Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Enam Raperda Di Luar Jalur Disepakati, DPRD dan Pemkot Samarinda Kejar Target Satu Tahun

    Mei 14, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Badko HMI Kaltim-Kaltara Kecewa, Pemprov Absen di Seminar Pembangunan

    Mei 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Pro Kontra AI dalam Transformasi Pendidikan Menuju Digital, Begini Tanggapan BPMP Kaltim
    Diskominfo Kaltim

    Pro Kontra AI dalam Transformasi Pendidikan Menuju Digital, Begini Tanggapan BPMP Kaltim

    LarasBy LarasJuli 10, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Timur Jarwoko
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Zaman terus berkembang menuju transformasi digital yang memanfaatkan teknologi dan internet. Berbagai perubahan semakin terasa, mulai dari kendaraan auto pilot, perabotan pintar bertenaga robotik dan yang terbaru adalah sistem belajar.

    Teks: Ilustrasi belajar menggunakan komputer di sekolah

    Tak ingin ketinggalan, sumber daya manusia (SDM) kini mulai diperkenalkan sedini mungkin dengan smartphone atau gawai untuk memulai babak baru sistem pembelajaran yang berorientasi pada zaman modern.

    Terbaru dari Google for Education, para tenaga pendidik dan murid diajak mengenal cara belajar yang efektif dan efisien menggunakan Chromebook. Dalam acara lokakarya bertajuk “Cara Baru untuk Belajar” yang digelar di Hotel Aston Samarinda, Google memperkenalkan fitur-fitur canggihnya.

    Tak perlu bersusah payah, para guru dapat menyelesaikan laporan atau kuis yang membutuhkan waktu lama, tetapi bisa diselesaikan hanya dengan kalimat perintah sederhana dan menekan tombol atau tools melalui Artificial Intelligence (AI) bernama Gemini, tugas-tugas terselesaikan.

    Begitu pula dengan murid, mereka akan lebih fokus dan belajar banyak hal dalam kurun waktu satu jam dengan berbagai kecanggihan Gemini oleh Google for Education. Kemudian, tak lagi khawatir murid mengakses situs berbahaya, kecanggihan Chromebook mampu memblokir situs tersebut.

    Gambaran di atas membuka pandangan ke depan tentang cara belajar baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Tetapi, nilai-nilai plus ini tidak serta merta membawa kemudahan. Sebagian pihak melihatnya dengan kengerian baru.

    Produk-produk yang bersifat instan tadi bisa menumbangkan kreativitas, kemampuan bertahan dalam menyelesaikan masalah, mengurangi kemampuan mengolah informasi dan beberapa hal lain yang ditakutkan yang mampu menumpulkan ketajaman otak.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Jarwoko menjelaskan bahwa pada dasarnya kecanggihan teknologi, termasuk Chromebook bersifat netral.

    “Tergantung cara kita menggunakan. Menurut saya alat tersebut justru menjadi alat bantu untuk kita mendapatkan pengetahuan. Tetapi sekali lagi itu hanya alat,” ujarnya, Selasa (9/7/2024).

    “Ketika seseorang setelah tahu tidak membuat perbaikan, ya tidak terjadi apapun,” sambungnya.

    Walau ikut khawatir, tetapi ia tidak ingin semua pihak menutup mata akan perkembangan zaman yang memang mengarah pada kecanggihan teknologi, salah satunya AI. Dirinya mengaku bahwa pihaknya mendukung hadirnya teknologi di tengah-tengah cara belajar yang baru saat ini.

    “Tentu hal seperti ini tidak bisa dihindari. Memang kita membutuhkan teknologi, bagaimana kecerdasan AI maupun segala kemudahan atau fasilitas yang diberikan oleh Chromebook tersebut justru membawa dampak positif bagi dunia pendidikan,” tuturnya.

    Jarwoko berpesan teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan manusia secara keseluruhan. Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling canggih, mengalahkan teknologi yang hanya buatan manusia dan tidak sekompleks manusia.

    Nilai-nilai yang ada pada manusia seperti empati dan sosial tidak dimiliki oleh teknologi. Sekalipun tercipta teknologi yang mengklaim memiliki kemampuan tersebut, baginya tidak ada yang serupa dengan manusia.

    “Namun saya tegaskan bahwa teknologi tidak bisa menggantikan manusia. Karena itu teknologi hanya mempermudah dan jangan sampai diprosesnya itu nanti menghilangkan nilai kemanusiaan,” tambahnya.

    Untuk pendidikan, Jarwoko melihat teknologi yang dikonsumsi peserta didik tidak membawa manfaat atau malah membawa kemunduran dalam akademiknya, maka pasti akan ditiadakan. Namun, teknologi diciptakan untuk membuat sistem pembelajaran lebih aman, nyaman, menyenangkan dan paling penting meningkatkan kecerdasan peserta didik.

    “Kalau ada teknologi, kemudian teknologi itu tidak menunjang proses peserta didik, maka itu harus diabaikan. Karena kontraproduktif,” urainya.

    Menanggapi kekhawatiran terkait teknologi yang mengancam produktivitas manusia, Jarwoko menekankan bahwa kita tidak bisa terhindar dari teknologi.

    “Sekalipun kita anti teknologi, kita akan ketinggalan zaman. Sedangkan basis kehidupan kita sudah segala digitalisasi. Yang terpenting adalah bahwa teknologi itu adalah alat bantu, dan utamanya adalah tetap manusia,” tutupnya.

    BPMP Kaltim Jarkowo SDM
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026

    DPKH Kaltim Pastikan Stok Hewan Kurban Aman, Ketersediaan Capai 28 Ribu Ekor

    Mei 12, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026

    Seribu Rumah Seribu Harapan, Kaltim Gaspol Perbaiki Hunian Warga di 2026

    Mei 7, 2026

    Dinamika di Balik Rp288,5 Miliar, Gratispol Fokuskan Tepat Sasaran

    Mei 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Enam Raperda Di Luar Jalur Disepakati, DPRD dan Pemkot Samarinda Kejar Target Satu Tahun

    Ratu ArifanzaMei 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — DPRD Kota Samarinda bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi menyepakati enam Rancangan…

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Badko HMI Kaltim-Kaltara Kecewa, Pemprov Absen di Seminar Pembangunan

    Mei 13, 2026

    Saat Ekonomi Lesu, Kadin Kukar Pilih Gas Kolaborasi: Dari Logistik hingga Pariwisata

    Mei 13, 2026

    Soroti Legalitas hingga Dugaan Nepotisme, Advokat Kaltim Siap Gugat TAGUPP ke PTUN

    Mei 12, 2026
    1 2 3 … 3,092 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.