Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    July 26, 2026

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    July 26, 2026

    Bukan Sekadar Lari, Euforia Bhayangkara Run Bikin Peserta Ingin Kembali

    July 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Kisah Arjuna, Pedagang 30 Tahun yang Rugi Ratusan Juta Usai Pasar Segiri Terbakar
    Samarinda

    Kisah Arjuna, Pedagang 30 Tahun yang Rugi Ratusan Juta Usai Pasar Segiri Terbakar

    RidhoBy RidhoMarch 26, 2026Updated:July 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Salah satu pemilik rugo yang dilahap sijago merah, Arjuna saat dimintai keterangan (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran yang melanda Pasar Segiri Kota Samarinda menyebabkan kerugian besar bagi para pedagang. Salah satunya Arjuna, pedagang yang telah berjualan selama lebih dari 30 tahun sejak 1993, mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat insiden tersebut.

    Peristiwa kebakaran terjadi di area tengah pasar dan menghanguskan puluhan kios serta ruko, termasuk tempat usaha milik Arjuna. Ia menyebut seluruh bangunan dan barang dagangannya tidak terselamatkan.

    “Kurang lebih saya rugi sekitar Rp100 jutaan, karena saya juga jual es batu, semuanya habis, ruko habis, bangunan habis,” ujar Arjuna saat ditemui di lokasi Kamis, 26 Maret 2026.

    Arjuna menjelaskan, selain menjual udang, ia juga mengandalkan usaha es batu yang setiap harinya mampu menghasilkan pendapatan cukup besar. Bahkan, dari penjualan es batu saja, ia bisa memperoleh sekitar Rp1 juta per hari.

    “Kalau es batu itu biasanya sehari bisa dapat sejuta. Itu untuk kebutuhan ikan, daging, dan lainnya,” katanya.

    Meski demikian, ia mengungkapkan sebagian kecil barang sempat diselamatkan oleh warga dan keluarga, termasuk beberapa unit freezer. Namun, sebagian besar asetnya tetap hangus terbakar.

    “Paling ada beberapa yang sempat diangkat, sekitar 10 freezer, tapi selebihnya habis terbakar,” ucapnya.

    Arjuna juga menyoroti minimnya fasilitas keselamatan di kawasan ruko, seperti alat pemadam kebakaran yang tidak tersedia secara merata. Selain itu, ia menilai akses menuju lokasi saat kejadian cukup sulit karena kondisi pasar yang padat.

    “Alat pemadam itu tidak ada secara khusus, masing-masing saja. Akses juga susah karena padat,” jelasnya.

    Terkait rencana pemerintah untuk melakukan renovasi, Arjuna berharap proses tersebut dapat segera direalisasikan agar para pedagang bisa kembali berjualan. Ia bahkan tidak mempermasalahkan jika pembangunan dilakukan secara sementara terlebih dahulu.

    “Harapan kami ya supaya cepat direnovasi, mau sementara atau permanen tidak masalah, yang penting bisa dipakai jualan dulu,” ungkapnya.

    Ia juga menyatakan kesiapan para pedagang jika harus direlokasi sementara selama proses perbaikan berlangsung, asalkan tetap disediakan tempat untuk berjualan.

    “Kalau pedagang siap saja direlokasi, yang penting ada tempat untuk usaha,” katanya.

    Menjelang mengakhiri pernyataan, Arjuna saat ini memilih untuk berhenti sementara dari aktivitas berdagang dan tetap bertahan di lokasi sambil menunggu kejelasan dari pemerintah.

    Ia mengaku hanya mengandalkan sedikit tabungan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

    “Untuk sementara berhenti dulu. Untung masih ada tabungan sedikit, tapi kalau usaha tidak jalan ya lama-lama habis juga,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    July 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    July 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    July 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    July 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    July 14, 2026

    Gandeng Distributor Grosir, Bazar Sekolah Samarinda Ulu Permudah Wali Murid Penuhi Kebutuhan Sekolah

    July 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    Nur AjijahJuly 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gedung Pandurata akan difungsikan sebagai pusat layanan rawat inap baru RSUD Abdul…

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    July 26, 2026

    Bukan Sekadar Lari, Euforia Bhayangkara Run Bikin Peserta Ingin Kembali

    July 26, 2026

    Meski Berat dan Merepotkan, Tumbler Tetap Jadi Andalan Anak Muda Saat Beraktivitas

    July 26, 2026

    Dikiranya Keren, Ternyata Jurusan Kuliah Favorit Orang Indonesia Ini Malah Dibuang oleh China

    July 26, 2026
    1 2 3 … 3,240 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.