Insitekaltim, Jakarta – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersiap memasuki babak baru dalam pengelolaan karier aparatur sipil negara (ASN). Melalui sistem Manajemen Talenta, Pemprov Kaltim menargetkan pengisian jabatan strategis dilakukan lebih objektif, terukur, dan berbasis data.
Kesiapan tersebut dipaparkan langsung Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, saat menyampaikan Ekspose Kesiapan Manajemen Talenta bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2025. Sri Wahyuni hadir mewakili Gubernur Kalimantan Timur.
Ekspose dibuka oleh Kepala BKN Profesor Dr H Zudan Arif Fakrulloh, didampingi Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Dr Herman dan Deputi Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN Rahman Hadi, serta dihadiri pejabat utama BKN.
“Setelah ekspose ini disampaikan, tentu akan ada SK penetapan dari Kepala BKN dan Pemerintah Provinsi Kaltim sudah bisa menerapkan Manajemen Talenta,” kata Sekda Sri Wahyuni.
Sri Wahyuni menjelaskan, dalam ekspose tersebut telah disimulasikan mekanisme pengisian jabatan tinggi pratama yang kosong, termasuk proses talent match serta spesifikasi yang menjadi pertimbangan, selain kompetensi yang dimiliki ASN.
“Setelah ekspose ini, kita berharap segera mendapatkan penetapan SK Manajemen Talenta untuk kemudian melakukan pengisian jabatan lewat Manajemen Talenta. Dan target kita bulan ini (Februari) kalau sudah dapat SK, segera ini kita terapkan,” harapnya.
Selain kesiapan penerapan, Pemprov Kaltim juga mencermati adanya disparitas data ASN. Hal ini menjadi perhatian penting agar sistem Manajemen Talenta dapat berjalan optimal.
“Satu hal juga yang didapatkan Pemprov Kaltim adalah disparitas data. Di mana, untuk memperkuat data dalam sistem agar seluruh ASN menginput data dengan baik,” beber Sekda Sri.
Menurutnya, penerapan Manajemen Talenta menempatkan data sebagai basis utama pengambilan keputusan, sekaligus menjadi jaminan pengembangan karier ASN yang lebih transparan dan adil.
“Penerapan Manajemen Talenta, maka basis informasi yang digunakan adalah data. Sekaligus menjamin karir ASN lewat Manajemen Talenta berbasis data,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKN Profesor Dr H Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa Manajemen Talenta digunakan untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Utama, Madya, dan Pratama guna memastikan proses suksesi yang tepat.
“Tujuannya adalah menciptakan talenta unggul demi meningkatkan profesionalisme birokrasi dan mendukung sistem merit,” jelas Zudan.
Ia menambahkan, Manajemen Talenta menjadi instrumen penting dalam mewujudkan gagasan kepala daerah yang tertuang dalam visi misi serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Mulai saat ini seluruh ASN di Kaltim harus fokus melaksanakan visi misi dan RPJMD yang telah ditetapkan kepala daerah. Dan ASN yang bekerja telah melalui Manajemen Talenta, orientasinya ke sana,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Sekda Sri Wahyuni didampingi Plt Kepala BKD Yuli Fitriyanti dan Sekretaris Jane Andriana AR Nazaruddin, serta para kepala bidang.

