sejak era 1970-an, bahkan menjadi lokasi pembangunan tower TVRI pertama di kawasan tersebut.
“Dulu ini tempat pertahanan. Dari sini digunakan untuk mengintai kapal-kapal Belanda. Nama Stelling sendiri dari bahasa Belanda yang berarti tempat pengintai atau pertahanan,” tutupnya.

