Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Minta Pemkot Kejar PAD Rp1,3 Triliun di Tengah Efisiensi

    Agustus 16, 2026

    Paskibraka Samarinda Dikukuhkan, Andi Harun Minta Jaga Kesehatan Jelang Upacara 17 Agustus

    Agustus 16, 2026

    Scroll Terus tapi Bosan, Kenapa Kita Tetap Membuka Media Sosial?

    Agustus 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Laila Nilai Pemkot Kurang Serius Kelola Pariwisata
    DPRD Samarinda

    Laila Nilai Pemkot Kurang Serius Kelola Pariwisata

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuni 2, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim – Samarinda : Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Hj Laila Fatihah menyebut Pemerintah Kota Samarinda kurang serius dalam pengelolaan pariwisata. Hal ini membuat Kota Samarinda tidak memiliki destinasi wisata yang benar-benar mampu menarik wisatawan datang ke Kota Samarinda.

    Obyek wisata yang sempat ada, sebut saja Lampion Garden menurutnya tidak dapat dikatakan sebagai destinasi wisata. Lampion Garden tidak lebih dari hanya menjadi pusat kuliner.

    Wisata yang dibuka selama ini sebagian besar dikelola pihak ketiga atau para pengusaha. Wisata yang dikelola Pemerintah Kota Samarinda menurutnya hanya Kelurahan Wisata Pampang atau lebih dikenal dengan Desa Wisata Pampang.

    Menurut Laila, Desa Budaya Pampang sejatinya bukan menggambarkan Kota Samarinda, tetapi Kaltim secara budaya.

    Namun sayangnya kata politikus bergelar sarjana ekonomi tersebut, Desa Pampang saat ini terus berkembang mengikuti modernisasi.

    “Pampang itu kalau menurut saya sudah tinggal 40 ke 50 persen saja. Sudah mulai modern,” ujarnya.

    Beberapa kendala lain yang menjadikan persentase tersebut tidak sempurna bagi Laila adalah Desa Wisata Pampang bukanlah tempat wisata yang menunjukkan gambaran penduduk asli suku Dayak. Melainkan tempat tersebut sudah mengarah pada setengah perkotaan. Menurut Laila daerah tersebut sudah sedikit modern.

    “Sudah separuh kota, sudah bukan yang betul-betul menggambarkan bahwa itu penduduk kita yang asli Dayak,” paparnya pada Rabu, (31/5/2023)

    Selain karena keaslian sukunya yang tidak terjaga, Laila juga merasa bahwa tempat Desa Wisata Pampang kurang sedikit polesan dan perbaikan untuk membuat daerah tersebut lebih menarik minat wisatawan.

    Politikus kelahiran Kota Malang ini juga memberikan sedikit peringatan mengenai jalan menuju tempat wisata Pampang yang dinilainya kurang memadai. Hal ini dikhawatirkan menjadi bumerang.

    “Punya obyek wisata tapi fasilitasnya tidak dipenuhi maka akan menjadi bumerang sih kalau menurut saya,” ujarnya memberi analisa.

    Kekhawatirannya mengenai jalan yang kurang memadai bisa saja membuat wisatawan justru enggan datang, bahkan memberikan penilaian buruk kepada tempat wisata tersebut.

    “Pas ke Pampang, pulangnya banjir di Alaya. Apa wisatawan harus pulang dengan perahu karet? Ini yang harus diseriusi lagi,” sindir Laila.

    DPRD
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    DPRD Minta Pemkot Kejar PAD Rp1,3 Triliun di Tengah Efisiensi

    Agustus 16, 2026

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Minta Pemkot Kejar PAD Rp1,3 Triliun di Tengah Efisiensi

    R’syaAgustus 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar meminta Pemerintah Kota (Pemkot)…

    Paskibraka Samarinda Dikukuhkan, Andi Harun Minta Jaga Kesehatan Jelang Upacara 17 Agustus

    Agustus 16, 2026

    Scroll Terus tapi Bosan, Kenapa Kita Tetap Membuka Media Sosial?

    Agustus 15, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Pengisian Jabatan Kosong Secara Serentak

    Agustus 15, 2026

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026
    1 2 3 … 3,279 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.