Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Produksi Ikan Kaltim Meningkat, DKP Pastikan Pasok Bahan Baku MBG Aman

    Juli 13, 2026

    Dugaan Manipulasi Domisili hingga Pungutan Warnai SPMB 2026, Pemkot Siapkan Evaluasi Menyeluruh

    Juli 13, 2026

    Kuota Program Umrah Gratis Pemprov Kaltim Turun dari 880 Menjadi 14 Orang

    Juli 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Pemprov Kaltim Siap Dukung Budidaya Maggot Sebagai Pakan Alternatif Ternak
    Diskominfo Kaltim

    Pemprov Kaltim Siap Dukung Budidaya Maggot Sebagai Pakan Alternatif Ternak

    AdminBy AdminOktober 18, 202203 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengatakan siap mendukung program budidaya maggot oleh PT Berkah Salama Jaya (BSJ) dengan Universitas Mulawarman (Unmul).

    Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Kaltim Fahmi Himawan, saat di sambangi awak media usai menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan kuliah umum terkait budidaya maggot sebagai upaya penerapan green circular economy di wilayah Kalimantan Timur, di Gedung ILAB Unmul Samarinda, Selasa (18/10/2022).

    “Kami bukan hanya sekedar memantau, tapi kami akan terlibat didalamnya. Karena maggot menjadi salah satu alternatif pakan ternak dengan bahan baku yang relatif murah karena berasal dari kotoran hewan serta sampah organik,” tuturnya.

    Terkait penyertaan anggaran dalam program budidaya maggot, Fahmi Himawan mengatakan di tahun akan datang siap mendukung dengan sumber anggaran dari APBD atau APBN.

    “Nanti kita buat perencanaan lebih matang, kalau di tahun ini belum bisa. Nanti kita coba di tahun 2023,” ujarnya.

    Ia mengatakan jika dukungan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah provinsi untuk mensejahterakan para peternak di Kaltim, dengan salah satunya pengembangan inovasi pakan alternatif untuk hewan.

    “Prioritas utama saat ini adalah ketahanan pangan apalagi menjelang IKN, yang tentunya tuntutan penyediaan daging akan ikut meninggi,” ujarnya.

    Sementara itu, Direktur PT BSJ Suparlan mengatakan dalam meningkatkan pembudidayaan maggot, PT BSJ dan Unmul sudah melakukan sosialisasi di sembilan kabupaten/kota di Kaltim.

    Pembudidayaan maggot dari ke sembilan mitra PT BSJ dan Unmul tidak hanya fokus menjadi pakan hewan namun market atau pembeli dari hewan ini pun sudah jelas.

    “Keterjaminan market maggot ini sudah jelas dan terjaga. Yakni pembelinya PT Beomagg,” ujarnya.

    Karena pasar jual maggot sudah jelas, pihaknya tidak khawatir untuk memproduksi maggot lebih banyak.

    “Di sembilan kabupaten/kota ini ada 51 kelompok peternak dengan ukuran kandang besar. Jadi bisa kita maksimalkan dengan produksi maggot sebesar-besarnya,” ungkapnya.

    Budidaya maggot, tentu akan sangat berpengaruh pada kesejahteraan peternak, sebab bukan hanya pakan hewan namun berpotensi besar sebagai penambah penghasilan peternak.

    “Tapi karena tuntutan PT Beomagg harus kualitasnya bagus, kami akan tetap meminta di dampingi oleh Unmul,” tandasnya.

    CEO Biomagg Aminudi menambahkan, jika budidaya maggot merupakan bisnis yang menjanjikan, sebab dari hewan ini menghasilkan berbagai produk yang berguna, dari pakan hewan, sabun mandi dan beberapa lainnya.

    Pemeliharaan maggot mampu menciptakan sirkulasi ekonomi yang berkelanjutan, dari kotoran hewan dan sampah organik menjadi pakan hewan itu sendiri.

    “Harapannya Kaltim bisa mulai menggunakan maggot dan perlu di dukungan pemerintah serta kerja sama dari seluruh stakeholder, apa lagi menuju IKN,” ujarnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Produksi Ikan Kaltim Meningkat, DKP Pastikan Pasok Bahan Baku MBG Aman

    R’syaJuli 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)…

    Dugaan Manipulasi Domisili hingga Pungutan Warnai SPMB 2026, Pemkot Siapkan Evaluasi Menyeluruh

    Juli 13, 2026

    Kuota Program Umrah Gratis Pemprov Kaltim Turun dari 880 Menjadi 14 Orang

    Juli 13, 2026

    Bangun Basis hingga 1.971 RT, Helmi Siapkan Mesin Gerindra Hadapi Pilwali Samarinda

    Juli 13, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026
    1 2 3 … 3,211 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.