Insitekaltim, Samarinda – Kebiasaan makan yang diterapkan di rumah menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Asupan gizi yang seimbang sejak dini dinilai tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan fisik, tetapi juga mendukung kemampuan anak untuk belajar, berkembang dan berprestasi.
Hal itu disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Nurul Atika Ujang.
Ia mengatakan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan hidup sehat anak. Pemenuhan gizi tidak bisa dilepaskan dari pola pengasuhan yang diterapkan sehari-hari.
“Menjadi keluarga yang cerdas berarti kita memiliki kesehatan dan pengetahuan yang cukup untuk menyajikan nutrisi yang seimbang bagi keluarga. Gizi yang baik adalah fondasi utama tubuh yang sehat,” ungkapnya, Selasa, 8 September 2026.
Ia menilai orang tua perlu memiliki pengetahuan yang cukup dalam menentukan makanan yang dikonsumsi keluarga. Sebab, pilihan makanan yang diberikan secara terus-menerus akan membentuk kebiasaan anak sekaligus memengaruhi kondisi kesehatannya dalam jangka panjang.
Selain makanan bergizi, penerapan pola hidup aktif juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan anak. Aktivitas fisik, olahraga, kebersihan diri dan lingkungan perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan nutrisi.
Nurul menambahkan, kesehatan tubuh dan lingkungan yang baik dapat menjadi modal bagi anak untuk berkembang menjadi pribadi yang cerdas dan kreatif. Karena itu, pengetahuan mengenai gizi dan pola asuh perlu diterapkan dalam kehidupan keluarga, bukan sekadar dipahami.
“Langkah kecil kita dalam memilih gizi hari ini adalah investasi besar bagi masa depan anak kita kelak,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DWP UINSI Samarinda Sri Susmiyati Zurqoni menilai, pemahaman keluarga mengenai kesehatan dan pengasuhan perlu terus diperkuat.
“Keluarga memiliki posisi penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.
Pedoman gizi seimbang sendiri mencakup konsumsi makanan yang beragam, menjaga berat badan ideal, membiasakan aktivitas fisik dan olahraga, serta menjaga kebersihan dan kesehatan,” jelasnya.
Dengan demikian, pembentukan keluarga sehat tidak hanya bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga pada kebiasaan sehari-hari.
“Lingkungan keluarga menjadi ruang pertama bagi anak untuk mengenal pola makan, kebersihan, aktivitas fisik dan gaya hidup sehat,” tutupnya.

