Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Perpustakaan Samarinda Buka Donasi Buku dan Koleksi Lawas untuk Edukasi Generasi Muda
    Pemerintah

    Perpustakaan Samarinda Buka Donasi Buku dan Koleksi Lawas untuk Edukasi Generasi Muda

    AminahBy AminahJuli 21, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dispusip Kota Samarinda, Erham Yusuf (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Keterbatasan anggaran pengadaan buku fisik tidak membuat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Samarinda berhenti menambah koleksi literasi. Tahun ini, instansi tersebut justru mengajak masyarakat berpartisipasi melalui gerakan donasi buku dan benda-benda lawas yang memiliki nilai edukasi.

    Langkah itu ditempuh untuk memperkaya referensi di perpustakaan sekaligus menyelamatkan berbagai koleksi yang dinilai memiliki nilai sejarah bagi generasi mendatang.

    Kepala Dispusip Kota Samarinda Erham Yusuf mengatakan, pihaknya kembali menghidupkan Gerakan Wakaf Literatur yang telah dicanangkan sejak 2021.

    Program tersebut tidak hanya menerima sumbangan buku, tetapi juga berbagai barang yang pernah menjadi bagian dari perkembangan teknologi maupun kehidupan masyarakat.

    “Melalui Gerakan Wakaf Literatur, kami mengajak masyarakat mewakafkan buku atau benda-benda yang memiliki nilai referensi. Itu nantinya bisa menjadi media pembelajaran bagi generasi berikutnya,” kata Erham, Senin, 20 Juli 2026.

    Perkembangan teknologi yang sangat cepat membuat banyak benda lama berpotensi hilang dari ingatan masyarakat. Padahal, koleksi tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan mengenai sejarah perkembangan teknologi.

    Telepon rumah, mesin tik manual, radio lawas hingga perangkat komunikasi generasi terdahulu yang kini sudah jarang digunakan.

    “Dulu orang berkomunikasi menggunakan telepon rumah, mesin tik, atau alat-alat yang sekarang sudah ditinggalkan. Kalau masyarakat masih menyimpannya dan tidak digunakan lagi, silakan disumbangkan ke perpustakaan. Itu bisa menjadi referensi sejarah bagi anak-anak di masa depan,” terangnya.

    Selain benda koleksi, Dispusip juga membuka donasi berbagai jenis buku yang sudah tidak lagi dimanfaatkan pemiliknya.

    Erham menilai masih banyak buku yang hanya menjadi pajangan di rumah, padahal isinya tetap relevan untuk dibaca masyarakat.

    “Banyak buku yang hanya dipajang di ruang tamu tetapi tidak pernah dibaca. Akan lebih bermanfaat jika diserahkan ke perpustakaan karena bisa dibaca banyak orang dan menjadi amal jariyah,” terangnya.

    Ia menegaskan, ilmu pengetahuan tidak mengenal masa kedaluwarsa. Selama isi buku masih relevan, koleksi tersebut tetap layak menjadi bahan bacaan.

    “Ilmu itu tidak ada kedaluwarsanya. Buku matematika misalnya, meskipun sampulnya rusak, kalau isinya masih benar tetap bisa dimanfaatkan masyarakat,” ucap Erham.

    Di sisi lain, Dispusip juga berupaya memperluas budaya literasi melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan, pesantren, yayasan, tokoh masyarakat hingga komunitas.

    Peningkatan minat baca tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar budaya literasi tumbuh dari lingkungan masyarakat sendiri.

    “Subjek literasi itu masyarakat. Karena itu kami ingin memperkuat kolaborasi dengan pesantren, yayasan pendidikan, tokoh masyarakat, dan komunitas agar mereka ikut mendorong budaya membaca di lingkungannya,” tegasnya.

     

    Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Samarinda Erham Yusuf Perpustakaan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Prabowo Respons Kebutuhan Sumsel, 500 Sumur Bor dan APD Disiapkan

    Agustus 25, 2026

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    Beri Kelonggaran Sopir Truk ODOL, Andi Harun Berikan Tenggat 3 Bulan Jelang Pemblokiran BBM

    Agustus 24, 2026

    Lebih dari 200 Titik Api Terdeteksi, Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana

    Agustus 24, 2026

    Andi Harun Ungkap Antrean BBM Subsidi Diduga Diperjualbelikan Rp100-150 Ribu

    Agustus 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Andika SaputraAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Aris Mulyanata…

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026

    Prabowo Respons Kebutuhan Sumsel, 500 Sumur Bor dan APD Disiapkan

    Agustus 25, 2026

    Dermaga Harapan Baru Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,297 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.