Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Lampu Jembatan Mahulu Belum Menyala Penuh, PUPR Bidik Pemasangan 2027

    September 15, 2026

    Perusahaan di Samarinda Didorong Perkuat Kontribusi Tangani Kondisi Darurat

    September 15, 2026

    Air Minum Jadi Titik Rawan Penyakit Saat Kemarau

    September 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Bontang»Perkuat Ketahanan Keluarga, PWI dan DKP3A Dorong Literasi Media di Era Digital
    Bontang

    Perkuat Ketahanan Keluarga, PWI dan DKP3A Dorong Literasi Media di Era Digital

    AminahBy AminahOktober 25, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur bersama Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menggagas sosialisasi bertema “Literasi Media Terhadap Penguatan Ketahanan Keluarga” di Kota Bontang.

    Acara ini berlangsung pada Jumat (25/10/2024) di Ballroom Hotel Bintang Sintuk Bontang, dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai organisasi perempuan, organisasi pemuda, dan mahasiswa.

    Ketua PWI Bontang Suriadi Said menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya literasi media dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah derasnya arus informasi digital.

    Ia berharap masyarakat semakin bijak menyaring informasi sehingga mampu melindungi keluarga dari pengaruh negatif di media.

    “Tugas wartawan bukan hanya mencari berita, tetapi juga memberikan edukasi yang berdampak bagi masyarakat,” kata Suriadi, yang akrab disapa Isur.

    Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DKP3A Kaltim Syahrul Umar turut hadir dan memberikan apresiasi atas terlaksananya sosialisasi ini.

    Menurut Syahrul, kegiatan ini sangat relevan mengingat kuatnya pengaruh informasi digital terhadap stabilitas keluarga di Kalimantan Timur. Ia juga menyinggung terbitnya Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 41 Tahun 2024, sebagai pelaksanaan dari Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2022 tentang Ketahanan Keluarga.

    “Dua regulasi ini saling terkait erat untuk mendukung pendampingan pada keluarga rentan di berbagai wilayah, melalui penunjukan motivator keluarga (motekar),” ungkap Syahrul Umar.

    Dalam implementasinya, Syahrul berharap pemerintah daerah mendapatkan dukungan anggaran dari legislatif, terutama dalam membiayai program motivator keluarga yang akan hadir di tingkat provinsi hingga desa atau kelurahan.

    Sosialisasi ini juga menghadirkan dua narasumber utama, yakni psikolog Syarifah Muslimah dan Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin. Syarifah mengangkat materi tentang dampak negatif kecanduan gadget dan berbagai persoalan psikologis yang dihadapi keluarga, mulai dari kasus depresi pada anak, keterlambatan bicara, hingga meningkatnya kasus bullying dan kekerasan.

    “Dampak gadget yang tidak terkontrol dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak, mulai dari prestasi menurun hingga masalah penyesuaian diri yang sulit,” terang Syarifah.

    Abdurrahman Amin, dalam sesinya, menyoroti pentingnya pendidikan perempuan di era digital. Peran perempuan dalam keluarga sangat vital dan perlu didukung oleh kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, digital dan sosial. Ia menegaskan bahwa meskipun perempuan tidak wajib bekerja, namun wajib cerdas demi mendukung ketahanan keluarga.

    “Perempuan tidak wajib bekerja, tetapi wajib cerdas. Lima jenis kecerdasan ini penting agar keluarga tetap kuat di tengah tantangan era digital,” ujarnya.

    Melalui sosialisasi ini, diharapkan keluarga-keluarga di Bontang dan Kalimantan Timur semakin bijak dalam menyaring informasi di era digital. Keluarga diharapkan mampu memfilter informasi negatif dan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan positif, demi meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya.

    Abdurrahman Amin DKP3A PWI Bontang PWI Kaltim Suriadi Said
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Kabut Asap, SDN 007 Samarinda Ulu Perkuat Imbauan Penggunaan Masker bagi Siswa

    September 7, 2026

    PWI Kaltim Dorong Gaya Hidup Sehat Wartawan Lewat Porwada

    September 7, 2026

    Family Fun Walk PWI Kaltim Satukan Insan Pers Lintas Generasi

    September 6, 2026

    Tak Hanya Jalan Sehat, PWI Kaltim Bawa Semangat Sehat hingga Peduli Sesama

    September 6, 2026

    Satu Langkah, Banyak Generasi: Jalan Santai PWI Kaltim Rajut Kebersamaan

    September 6, 2026

    DPD RI Hanya Ikut Bahas UU di Tingkat Pertama, Aji Mirni Dorong Peran Lebih Besar

    Agustus 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Lampu Jembatan Mahulu Belum Menyala Penuh, PUPR Bidik Pemasangan 2027

    Ratu ArifanzaSeptember 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Penerangan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda belum sepenuhnya tersedia pada bagian…

    Perusahaan di Samarinda Didorong Perkuat Kontribusi Tangani Kondisi Darurat

    September 15, 2026

    Air Minum Jadi Titik Rawan Penyakit Saat Kemarau

    September 15, 2026

    Pelayanan Ramah, Perpustakaan Jadi Alternatif Ruang Belajar Mahasiswa

    September 15, 2026

    Porprov Kaltim Dua Tahun Sekali, Dispora Soroti Efisiensi Anggaran dan Pembinaan Atlet

    September 15, 2026
    1 2 3 … 3,343 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.