Insitekaltim, Samarinda – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) masih mengupayakan tambahan anggaran sekitar Rp2 miliar hingga Rp5 miliar agar 64 cabang olahraga (cabor) dapat dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.
Upaya tersebut dilakukan setelah anggaran Porprov yang tersedia melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim ditetapkan sebesar Rp20 miliar.
Ketua Harian KONI Kaltim Nidya Listiyono mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu upaya dari Pengurus Besar (PB) Porprov untuk mencari kemungkinan tambahan anggaran tersebut.
“Kita lagi menunggu PB Porprov ada upaya-upaya untuk bisa menambah anggaran mungkin sekitar Rp2 sampai Rp5 miliar,” ujarnya di Samarinda, Senin, 17 Agustus 2026.
Ia menegaskan, KONI tidak lagi mempersoalkan anggaran yang telah ditetapkan. Dengan anggaran yang ada, pihaknya memilih fokus pada upaya agar pelaksanaan Porprov tetap dapat berjalan dan sebanyak mungkin cabor bisa dipertandingkan.
“Kita hari ini enggak bicara flashback, karena kalau sudah dianggarkan dan memang sudah adanya seperti itu, kita tinggal jalankan,” tuturnya.
Nidya menyebut, dalam beberapa hari terakhir KONI bersama pihak terkait telah melakukan komunikasi dan rapat untuk merasionalisasi kebutuhan anggaran Porprov. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari skema agar pelaksanaan 64 cabor tetap memungkinkan.
“Yang jelas kami sudah mengupayakan beberapa hari terakhir ini untuk komunikasi, ketemu, rapat sampai malam untuk merasionalisasi anggaran dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Sementara terkait kemungkinan penambahan anggaran, Nidya menuturkan keputusan tersebut harus dibahas bersama pemerintah daerah dan DPRD Kaltim. KONI juga telah berkomunikasi mengenai kemungkinan tersebut dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Kalau bicara itu kami enggak bisa jawab, karena itu bicaranya adalah stakeholder-nya siapa, pemerintah hari ini bersama dengan DPRD. Kalau misalnya itu mau dianggarkan kembali, perlu komunikasi dengan TAPD,” jelasnya.
Nidya menambahkan, KONI Kaltim tetap menginginkan seluruh 64 cabor dapat dipertandingkan. Namun, jika kondisi anggaran tidak memungkinkan, akan dilakukan mekanisme verifikasi untuk menentukan cabor yang diprioritaskan. Salah satu pertimbangannya ialah cabor yang dipertandingkan pada ajang PON, SEA Games, hingga Olimpiade.
“Kalau tidak semua, maka mekanisme berjalan. Misalnya cabor-cabor yang dipertandingkan di PON, SEA Games, Olimpiade, mau enggak mau harus diverifikasi kembali,” pungkas Nidya.
Hingga kini, keputusan final terkait jumlah cabor yang dipertandingkan masih menunggu hasil pembahasan lebih lanjut. KONI berharap upaya penambahan anggaran dapat membuka ruang agar seluruh cabor tetap dipertandingkan.

