Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah mematangkan penerapan skema kerja fleksibel Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini direncanakan mulai diberlakukan pada Jumat pekan depan setelah melalui rapat koordinasi dan sosialisasi.
Sekretaris Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti menyampaikan, keputusan final akan ditetapkan dalam rapat koordinasi yang dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat.
“Keputusan akhirnya nanti hari Jumat sekaligus sosialisasi. Kami tadi sudah mempresentasikan mekanisme absensi dan pengaturan staf yang WFH,” ujarnya usai rapat di Balai Kota Samarinda, Rabu, 8 April 2025.
Ia menjelaskan, tidak semua ASN akan bekerja dari rumah. Pegawai pada jabatan eselon II dan III tetap diwajibkan bekerja dari kantor, sementara sistem WFH akan diberlakukan secara bergiliran bagi staf.
Kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut arahan dari pemerintah pusat agar pelaksanaan WFH diseragamkan setiap hari Jumat.
“Dari Kementerian, arahannya hari Jumat diseragamkan,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Samarinda akan menggunakan sistem absensi berbasis aplikasi yang dapat mendeteksi lokasi pegawai melalui titik koordinat. ASN diwajibkan melakukan absensi sebanyak tiga kali dalam sehari, yaitu pagi, siang, dan sore.
Pengawasan terhadap pelaksanaan WFH akan dilakukan secara langsung oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. Selain itu, sanksi juga akan diterapkan bagi ASN yang melanggar ketentuan, meskipun rincian teknisnya masih dalam tahap finalisasi.
“Nanti juknisnya akan disampaikan saat rapat Jumat, termasuk sanksinya,” jelas Neneng.
Selain pengaturan pola kerja, kebijakan ini juga dikaitkan dengan upaya efisiensi anggaran, terutama dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan kendaraan dinas. Pemkot Samarinda telah memangkas anggaran BBM serta perjalanan dinas, dan kini hanya kendaraan operasional tertentu yang diperbolehkan menggunakan fasilitas tersebut.
Dengan persiapan yang hampir rampung, Pemkot Samarinda optimistis skema WFH-WFO ini dapat berjalan efektif sekaligus mendukung efisiensi anggaran daerah.

