Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»PAD dan Percepatan Belanja Jadi Kunci, Kemiskinan Kaltim Turun di Tengah Ekonomi Melambat
    Diskominfo Kaltim

    PAD dan Percepatan Belanja Jadi Kunci, Kemiskinan Kaltim Turun di Tengah Ekonomi Melambat

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaFebruari 15, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Provinsi Kaltim, Rudy Mas'ud (Ist / Humas Pemprov)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di saat pertumbuhan ekonomi melambat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur justru mencatatkan capaian positif dalam penurunan angka kemiskinan. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan percepatan realisasi program menjadi strategi penting menjaga kesejahteraan masyarakat.

    “Hebat Kaltim bisa menurunkan kemiskinan, walaupun pertumbuhan ekonomi turun dibandingkan tahun 2024,” kata Rudy Mas’ud awal pekan tadi.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun 2025 berada di angka 4,53 persen, melambat dibandingkan 2024 yang mencapai 6,17 persen. Namun perlambatan tersebut tidak serta-merta diikuti kenaikan kemiskinan secara tahunan.

    Pada September 2025, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 5,19 persen. Angka ini memang naik tipis 0,02 persen poin dibanding Maret 2025 yang sebesar 5,17 persen. Tetapi secara tahunan, terjadi penurunan cukup signifikan dibanding September 2024 yang berada di angka 5,51 persen, atau turun 0,32 persen poin.

    Secara jumlah, penduduk miskin pada September 2025 tercatat 202,04 ribu orang. Angka ini bertambah 2,33 ribu orang dibanding Maret 2025. Namun bila dibandingkan September 2024, jumlahnya justru turun 9,84 ribu orang.

    Perbaikan paling terasa terjadi di wilayah perdesaan. Persentase kemiskinan desa pada September 2025 sebesar 7,24 persen, menurun dibanding Maret 2025. Jumlah penduduk miskin perdesaan juga turun 2,54 ribu orang, dari 87,63 ribu orang menjadi 85,09 ribu orang.

    Sebaliknya, di wilayah perkotaan persentase kemiskinan September 2025 sebesar 4,31 persen, meningkat dibanding Maret 2025. Jumlahnya pun bertambah 4,87 ribu orang.

    Adapun garis kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar Rp897.759 per kapita per bulan.
    Menurut Rudy, capaian ini tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri. Ia menekankan pentingnya memperkuat PAD agar ruang fiskal semakin luas untuk membiayai pembangunan infrastruktur dasar dan layanan publik.

    “Semakin banyak PAD yang bisa dikumpulkan, maka akan semakin banyak akses jalan, sekolah dan fasilitas kesehatan yang bisa dibangun,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan agar seluruh perangkat daerah tidak memperlambat pelaksanaan program yang telah direncanakan dalam APBD.

    “Pelayanan publik jangan ditunda-tunda. Kerjakan apa yang bisa dikerjakan, jangan tunggu apa yang bisa dikerjakan. Percepatan sudah harus dilakukan di awal tahun,” tandasnya.

    Rudy meyakini perputaran cepat dana APBD akan mendorong aktivitas ekonomi, membuka lapangan kerja dan memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

    Di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks, ia menilai bahwa keberhasilan menurunkan kemiskinan tidak semata-mata ditentukan oleh angka pertumbuhan, tetapi juga efektivitas kebijakan dan ketepatan intervensi pemerintah.

     

    Gubernur Kaltim Kemiskinan Pemprov Kaltim Pertumbuhan Ekonomi Rudy Mas'ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Kebutuhan Daging Domba Kaltim Buka Peluang Ekonomi bagi Peternak Lokal

    Oktober 6, 2026

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    BPSDM Kaltim Dorong Gaya Kepemimpinan yang Lebih Peka terhadap Psikologi ASN

    September 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih mengkaji kemungkinan pembayaran insentif guru setiap bulan…

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.