Artikel ini telah dilihat : 159 kali.
oleh

Pemkab Dorong Dinas PU Bentuk UPT di Wilayah Strategis Kutim

Reporter: Nuril – Editor: Redaksi

Insitekaltim, Sangatta– Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mendorong Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah strategis Kutai Timur.

Pemerintah akan memberikan fasilitas kepada masyarakat Kutim berupa 50 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disalurkan untuk memenuhi infrastruktur dasar. Diantaranya perbaikan jalan penghubung desa dengan desa lainnya.

Penyerahan hasil reses oleh Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, Joni kepada Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman

“Baru saja di Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong terjadi pemadaman listrik PLN karena kekurangan pasokan minyak sebagai salah satu bahan baku. Hal itu terjadi lantaran jalan menuju kedua daerah tersebut tidak dapat dilalui,” ujar Ardiansyah saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim Lantai 1, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta pada Senin (12/4/2021)

Mendengar hal itu, Ardiansyah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak perusahaan di sekitar wilayah tersebut untuk membantu memperbaiki jalan akses itu. Sehingga saat ini kondisi jalan dapat dilewati kendaraan kembali seperti sedia kala.

“Kemudian saya memiliki inisiatif untuk pembangunan kedepan, Dinas PU harus memiliki UPT di beberapa wilayah yang strategis sesuai dengan yang ditetapkan,” tambah Ardiansyah

Kondisi acara Musrenbang Kabupaten Kutai Timur di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim Lantai 1, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta pada Senin (12/4/2021)

Salah satu tujuannya, untuk menyikapi jika terdapat kejadian yang serupa dengan Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong. Harapannya UPT PU dapat melakukan swakelola dengan perusahaan yang berada di sekitar wilayahnya. Sehingga tidak perlu menunggu pembagian dana APBD.

“Dengan begitu, permasalahan di wilayah tertentu khususnya terkait pembangunan infrastruktur dapat diatasi dengan cepat tanpa menunggu rencana APBD tahun depan,” pungkas Ardiansyah

Baca Juga :  Produksi Jeruk Borneo Prima di Kecamatan Rantau Pulung Melemah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot News