Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemkot Samarinda Resmi Luncurkan Aplikasi SOPPA
    Pemkot Samarinda

    Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemkot Samarinda Resmi Luncurkan Aplikasi SOPPA

    Andika SaputraBy Andika SaputraDesember 15, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi meluncurkan aplikasi SOPPA (Sistem Online Pengaduan Perempuan dan Anak) sebagai upaya memperkuat layanan perlindungan sekaligus mempermudah pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    Peresmian aplikasi tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri. Ia menegaskan bahwa kehadiran SOPPA merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

    Saefuddin menyampaikan bahwa kasus kekerasan dalam rumah tangga serta kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Bahkan, tren kasus dinilai masih cenderung meningkat, sehingga diperlukan terobosan berupa sistem pengaduan yang aman, cepat, dan mudah diakses masyarakat.

    “Sistem pengaduan yang aman seperti ini diperlukan untuk menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya pada Senin, 15 Desember 2025.

    Menurutnya, SOPPA tidak sekadar menghadirkan sebuah aplikasi digital, tetapi juga menjadi wujud perlindungan berbasis kemanusiaan. Setiap laporan yang masuk akan diperlakukan sebagai panggilan darurat yang harus ditangani secara cepat, terpadu, dan penuh empati dengan mengedepankan kepentingan korban.

    Aplikasi SOPPA dirancang berbasis sistem online dengan jaminan keamanan serta kerahasiaan data pelapor. Melalui platform ini, masyarakat diharapkan dapat melapor tanpa rasa takut, sementara pemerintah dapat merespons setiap laporan secara lebih efektif dan terkoordinasi.

    Lebih lanjut, Saefuddin menjelaskan bahwa implementasi SOPPA terintegrasi lintas sektor dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA), kepolisian, layanan kesehatan, lembaga pendamping, serta perangkat daerah terkait. Integrasi tersebut bertujuan memastikan setiap kasus mendapatkan penanganan menyeluruh, mulai dari pelaporan, pendampingan, hingga proses pemulihan korban.

    Ia juga menekankan pentingnya peran relawan dan jejaring masyarakat dalam mendukung keberhasilan SOPPA. Menurutnya, relawan merupakan ujung tombak yang bekerja atas panggilan kemanusiaan dan memiliki kontribusi besar dalam perlindungan perempuan dan anak di lapangan.

    “Relawan dan jejaring masyarakat menjadi ujung tombak keberhasilan SOPPA dalam melindungi perempuan dan anak,” lanjutnya.

    Melalui peluncuran SOPPA, Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen mengoptimalkan pelayanan pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta memastikan tidak ada lagi korban yang merasa sendirian atau takut untuk melapor.

    Saefuddin berharap, SOPPA dapat menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam mewujudkan kota yang aman, ramah, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga layanan, organisasi masyarakat, dan seluruh warga.

    “Saya berharap SOPPA ini menjadi simbol komitmen pemerintah untuk menjadikan Kota Samarinda aman dan ramah bagi perempuan dan anak,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Borneo FC Menang di AFC Challenge League, Pemkot Samarinda Dorong Kemajuan Sepak Bola Daerah

    Oktober 20, 2026

    Perluas Akses Bantuan Sosial, Pemkot Samarinda Libatkan ASN hingga Pengurus RT

    Oktober 20, 2026

    Saefuddin Zuhri: Disiplin dan Gotong Royong Harus Menjadi Fondasi Gerakan Pramuka

    Oktober 20, 2026

    21 Gerai Koperasi Merah Putih Samarinda Terbangun

    Oktober 19, 2026

    Saksikan Kemenangan 2-0, Wawali Samarinda Apresiasi Perjuangan Pesut Etam

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun Tantang PMII Kawal Pembangunan Samarinda

    Oktober 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    AminahOktober 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih perlu…

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Oktober 20, 2026

    Borneo FC Menang di AFC Challenge League, Pemkot Samarinda Dorong Kemajuan Sepak Bola Daerah

    Oktober 20, 2026
    1 2 3 … 3,395 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.