Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    April 10, 2026

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Pagi, Siang atau Malam Waktu Terbaik untuk Menyeruput Kopi?
    Lifestyle

    Pagi, Siang atau Malam Waktu Terbaik untuk Menyeruput Kopi?

    Adit MustafaBy Adit MustafaJanuari 4, 2025Updated:Januari 4, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi secangkir kopi (.ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Bagi banyak orang, pagi hari tak lengkap tanpa secangkir kopi. Aroma khas dan rasa pahitnya menjadi penyemangat awal hari. Namun, para ahli menyarankan agar kebiasaan ini dipertimbangkan ulang.

    Ternyata, minum kopi di pagi hari—tepat setelah bangun tidur—bukanlah waktu terbaik untuk menikmati stimulan ini.

    Tubuh manusia memiliki jam biologis yang disebut irama sirkadian. Setelah bangun tidur, tubuh secara alami memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi untuk membantu meningkatkan kewaspadaan. Kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres, mencapai puncaknya pada pukul 07.00-08.00 pagi.

    Ketika Anda minum kopi pada waktu ini, kafein dalam kopi akan merangsang pelepasan kortisol tambahan. Menurut ahli diet tersertifikasi Anthony DiMarino, kombinasi ini dapat memicu “banjir” kortisol yang pada sebagian orang justru meningkatkan risiko kecemasan, kegelisahan, dan mudah tersinggung.

    ”Setiap orang memiliki respons tubuh dan sensitivitas yang berbeda terhadap kafein,” ungkap Anthony DiMarino seperti dikutip dari website Cleveland Clinic, salah satu lembaga kedokteran terkemuka di Amerika Serikat.

    Para ahli menyarankan untuk menunda minum kopi hingga menjelang siang, yaitu antara pukul 09.30 hingga 11.30. Pada waktu ini, kadar kortisol alami tubuh mulai menurun, sehingga efek stimulan kafein tidak akan terlalu mengganggu keseimbangan hormon.

    Alternatif lainnya adalah minum kopi setelah makan siang, terutama bagi Anda yang mulai merasa lelah di siang hari. Secangkir kopi pada pukul 14.00 dapat membantu mengatasi kantuk dan menjaga produktivitas hingga sore.

    Minum kopi di malam hari sering dihindari karena dapat mengganggu pola tidur. Waktu paruh kafein, yaitu durasi untuk mengurangi setengah kandungan kafein dalam tubuh, berkisar antara 2-10 jam, tergantung metabolisme individu. Akibatnya, kafein yang diminum malam hari dapat membuat seseorang tetap terjaga.

    Namun, beberapa orang dengan genetik tertentu, seperti gen CYP1A2, mampu memetabolisme kafein lebih cepat sehingga konsumsi kopi di malam hari tidak memengaruhi tidur mereka. Meski begitu, para ahli tetap menyarankan untuk menghindari kafein minimal enam jam sebelum tidur.

    Waktu terbaik minum kopi sebenarnya bergantung pada kondisi tubuh masing-masing. Jika ingin memaksimalkan manfaat kopi tanpa merusak keseimbangan hormon atau kualitas tidur, cobalah menunda waktu minum hingga menjelang siang atau setelah makan siang.

    Namun, apapun waktu pilihan setiap individu, batasan konsumsi harian tetap menjadi kunci. Jangan sampai kebiasaan menikmati kopi justru berdampak buruk pada kesehatan.

    Kafein Kesehatan Minum Kopi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026

    Pantai Pemedas Diserbu Wisatawan, Warga Sanga-Sanga Manfaatkan Libur Lebaran

    Maret 25, 2026

    Pantai Pemedas Samboja Dipadati Pengunjung, Wisatawan Nikmati Libur Lebaran

    Maret 25, 2026

    Ismed Tegaskan Makan Berlemak Saat Lebaran Aman, Asal Tak Berlebihan

    Maret 25, 2026

    Kadinkes Samarinda Ingatkan Risiko Penularan Penyakit di Kolam Renang Umum

    Maret 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    Ratu ArifanzaApril 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan kebijakan Work From Home (WFH) akan mulai…

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026

    PAD Samarinda Triwulan I 2026 Lampaui Target, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama

    April 10, 2026

    Pemkot Samarinda Terapkan WFH Setiap Jumat, Andi Harun: Tidak Sekadar Formalitas

    April 10, 2026
    1 2 3 … 3,048 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.