Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mandek Dua Tahun, DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda TBC dan HIV/AIDS

    April 13, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Jelang Aksi 21 April, Pemprov Kaltim Tegaskan Tidak Ada Upaya Redam Demo

    April 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Nyeri Dada Kerap Disalahartikan, Dokter Tegaskan Perbedaan GERD dan Serangan Jantung
    Kesehatan

    Nyeri Dada Kerap Disalahartikan, Dokter Tegaskan Perbedaan GERD dan Serangan Jantung

    RidhoBy RidhoFebruari 22, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sesi Edukasi Dokter Tirta di Youtube (Screenshot Youtube)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Keluhan nyeri dada sering kali menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat karena identik dengan serangan jantung. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berkaitan dengan gangguan pada organ jantung.

    Hal tersebut disampaikan Dokter Tirta dalam sesi edukasi terkait gejala serupa juga dapat muncul pada penderita gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung yang diunggah di kanal Youtube Tirta PengPengPeng Minggu, 22 Februari 2026.

    Ia menerangkan bahwa jantung secara anatomi memiliki empat ruang, yakni dua atrium (serambi) dan dua ventrikel (bilik). Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner. Kondisi ini merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

    Menurutnya, GERD adalah gangguan pada sistem pencernaan yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus) akibat katup lambung yang melemah. Asam lambung memiliki sifat korosif dengan tingkat keasaman (pH) sekitar 1–3, sehingga dapat menimbulkan sensasi panas pada dada atau yang dikenal sebagai heartburn.

    “GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus dan menimbulkan sensasi panas di dada. Rasanya seperti terbakar dan sering kali disertai rasa pahit di mulut,” jelasnya.

    Di sisi lain, pada beberapa kasus lainnya, keluhan GERD dapat menimbulkan nyeri pada setengah bagian dada hingga menjalar ke lengan dan menimbulkan sensasi kesemutan. Gejala inilah yang kerap membuat masyarakat sulit membedakan antara gangguan asam lambung dan serangan jantung.

    “Gejalanya memang bisa tampak sangat mirip, seperti nyeri dada. Namun, penyebabnya berbeda. Asam lambung tidak masuk ke jantung dan tidak menyebabkan serangan jantung,” tegasnya.

    Ia menambahkan, serangan jantung umumnya ditandai dengan rasa tertekan atau tertindih di dada, sesak napas, keringat dingin, serta nyeri yang menjalar ke lengan kiri, leher, atau rahang.

    Sementara itu, keluhan GERD sering muncul setelah makan, terutama jika makan dalam porsi yang berlebihan, terlambat makan, atau langsung berbaring setelah makan.

    Dokter tersebut juga berpesan untuk mengingatkan pentingnya menjaga pola makan yang teratur serta tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.

    “Makan terlalu banyak atau tidak teratur dapat memicu peningkatan produksi asam lambung,” ujarnya.

    Sebagai upaya pencegahan, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, serta mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih. Meski demikian, apabila nyeri dada muncul secara tiba-tiba dan disertai gejala berat, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis guna memastikan diagnosis apa dan mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

     

    Dokter Tirta Edukasi GERD Kesehatan Penyakit Jantung
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    TWAP Samarinda Tanggapi Sudarno, Tegaskan Pernyataan Andi Harun Soal JKN Bukan Hoaks

    April 11, 2026

    Ismed Tegaskan Makan Berlemak Saat Lebaran Aman, Asal Tak Berlebihan

    Maret 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Mandek Dua Tahun, DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda TBC dan HIV/AIDS

    Andika SaputraApril 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Setelah sempat terhenti sejak 2023, DPRD Kota Samarinda kembali menggenjot pembahasan Rancangan…

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Jelang Aksi 21 April, Pemprov Kaltim Tegaskan Tidak Ada Upaya Redam Demo

    April 13, 2026

    Pemprov Kaltim Gelar Coffee Morning Bersama Ormas, Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi

    April 13, 2026

    PAD dari Reklame Disorot, DPRD Samarinda Siapkan Perda Baru dengan QR Code

    April 13, 2026
    1 2 3 … 3,054 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.