Artikel ini telah dilihat : 417 kali.
oleh

Penyekatan di Kutim, Jumlah Pemudik dari Luar  Menurun

Reporter: Nuril – Editor: Redaksi

Insitekaltim, Sangatta – Setelah lima hari penyekatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), jumlah pemudik yang berasal dari luar Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) semakin menurun.

Penyekatan dalam rangka Operasi Ketupat Mahakam 2021 ini diberlakukan untuk seluruh kendaraan yang keluar masuk wilayah Kutim. Hal itu bertujuan untuk memeriksa kelengkapan administrasi yang dibawa oleh pengendara.

“Untuk teknis kegiatan itu seluruh kendaraan yang lewat kami tahan untuk pengecekan administrasinya seperti surat rapid test antigen, kartu tanda penduduk (KTP) serta surat keterangan dinas,” ujar Kepala Bidang Darat, Dinas Perhubungan Insan Bowo Asmoro melalui Kepala Unit (Kanit) I Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Imran DM saat ditemui oleh Insitekaltim.com di ruangannya, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, Selasa (11/5/2021)

Ia menyampaikan saat hari pertama ia menjumpai enam pengendara dari luar Kaltim. Kemudian di hari selanjutnya menurun menjadi empat pengendara. Berdasarkan pengamatannya, hingga hari ini terus menurun.

“Kebanyakan masyarakat yang dari luar daerah beralasan tidak mengetahui peraturan pelarangan mudik ini,” jelas Imran.

Adapun pos penyekatan di wilayah Kutim terdiri dari empat titik yaitu di Pos Polisi Kecamatan Teluk Pandan, Pos Pengamanan Lebaran di Jalan Ahmad Yani Kilometer 1 Kecamatan Sangatta Selatan, Pos Polisi di simpang tiga Jalan A. Wahab Syahranie Kecamatan Sangatta Utara, dan di Pos Polisi Kecamatan Kongbeng.

Sedangkan petugas yang berjaga merupakan gabungan TNI/Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Kami terbagi menjadi tiga shift dalam penjagaan. Anggota Dishub yang berjaga setiap shift terdiri dari empat orang,” papar Imran.

Selain itu ia menyampaikan saat ini belum ada kendala secara teknis, hanya cuaca yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan tugasnya.

“Jika kondisi hujan, kami tidak menahan kendaraan yang lewat karena dikhawatirkan administrasi yang dikeluarkan akan terkena hujan sehingga rawan sobek,” tutup Imran.

Baca Juga :  Wabup Kutim Berikan Tanggapan 7 Fraksi Terkait Perubahan Perda Retribusi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot News