Insitekaltim, Samarinda — Wakil Ketua Umum (Waketum) I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Suwarno meminta KONI Kalimantan Timur (Kaltim) agar lebih realistis dan komprehensif dalam menetapkan target prestasi menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, khususnya dalam upaya bersaing dengan provinsi-provinsi kuat di Pulau Jawa.
Menurut Suwarno, penentuan target prestasi tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan keinginan, tetapi harus mempertimbangkan sejumlah faktor penting secara menyeluruh.
“Pertama kita bicara modal, Kaltim ini berada di delapan besar pada ajang sebelumnya. Kedua bicara waktu, menuju 2028 waktunya tinggal sebentar. Ketiga bicara dukungan anggaran. Semua itu harus menjadi potret Kaltim sendiri,” ujarnya pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pertimbangan tersebut harus dihadapkan dengan target yang ingin dicapai, sehingga penilaian dilakukan secara realistis dan terukur. Menurutnya, Kaltim memiliki potensi yang baik, namun tetap harus dibandingkan dengan provinsi lain yang juga memiliki kekuatan serupa.
Suwarno menilai Kaltim memiliki keunggulan karena pernah menjadi tuan rumah PON. Dengan pengalaman tersebut, fasilitas latihan dan venue olahraga di daerah dinilai relatif memadai. Namun, ia menekankan bahwa kesiapan atlet dan kualitas pelatih tetap menjadi faktor utama penentu prestasi.
“Fasilitas ada, venue ada. Sekarang tinggal bagaimana atletnya, bagaimana pelatihnya, karena kita juga harus berhadapan dengan provinsi-provinsi seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur,” tegasnya.
Meski demikian, Suwarno menyebut bahwa di luar Pulau Jawa, Kaltim seharusnya mampu menjadi kekuatan utama. Ia menilai jumlah atlet dan ketersediaan fasilitas menjadi modal penting yang perlu dimaksimalkan melalui pembinaan yang tepat.
Ia mendorong agar atlet-atlet Kaltim, khususnya pada cabang olahraga individual, diberikan kesempatan mengikuti latihan di pusat-pusat pembinaan nasional di Pulau Jawa. Beberapa di antaranya seperti cabang dayung di Purwakarta, atletik di Pangalengan, serta panahan di sejumlah daerah di Jawa Timur.
“Kalau faktor dukungan dan pengalaman bertanding itu bisa dipenuhi, saya yakin cabang-cabang olahraga individual ini akan mampu meraih medali lebih banyak,” katanya.
Suwarno berharap potensi yang dimiliki Kaltim dapat benar-benar dijadikan kekuatan utama. Menurutnya, apabila didukung dengan anggaran yang memadai serta sistem kepelatihan yang baik, kualitas atlet akan meningkat dan berdampak langsung pada perolehan medali emas.
“Potensi yang ada harus didukung penuh. Dengan anggaran dan kepelatihan yang memadai, ujungnya adalah peningkatan kualitas atlet dan peningkatan perolehan medali,” pungkasnya.
