Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Penemuan Kasus TB Samarinda Tembus 91 Persen, Skrining Terus Digencarkan

    Juni 26, 2026

    Perebutan Kursi Ketua Golkar Bontang Resmi Dimulai, Andi Faiz Jadi Pendaftar Pertama

    Juni 25, 2026

    Pemprov Kaltim Tegaskan, Rehabilitasi Narkoba Libatkan RS hingga Puskesmas

    Juni 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Laila Nilai Pemkot Kurang Serius Kelola Pariwisata
    DPRD Samarinda

    Laila Nilai Pemkot Kurang Serius Kelola Pariwisata

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuni 2, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim – Samarinda : Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Hj Laila Fatihah menyebut Pemerintah Kota Samarinda kurang serius dalam pengelolaan pariwisata. Hal ini membuat Kota Samarinda tidak memiliki destinasi wisata yang benar-benar mampu menarik wisatawan datang ke Kota Samarinda.

    Obyek wisata yang sempat ada, sebut saja Lampion Garden menurutnya tidak dapat dikatakan sebagai destinasi wisata. Lampion Garden tidak lebih dari hanya menjadi pusat kuliner.

    Wisata yang dibuka selama ini sebagian besar dikelola pihak ketiga atau para pengusaha. Wisata yang dikelola Pemerintah Kota Samarinda menurutnya hanya Kelurahan Wisata Pampang atau lebih dikenal dengan Desa Wisata Pampang.

    Menurut Laila, Desa Budaya Pampang sejatinya bukan menggambarkan Kota Samarinda, tetapi Kaltim secara budaya.

    Namun sayangnya kata politikus bergelar sarjana ekonomi tersebut, Desa Pampang saat ini terus berkembang mengikuti modernisasi.

    “Pampang itu kalau menurut saya sudah tinggal 40 ke 50 persen saja. Sudah mulai modern,” ujarnya.

    Beberapa kendala lain yang menjadikan persentase tersebut tidak sempurna bagi Laila adalah Desa Wisata Pampang bukanlah tempat wisata yang menunjukkan gambaran penduduk asli suku Dayak. Melainkan tempat tersebut sudah mengarah pada setengah perkotaan. Menurut Laila daerah tersebut sudah sedikit modern.

    “Sudah separuh kota, sudah bukan yang betul-betul menggambarkan bahwa itu penduduk kita yang asli Dayak,” paparnya pada Rabu, (31/5/2023)

    Selain karena keaslian sukunya yang tidak terjaga, Laila juga merasa bahwa tempat Desa Wisata Pampang kurang sedikit polesan dan perbaikan untuk membuat daerah tersebut lebih menarik minat wisatawan.

    Politikus kelahiran Kota Malang ini juga memberikan sedikit peringatan mengenai jalan menuju tempat wisata Pampang yang dinilainya kurang memadai. Hal ini dikhawatirkan menjadi bumerang.

    “Punya obyek wisata tapi fasilitasnya tidak dipenuhi maka akan menjadi bumerang sih kalau menurut saya,” ujarnya memberi analisa.

    Kekhawatirannya mengenai jalan yang kurang memadai bisa saja membuat wisatawan justru enggan datang, bahkan memberikan penilaian buruk kepada tempat wisata tersebut.

    “Pas ke Pampang, pulangnya banjir di Alaya. Apa wisatawan harus pulang dengan perahu karet? Ini yang harus diseriusi lagi,” sindir Laila.

    DPRD
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Buka Akses ke Retail Modern, DPRD Usulkan Batas Modal UMKM Naik Jadi Rp50 Juta

    Juni 25, 2026

    DPRD Tolak Keras Pemangkasan Anggaran, Bantuan Pakan dan Bibit Ikan Terancam Terhenti

    Juni 25, 2026

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026

    DPRD Semprot Distapangtani Samarinda, Anggaran Jangan Habis untuk Birokrasi

    Juni 24, 2026

    Anggaran UKM Nol Rupiah, DPRD Sebut Dukungan Pemerintah Hanya Sebatas Ucapan

    Juni 24, 2026

    Polemik Parkir Mie Gacoan Memanas, DPRD Minta Pengusaha Lokal Dibina Bukan Disingkirkan

    Juni 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Penemuan Kasus TB Samarinda Tembus 91 Persen, Skrining Terus Digencarkan

    Nur AjijahJuni 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismid Kusasih mengatakan, capaian penemuan kasus tuberkulosis…

    Perebutan Kursi Ketua Golkar Bontang Resmi Dimulai, Andi Faiz Jadi Pendaftar Pertama

    Juni 25, 2026

    Pemprov Kaltim Tegaskan, Rehabilitasi Narkoba Libatkan RS hingga Puskesmas

    Juni 25, 2026

    Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Sekda Pastikan Fiskal Kaltim Tetap Kuat

    Juni 25, 2026

    Kearifan Dayak Kenyah Jadi Pelajaran Menjaga Alam dan Identitas Samarinda

    Juni 25, 2026
    1 2 3 … 3,171 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.