Insitekaltim, Samarinda — Penerangan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda belum sepenuhnya tersedia pada bagian jalan pendekat kanan dan kiri. Dinas PUPR-Pera Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) pada kedua sisi tersebut dapat diusulkan melalui anggaran 2027.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-Pera Kaltim Muhammad Muhran mengatakan, saat ini penerangan yang tersedia di Jembatan Mahulu hanya berada pada bentang tengah jembatan. Penerangan tersebut menggunakan tenaga surya.
“Kalau untuk bentang tengahnya memang ada itu yang tenaga surya,” kata Muhran saat ditemui di Gedung DPRD Provinsi Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Muhran, pemasangan PJU pada bagian jalan pendekat kanan dan kiri belum dapat dilakukan melalui anggaran tahun berjalan. Kondisi tersebut berkaitan dengan efisiensi anggaran yang membuat ketersediaan anggaran untuk kebutuhan tersebut belum tersedia.
Meski demikian, pihaknya memastikan kebutuhan penerangan tersebut tetap menjadi perhatian. Dinas PUPR-Pera Kaltim berencana mengusulkan pemasangan PJU pada kedua sisi jalan pendekat dalam penyusunan anggaran 2027.
“Harapannya juga nanti di 2027 jalan pendekat kanan-kiri bisa untuk PJU-nya bisa terpasang,” ujarnya.
Muhran menjelaskan, kondisi penerangan saat ini membuat bagian bentang tengah jembatan sudah memiliki pencahayaan, sedangkan ruas pendekat di kedua sisi masih menunggu rencana penganggaran.
Saat ditanya mengenai kondisi PJU yang menyala saat ini, Muhran menegaskan penerangan yang berfungsi berada di bagian tengah jembatan. PJU tersebut menggunakan sistem tenaga surya.
“Yang di tengah saja. Yang tenaga surya yang bentang tengah,” katanya.
Ia berharap rencana pengadaan dan pemasangan PJU pada jalan pendekat dapat direalisasikan pada 2027 sehingga penerangan di kawasan Jembatan Mahulu dapat lebih merata.
Penerangan jalan menjadi salah satu fasilitas pendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Karena itu, kelanjutan pemasangan PJU di ruas pendekat menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur yang masih harus diselesaikan.
Selain membahas penerangan, Muhran dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan perkembangan penanganan kerusakan fender Jembatan Mahulu akibat sejumlah insiden tabrakan. Namun, untuk kebutuhan penerangan, ia menyebut pengusulan anggaran 2027 menjadi langkah yang saat ini dipersiapkan pemerintah daerah.
Dengan adanya rencana tersebut, Dinas PUPR-Pera Kaltim berharap kebutuhan penerangan pada seluruh bagian akses Jembatan Mahulu dapat dipenuhi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

