Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Antrean Pertalite Mengular di 6 SPBU Samarinda, Pemkot Siapkan Skema Sistem Kupon

    September 21, 2026

    Juara KTIQ Nasional, Hakim dan Aidillah Buktikan Pengetahuan Al-Qur’an Bisa Berbuah Prestasi

    September 21, 2026

    September 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Pelaksanaan WFH Masih Dievaluasi, AI Deteksi Dugaan Manipulasi Presensi ASN Samarinda
    Pemerintah

    Pelaksanaan WFH Masih Dievaluasi, AI Deteksi Dugaan Manipulasi Presensi ASN Samarinda

    IraBy IraJuli 20, 2026Updated:Juli 20, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, terus mengevaluasi.

    Dalam proses evaluasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda menemukan adanya indikasi anomali pada sistem presensi yang mengarah pada dugaan upaya manipulasi kehadiran.

    Sekretaris Diskominfo Samarinda Suparmin mengatakan l, temuan tersebut muncul pada pekan-pekan awal penerapan WFH.

    Saat itu, sistem mendeteksi beberapa presensi yang dinilai tidak dilakukan secara langsung oleh pegawai yang bersangkutan.

    “Di awal-awal memang ada beberapa anomali. Sistem AI memberikan indikasi bahwa foto presensi kemungkinan bukan diambil secara langsung saat itu,” ujarnya, di Samarinda, Senin, 20 Juli 2026.

    Menurut Suparmin, Pemkot Samarinda sejak awal menerapkan dua mekanisme pengawasan selama WFH. Yakni aplikasi presensi, berbasis biometrik wajah dan dashboard monitoring kinerja.

    Sistem tersebut dirancang, untuk memastikan pegawai benar-benar bekerja dari rumah sesuai lokasi yang telah didaftarkan.

    Ia menjelaskan, proses presensi tidak hanya menggunakan pengenalan wajah. Tetapi juga dilengkapi dengan username, password, dan geolokasi. Untuk memastikan, identitas pegawai serta titik keberadaannya.

    “Kami ingin menjamin bahwa WFH benar-benar work from home, bukan work from holiday. Apalagi pelaksanaannya banyak dilakukan pada hari Jumat yang berdekatan dengan akhir pekan,” katanya.

    Selain mengukur kepatuhan, sistem juga dirancang untuk menghitung efisiensi penggunaan anggaran. Menurutnya, ASN yang bekerja dari rumah tidak lagi menggunakan listrik, air, maupun fasilitas kantor sehingga dapat menekan biaya operasional pemerintah.

    Di sisi lain, pegawai juga dinilai berkontribusi mengurangi konsumsi bahan bakar kendaraan pribadi dan emisi karbon karena tidak melakukan perjalanan menuju kantor.

    “Penghematan itu kami hitung, mulai dari jarak tempuh, konsumsi bahan bakar kendaraan, sampai estimasi emisi yang berhasil ditekan,” jelasnya.

    Aspek lain yang turut dipantau adalah produktivitas pegawai selama bekerja dari rumah. Melalui aplikasi yang sama, setiap ASN diwajibkan mengunggah bukti pekerjaan yang telah diselesaikan setiap hari.

    Sebagai contoh, bendahara yang menyusun dokumen pembayaran gaji pegawai wajib mengunggah dokumen pendukung sebagai bukti aktivitas kerja pada hari tersebut.

    Dalam evaluasi awal, Diskominfo menemukan satu hingga dua kasus yang terindikasi memanfaatkan celah sistem. Indikasi tersebut diketahui melalui analisis kecerdasan buatan (AI) yang mendeteksi ketidaksesuaian sudut pengambilan gambar, pantulan cahaya, hingga posisi foto.

    “Hasil konfirmasi dengan atasan langsung menunjukkan pegawai yang bersangkutan ternyata sedang berada di luar kota. Temuan itu kemudian kami laporkan kepada tim pengawas WFH,” ungkap Suparmin.

    Menindaklanjuti temuan tersebut, Diskominfo melakukan pembaruan sistem dengan menambah parameter keamanan, termasuk validasi biometrik yang lebih ketat serta penguatan verifikasi geolokasi agar tidak dapat dimanipulasi menggunakan aplikasi pemalsu GPS.

    Setelah pembaruan dilakukan, Suparmin memastikan hingga kini tidak lagi ditemukan anomali serupa. Meski demikian, pada tahap awal penerapan pembaruan sempat muncul keluhan dari sejumlah ASN karena wajah tidak langsung dikenali sistem saat melakukan presensi.

    “Awalnya memang ada kendala teknis, misalnya pencahayaan kurang atau kualitas kamera ponsel yang berbeda-beda sehingga wajah sulit terbaca. Namun sekarang sudah berjalan normal,” katanya.

    Ia menambahkan, seluruh data WFH kini telah terintegrasi dalam sistem sehingga masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) tidak lagi perlu menyusun laporan secara manual.

    Data kehadiran, kinerja, hingga efisiensi dapat langsung ditarik oleh BKPSDM maupun Bagian Organisasi untuk dilaporkan secara berjenjang hingga ke pemerintah pusat.

     

    ASN Diskominfo Samarinda Pemkot Samarinda Suparmin WFH WFH ASN
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Antrean Pertalite Mengular di 6 SPBU Samarinda, Pemkot Siapkan Skema Sistem Kupon

    September 21, 2026

    Juara KTIQ Nasional, Hakim dan Aidillah Buktikan Pengetahuan Al-Qur’an Bisa Berbuah Prestasi

    September 21, 2026

    134 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Warga Stop Bakar Lahan

    September 21, 2026

    Dugaan Tambang Emas Masif Ancam Sumber Air Warga, Pemerintah Siapkan Operasi Senyap

    September 21, 2026

    Anggaran Terbatas, Pembinaan Olahraga Samarinda Tetap Jalan Lewat Kolaborasi

    September 21, 2026

    Kaltim Pertahankan Juara Umum MTQN 2026, Piala Presiden Kembali ke Bumi Etam

    September 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Antrean Pertalite Mengular di 6 SPBU Samarinda, Pemkot Siapkan Skema Sistem Kupon

    IraSeptember 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan sejumlah skema untuk mengurai antrean panjang kendaraan…

    Juara KTIQ Nasional, Hakim dan Aidillah Buktikan Pengetahuan Al-Qur’an Bisa Berbuah Prestasi

    September 21, 2026

    September 21, 2026

    Distribusi Seragam Gratispol Terkendala Cuaca, 20 Persen Paket Masih Menunggu Pelayaran

    September 21, 2026

    134 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Warga Stop Bakar Lahan

    September 21, 2026
    1 2 3 … 3,355 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.