Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Komisi III DPRD Samarinda Soroti Halte Tak Terpakai dan Rendahnya Disiplin Pelican Crossing

    April 15, 2026

    Komisi III DPRD Samarinda Dorong Perbaikan Lampu Jembatan dan Realisasi Transportasi Massal

    April 15, 2026

    Komisi II DPRD Samarinda Soroti Disporapar, Dorong Pemisahan hingga Kritik Pengelolaan Teras Samarinda

    April 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Bontang»Pandemi Covid-19 UMKM di Bontang Meningkat, Pemkot Evaluasi Enam Bulan
    Diskominfo Bontang

    Pandemi Covid-19 UMKM di Bontang Meningkat, Pemkot Evaluasi Enam Bulan

    SeliBy SeliSeptember 3, 202102 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Kepala Diskop UKMP Kota Bontang, Asdar Ibrahim saat ditemui awak media usai mengikuti RDP dengan Komisi II DPRD Bontang di Sekretariat DPRD, Kamis (2/9/2021).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Nuril – Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) akan memonitoring 16.929 UMKM selama enam bulan untuk menunjang program pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Kota Bontang.

    Awalnya, Kepala Diskop UKMP Kota Bontang, Asdar Ibrahim mengusulkan waktu monitoring terhadap seluruh UMKM selama 2 tahun.

    “Kami butuh waktu minimal dua tahun untuk melihat lalu memonitoring pelaku UMKM kita, apakah bisa menunjang pariwisata kita nantinya,” ungkap Asdar saat melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD Kota Bontang di Sekretariat DPRD, Kamis (2/9/2021).

    Namun oleh Komisi II, diminta untuk melakukan monitoring selama enam bulan saja. Sebab, jika monitoring dilakukan selama dua tahun, maka akan memakan waktu yang cukup lama.

    “Kami akan mencoba dahulu apa yang disampaikan oleh bapak-bapak dewan tadi,” ucapnya.

    Pasalnya, sebanyak 16.929 UMKM di Kota Bontang didominasi oleh usaha mikro dan tergolong masih baru. Terlihat bahwa sebagian besar dari mereka baru mengurus izin usahanya.

    “Nah ini yang menjadi salah satu masalah, apakah pelaku UMKM tersebut mendirikan usahanya hanya untuk menerima Banpres Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) atau benar-benar untuk berusaha,” tegasnya.

    Pasalnya, kebanyakan dari pelaku usaha mikro yang baru tersebut muncul di masa pandemi Covid-19. Namun demikian, ada sebagian pelaku usaha mikro yang sudah terbentuk sejak sebelum pandemi Covid-19.

    “Kita bisa melihat pelaku usaha mikro ini setelah diadakan evaluasi dan monitoring selama enam bulan ke depan,” tandasnya.

    Ia berharap para pelaku UMKM yang hampir mencapai 17 ribu itu benar-benar ingin berusaha, bukan karena hal lain. Sehingga dengan demikian, UMKM dapat menopang kebutuhan Parekraf di Kota Bontang.

    “Harapannya nanti UMKM tidak hanya mempromosikan di lapaknya namun juga secara online,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    Perluas Akses Internet, Diskominfo Bontang Tambah 50 Titik Wi-Fi Gratis

    Oktober 31, 2024

    Daripada ke Media Sosial, Warga Bontang Kini Bisa Lapor ke SP4N-LAPOR!

    September 11, 2024

    BLT Dampak Kenaikan BBM, Basri Rase Yakini Bantuan Tepat Sasaran

    September 7, 2022

    Basri Rase Pesan, Masyarakat Bontang Tumbuhkan Sifat Gotong Royong

    Agustus 17, 2022

    Gelar Operasi Ketupat Mahakam 2022, Polres Siapkan 4 Posko Pengamanan Mudik

    April 22, 2022

    Wacana Alih Fungsi Rumah Sakit Tipe D, Tunggu Restu Kejari

    April 20, 2022
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Komisi III DPRD Samarinda Soroti Halte Tak Terpakai dan Rendahnya Disiplin Pelican Crossing

    Ratu ArifanzaApril 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar mengungkapkan efektivitas penggunaan…

    Komisi III DPRD Samarinda Dorong Perbaikan Lampu Jembatan dan Realisasi Transportasi Massal

    April 15, 2026

    Komisi II DPRD Samarinda Soroti Disporapar, Dorong Pemisahan hingga Kritik Pengelolaan Teras Samarinda

    April 15, 2026

    Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini

    April 15, 2026

    Sensus Ekonomi 2026 Segera Digelar, Tantangan Kepercayaan Warga Jadi Catatan DPRD

    April 15, 2026
    1 2 3 … 3,058 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.