Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    April 10, 2026

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Pilkada Bukan Perang, Edi Oloan Pasaribu Ajak Semua Elemen Jaga Kedamaian di Kaltim
    Politik

    Pilkada Bukan Perang, Edi Oloan Pasaribu Ajak Semua Elemen Jaga Kedamaian di Kaltim

    Adit MustafaBy Adit MustafaNovember 20, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi II DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Edi Oloan Pasaribu.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

     

    Insitekaltim, Samarinda -Seperti benang merah yang merajut kain, demokrasi membutuhkan setiap individu untuk bersatu dan berpartisipasi. Hal ini menjadi pesan utama dalam Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Tahap Kedua yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Hotel Harris, Samarinda, Rabu (20/11/2024).

    Acara yang bermitra dengan Komisi II DPR RI ini mengundang perhatian besar, terutama dengan kehadiran narasumber Anggota Komisi II DPR RI Dapil Kalimantan Timur Edi Oloan Pasaribu.

    “Pilkada bukan hanya memilih pemimpin, tapi juga menentukan masa depan daerah kita,” ujar Edi Oloan dengan penuh semangat di hadapan 200 peserta yang hadir.

    Edi menyoroti pentingnya memberikan perhatian khusus kepada pemilih pemula. Generasi muda, yang menjadi tulang punggung bangsa di masa depan, memegang peran strategis dalam menentukan arah kepemimpinan daerah.

    “Kita harus edukasi mereka, agar memahami bahwa suara mereka adalah kekuatan. Ini bukan sekadar pilihan, tapi tanggung jawab masa depan,” ungkap Edi.

    Peserta yang hadir pun diharapkan menjadi agen perubahan, menyebarkan semangat dan informasi kepada masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pilkada serentak 2024.

    Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris yang turut hadir, menyampaikan harapannya agar tingkat partisipasi pada pilkada serentak 2024 minimal dapat menyamai capaian pemilu Februari lalu, yakni 77,5 persen.

    Namun, Fahmi menegaskan bahwa target ini hanya bisa dicapai melalui kerja sama yang erat dengan berbagai pihak.

    “KPU tidak bisa melaksanakan tahapan ini sendirian. Kami harus berkolaborasi dan bersinergi, baik dengan DPR RI, DPRD Provinsi, Pemprov Kaltim, TNI, Polri, maupun masyarakat,” ungkap Fahmi.

    Fahmi menekankan bahwa kesuksesan pilkada serentak di Kalimantan Timur sangat bergantung pada peran aktif semua elemen masyarakat, termasuk dalam menyosialisasikan pentingnya pilkada dan menjaga keamanan.

    Netralitas ASN

    Namun, demokrasi juga memiliki tantangan. Salah satunya adalah menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN). Edi Oloan mengingatkan bahwa ASN harus berdiri di tengah, tanpa memihak, demi menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pilkada.

    “Netralitas ASN bukan sekadar aturan, tapi fondasi demokrasi yang adil. Jika ASN memihak, maka demokrasi kita akan pincang,” tegasnya.

    Penjabat kepala daerah yang ditunjuk di setiap daerah juga diminta berkomitmen penuh untuk menjaga proses pilkada di masing-masing tetap bersih dan transparan.

    Salah satu isu yang disorot dalam sosialisasi ini adalah praktik politik uang yang sering mencederai proses demokrasi. Dalam nada yang tegas, Edi mengajak masyarakat untuk menolak godaan politik uang yang hanya akan melemahkan kualitas kepemimpinan daerah.

    “Jangan jual masa depan kita hanya demi kepentingan sesaat. Demokrasi yang sejati adalah demokrasi yang bersih, tanpa uang sebagai alat pembelian suara,” ujarnya.

    Kalimantan Timur, yang dikenal sebagai salah satu provinsi rawan konflik pemilu, menjadi perhatian khusus dalam acara ini. Edi mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.

    “Kita harus menahan diri, tidak mudah terprovokasi dan bekerja sama menjaga keamanan. Pilkada bukan medan perang, tapi ajang untuk memilih pemimpin terbaik,” katanya.

    Sosialisasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata dalam mempersiapkan Pemilu 2024 yang damai, aman dan berkualitas. Pesan-pesan yang disampaikan, mulai dari pentingnya partisipasi pemilih hingga tantangan menjaga integritas demokrasi, menjadi bekal bagi masyarakat Kalimantan Timur untuk menghadapi pesta demokrasi ini dengan bijak.

    Pilkada 2024 bukan sekadar momen memilih pemimpin, tetapi sebuah perjalanan bersama untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

    Edi Oloan Pasaribu Fahmi Idris KPU Kaltim KPU RI Pilkada 2024
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Kabel Semrawut, Pansus DPRD Dorong Regulasi Utilitas Perkabelan

    April 9, 2026

    Data Penduduk Tak Sinkron, DPRD Samarinda Ingatkan Risiko Salah Nilai Kinerja Daerah

    April 9, 2026

    DPRD Samarinda Harap Sekda Baru Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

    April 9, 2026

    DPRD Samarinda Ingatkan Standar SPPG, Kualitas Program MBG Harus Diutamakan

    April 8, 2026

    Tak Gentar Bersaing, DPRD Samarinda Dukung Putra-Putri Daerah ke Nasional

    April 8, 2026

    Dari TOD hingga Terowongan, HMI Samarinda Sampaikan Rekomendasi Strategis ke DPRD

    April 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    Ratu ArifanzaApril 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan kebijakan Work From Home (WFH) akan mulai…

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026

    PAD Samarinda Triwulan I 2026 Lampaui Target, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama

    April 10, 2026

    Pemkot Samarinda Terapkan WFH Setiap Jumat, Andi Harun: Tidak Sekadar Formalitas

    April 10, 2026
    1 2 3 … 3,048 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.