Insitekaltim, Samarinda – Kondisi harga berbagai komoditas bumbu dapur di Pasar Pagi Samarinda terpantau masih berada dalam tren stabil di tengah suasana menjelang perayaan Imlek.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketersediaan stok bawang merah dan bawang putih masih mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga belum memicu kenaikan harga yang berarti.
Bagus, seorang pedagang bawang yang meneruskan usaha keluarganya di Pasar Pagi, menjelaskan bahwa hingga saat ini pergerakan harga masih dalam batas normal.
Menurutnya, meskipun Imlek akan jatuh dalam waktu dekat, pola konsumsi masyarakat terhadap komoditas bawang cenderung tidak mengalami lonjakan ekstrem jika dibandingkan dengan momen hari besar keagamaan lainnya.
“Kalau untuk sekarang belum ada kenaikan, masih stabil saja untuk saat ini. Biasanya harga baru mulai bergerak itu nanti, mungkin sekitar tiga minggu lagi atau saat sudah mendekati bulan puasa. Kalau untuk Imlek, biasanya stabil atau kalaupun ada kenaikan, tidak terlalu tinggi,” ungkap Bagus Sabtu, 7 Februari 2026.
Lebih lanjut, Bagus memaparkan bahwa komoditas seperti bawang putih, bawang merah, serta berbagai jenis cabai mulai dari lombok rawit, lombok merah besar, hingga cabai keriting merupakan barang yang sangat sensitif terhadap perubahan musim.
Ia menggarisbawahi bahwa kenaikan harga seringkali bukan semata-mata karena permainan pedagang, melainkan faktor alam dan ketersediaan di tingkat pengepul.
“Biasanya yang buat harga tinggi itu selain karena permintaan banyak, juga karena barangnya langka, otomatis barang yang masuk ke pasar jadi sedikit. Cuaca itu pengaruhnya besar sekali,” tambahnya.
Bagus sendiri bukanlah orang baru di dunia perdagangan Pasar Pagi. Ia merupakan generasi penerus yang sudah sejak lama membantu ayahnya berjualan.
Sempat merasakan dinamika relokasi pedagang ke wilayah Sungai Dama, kini Bagus kembali memilih untuk fokus mengembangkan lapak keluarganya di Pasar Pagi.
Setelah sempat membantu usaha di tempat lain, fokusnya kini adalah memastikan ketersediaan pasokan bagi pelanggan setianya di tengah ketidakpastian harga yang sering terjadi menjelang bulan suci Ramadan.
Bagi para pedagang di Pasar Pagi, tantangan terbesar tahunan bukanlah perayaan Imlek, melainkan masa menjelang Lebaran. Bagus memprediksi bahwa kenaikan harga komoditas pedas ini akan mulai terasa secara bertahap sejak pekan pertama Ramadan.
“Yang paling tinggi itu nanti pas puasa terus dekat-dekat Lebaran. Itu biasanya kenaikan terjadi secara merata pada bawang dan semua jenis lombok. Kami hanya mengikuti harga dari distributor, kalau modalnya naik, ya mau tidak mau harga eceran juga menyesuaikan,” pungkasnya.
Dengan kondisi pasar yang masih tenang saat ini, masyarakat diimbau untuk memenuhi kebutuhan bumbu dapur lebih awal sebelum memasuki fase kenaikan harga musiman yang diprediksi akan terjadi pada akhir bulan ini.

