Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    cw-check-https://test.com/

    Juli 22, 2026

    DWP Kaltim Dorong Pemberdayaan Anggota Lewat Peluang Ekonomi Kreatif Hampers

    Juli 22, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Khawatir Muncul Klaster Baru Covid, Parawansa – Markus Minta KPU Hentikan Proses Verifikasi Faktual Perbaikan
    Daerah

    Khawatir Muncul Klaster Baru Covid, Parawansa – Markus Minta KPU Hentikan Proses Verifikasi Faktual Perbaikan

    AdminBy AdminAgustus 12, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Samuel – Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Samarinda – Bakal Pasangan Calon (Bacalon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda Parawansa Assoniwora – Markus Taruk Allo menuntut penghentian proses verifikasi faktual tahap kedua yang dilaksanakan oleh KPU.

    Sebelumnya, Pasangan Parawansa – Markus harus memengumpulkan 75 pendukung per hari dalam beberapa titik dari 9 – 16 Agustus 2020. Pengumpulan tersebut merupakan bentuk perbaikan suara dukungan untuk pasangan Parawansa – Markus dalam tahapan verifikasi faktual.

    Pada konferensi pers yang dilaksanakan Rabu (12/8/2020) malam, pasangan Parawansa – Markus menuntut penghentian proses verfak disebabkan oleh beberapa alasan.

    Salah satunya ialah yakni proses pengumpulan pendukung yang dirasa sulit. Terlebih dalam situasi pandemi di Kota Samarinda yang menurut pasangan Samarinda Berani tersebut sedang berada dalam fase peningkatan jumlah kasus.

    “Bukan kami tak mau, tapi mari kita sama – sama melakukan ini dengan bijak, dan memperhatikan kesehatan masyarakat. Petugas di lapangan janganlah mengeluarkan syarat-syarat yang hanya dalam hitungan hari, ini kan sesuatu permintaan yang tidak mungkin dipenuhi, tapi dipaksa untuk dipenuhi,” sebut Markus Taruk Allo.

    Markus mempermasalahkan syarat dari KPU yang dirasa memberatkan. Sebab menurutnya, dalam kondisi pandemi ini, mayoritas pendukung Parawansa – Markus sulit untuk diajak berkumpul dan berkerumun imbas Covid-19.

    “Jangankan orang lain, keluarga saja susah diajak, sehingga melalui kesempatan ini kami menyampaikan kepada KPU bahwa prinsipnya kami menghargai segala aturan yang dikeluarkan oleh KPU, cuma seharusnya peraturan tersebut menyesuaikan dengan kondisi,” sambung Markus.

    Senada dengan Parawansa mengatakan bahwa jangan sampai pengumpulan pendukung akan menyebabkan klaster epidemi baru.

    “Jangan sampai hal tersebut menimbulkan klaster baru di masyarakat. Kami minta keputusan alternatif yang dikeluarkan, tidak hanya mengacu pada aturan pedoman teknis penyerahan dukungan bacalon perorangan, karena ini acuan peraturan yang di awal, belum terupdate dan menyesuaikan kondisi pandemi saat ini,” sebut Parawansa.

    Maka dalam hal tersebut. Parawansa juga mengatakan bahwa pihaknya menuntut KPU untuk tidak melakukan perubahan status pendukung dalam dokumen B11KWK sampai KPU memberikan solusi atas permasalahan yang mereka alami.

    “Ini tidak mungkin kami selesaikan berdasarkan pertimbangan, keluhan dan ketakutan masyarakat serta pendukung kami yang terigester dalam form B11KWK, ” sambung Parawansa.

    Ketika ditanyakan mengenai apakah ada kemungkinan mereka akan mundur. Parawansa menampik. Ia mengatakan bahwa pihaknya hanya meminta untuk mengkaji dan mempertimbangkan ulang mekanisme verifikasi faktual perbaikan. Pertimbangan KPU dalam situasi yang ia rasa extraordinary (luar biasa).

    “Kami tidak mundur, kami hanya meminta supaya ada pertimbangan-pertimbangan extraordinary yang terjadi di kita. Kita mengharapkan mereka (KPU) bijak melihat situasi dan faktor lapangan,” pungkas Parawansa.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    Juli 22, 2026

    TKD Kaltim Anjlok, Kepala Daerah Harus Bersatu Tagih Hak ke Pemerintah Pusat

    Juli 21, 2026

    PDIP Tetap Dorong Hak Angket, Samsun: Kalau Rugikan Rakyat Harus Dijalankan

    Juli 20, 2026

    Data Partai Politik di Kaltim Dimutakhirkan, KPU Mulai Validasi Berkelanjutan

    Juli 19, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Mandek, Pengamat: Diduga Sengaja Diulur hingga Publik Lelah

    Juli 18, 2026

    IKN Dikebut Menuju Ibu Kota Politik 2028, Otorita Evaluasi Seluruh Proyek Strategis

    Juli 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    cw-check-https://test.com/

    ArumJuli 22, 2026

    cw-check https://test.com

    DWP Kaltim Dorong Pemberdayaan Anggota Lewat Peluang Ekonomi Kreatif Hampers

    Juli 22, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Andi Harun Bantah Jembatan Mahkota II Gelap karena Tak Ada Anggaran, Kabel Dicuri Saat APBD Berjalan

    Juli 22, 2026

    Dugaan Maladministrasi Pegawai Disdag Samarinda Rampung Diperiksa, Sanksi Tunggu BKPSDM

    Juli 22, 2026
    1 2 3 … 3,232 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.