Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Scroll Terus tapi Bosan, Kenapa Kita Tetap Membuka Media Sosial?

    Agustus 15, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Pengisian Jabatan Kosong Secara Serentak

    Agustus 15, 2026

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»KIPP Serukan Pengawasan Ketat Kemungkinan Politik Uang Pada Proses Pilkada 2024
    Politik

    KIPP Serukan Pengawasan Ketat Kemungkinan Politik Uang Pada Proses Pilkada 2024

    Adit MustafaBy Adit MustafaJuni 12, 2024Updated:Juni 12, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi (.ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara mengumumkan bahwa pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Awang Yacoub Luthman dan Ahmad Zais tidak dapat maju pada pemilihan bupati (pilbup) yang akan berlangsung pada November 2024.

    Keputusan ini diambil karena pasangan tersebut belum memenuhi syarat verifikasi administrasi yang ditetapkan.

    Menanggapi isu yang beredar mengenai adanya upaya dari pasangan Yacoub Luthman dan Ahmad Zais untuk meloloskan diri dari verifikasi administrasi, Komite Independent Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia memberikan perhatian serius.

    Sekretaris Jenderal KIPP Indonesia Kaka Suminta menekankan pentingnya pengawasan langsung dari KPU untuk menghindari dugaan lobi-lobi yang dapat menciderai proses verifikasi.

    “Agar tidak terjadinya dugaan lobi-lobi untuk meloloskan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Yacoub Luthman dan Ahmad Zais dari verifikasi administrasi, maka harus ada pengawasan dari KPU Pusat,” tegas Kaka.

    Dia juga menggarisbawahi bahwa saat ini, peluang calon independen untuk maju di pilkada masih sangat terbatas, sehingga mereka harus menggunakan kendaraan partai politik.

    “Kesempatan calon independen yang maju di pilkada masih terbatas karena itu harus menggunakan kendaraan partai politik,” ungkap Kaka.

    Ia menambahkan, untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam proses verifikasi administrasi, diperlukan pengawasan ketat dari pihak penyelenggara, yaitu KPU. Jika pasangan calon independen tidak lolos verifikasi administrasi, maka mereka tidak boleh diberikan ruang yang dapat merusak demokrasi.

    “Kalau pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati independen tidak lolos verifikasi administrasi, maka jangan diberikan ruang yang menimbulkan kerusakan demokrasi,” kata Kaka.

    Di lain hal, Komite Anti Korupsi Indonesia melalui Sekretaris Jenderalnya M Firman mengingatkan bahwa pilkada tahun ini diperkirakan akan penuh dengan politik uang, tidak hanya saat pencoblosan, tetapi juga dalam proses pencalonan kepala daerah.

    “Seperti dugaan kasak kusuk di KPUD Kutai Kartanegara akibat calon independen yang tidak memenuhi syarat verifikasi administrasi, juga sangat rawan adanya gratifikasi kepada oknum-oknum di KPUD,” tutur Firman kepada awak media, Rabu (12/6/2024).

    Firman mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi dan kejaksaan turut mengawasi dugaan politik uang dalam pilkada serentak ini.

    “KPK, polisi dan kejaksaan harus ikut mengawasi adanya dugaan politik uang di pilkada serentak,” pintanya.

    Sementara Ketua KPU Kukar Rudi Gunawan belum berhasil dihubungi terkait kabar tersebut.

    Ahmad Zais Awang Yacoub Luthman KPU Pilbup
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Tak Ingin Elit di Internal Partai, PDI Perjuangan Samarinda Dorong Kader Turun ke Masyarakat

    Agustus 14, 2026

    Iswandi: Efisiensi Anggaran DPRD Samarinda Berlanjut, Kinerja Tetap Jadi Prioritas

    Agustus 14, 2026

    SDN 005 Loa Buah Kekurangan Enam Ruang Kelas, 370 Siswa Terpaksa Belajar Dua Sif

    Agustus 13, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Tunjangan Guru di TK Negeri 2, dari 14 Guru Hanya 2 yang Menerima

    Agustus 12, 2026

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    Andi Harun Ajak Hasanuddin Mas’ud Belajar APBD: Saya Terangkan dengan Bahasa Bayi

    Agustus 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Scroll Terus tapi Bosan, Kenapa Kita Tetap Membuka Media Sosial?

    R’syaAgustus 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pernah membuka media sosial tanpa tujuan, menggulir layar dari satu unggahan ke…

    Pemkot Samarinda Siapkan Pengisian Jabatan Kosong Secara Serentak

    Agustus 15, 2026

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,279 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.