Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Patok Baru Ditemukan Usai Karhutla, BPBD Samarinda Soroti Dugaan Pembukaan Lahan

    Oktober 24, 2026

    Penataan Polder Air Hitam Belum Jelas, Kecamatan Usulkan Pengelolaan Sementara

    Oktober 24, 2026

    Perkuat Peran Kader, Puskesmas Mangkupalas Dorong Posyandu Lebih Nyaman dan Berkualitas

    Oktober 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Pola Makan Keluarga Jadi Penentu Tumbuh Kembang dan Prestasi Anak
    Kesehatan

    Pola Makan Keluarga Jadi Penentu Tumbuh Kembang dan Prestasi Anak

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 8, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sesi foto bersama pada kegiatan Seminar “Keluarga Cerdas Gizi, Sehat dan Anak Berprestasi”. (Ist/Pemprov Kaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kebiasaan makan yang diterapkan di rumah menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Asupan gizi yang seimbang sejak dini dinilai tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan fisik, tetapi juga mendukung kemampuan anak untuk belajar, berkembang dan berprestasi.

    Hal itu disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Nurul Atika Ujang.

    Ia mengatakan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan hidup sehat anak. Pemenuhan gizi tidak bisa dilepaskan dari pola pengasuhan yang diterapkan sehari-hari.

    “Menjadi keluarga yang cerdas berarti kita memiliki kesehatan dan pengetahuan yang cukup untuk menyajikan nutrisi yang seimbang bagi keluarga. Gizi yang baik adalah fondasi utama tubuh yang sehat,” ungkapnya, Selasa, 8 September 2026.

    Ia menilai orang tua perlu memiliki pengetahuan yang cukup dalam menentukan makanan yang dikonsumsi keluarga. Sebab, pilihan makanan yang diberikan secara terus-menerus akan membentuk kebiasaan anak sekaligus memengaruhi kondisi kesehatannya dalam jangka panjang.

    Selain makanan bergizi, penerapan pola hidup aktif juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan anak. Aktivitas fisik, olahraga, kebersihan diri dan lingkungan perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan nutrisi.

    Nurul menambahkan, kesehatan tubuh dan lingkungan yang baik dapat menjadi modal bagi anak untuk berkembang menjadi pribadi yang cerdas dan kreatif. Karena itu, pengetahuan mengenai gizi dan pola asuh perlu diterapkan dalam kehidupan keluarga, bukan sekadar dipahami.

    “Langkah kecil kita dalam memilih gizi hari ini adalah investasi besar bagi masa depan anak kita kelak,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua DWP UINSI Samarinda Sri Susmiyati Zurqoni menilai, pemahaman keluarga mengenai kesehatan dan pengasuhan perlu terus diperkuat.

    “Keluarga memiliki posisi penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.

    Pedoman gizi seimbang sendiri mencakup konsumsi makanan yang beragam, menjaga berat badan ideal, membiasakan aktivitas fisik dan olahraga, serta menjaga kebersihan dan kesehatan,” jelasnya.

    Dengan demikian, pembentukan keluarga sehat tidak hanya bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga pada kebiasaan sehari-hari.

    “Lingkungan keluarga menjadi ruang pertama bagi anak untuk mengenal pola makan, kebersihan, aktivitas fisik dan gaya hidup sehat,” tutupnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Patok Baru Ditemukan Usai Karhutla, BPBD Samarinda Soroti Dugaan Pembukaan Lahan

    SintaOktober 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kemunculan patok-patok baru di sejumlah lahan yang terbakar memunculkan pertanyaan mengenai aktivitas…

    Penataan Polder Air Hitam Belum Jelas, Kecamatan Usulkan Pengelolaan Sementara

    Oktober 24, 2026

    Perkuat Peran Kader, Puskesmas Mangkupalas Dorong Posyandu Lebih Nyaman dan Berkualitas

    Oktober 24, 2026

    Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran, Kelurahan Selili Fasilitasi Reviu APIP

    Oktober 24, 2026

    Transfer Pusat Turun 43,38 Persen, Pemkot Samarinda Dituntut Jaga Perputaran Ekonomi Daerah

    Oktober 24, 2026
    1 2 3 … 3,405 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.