Artikel ini telah dilihat : 409 kali.
oleh

KH. Naim: Sesalkan Ucapan Ahmad Vanandza, Segera Minta Maaf

Insitekaltim Samarinda – Dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh anggota dewan DPRD Samarinda mendapat tanggapan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda KH. Naim

Menurut KH. Naim kepada media menyampaikan  adanya ucapan  yang menjurus pada perbuatan tidak menyenangkan dengan menjelek-jelekkan khilafah yang dilakukan anggota DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vanandza dinilainya kurang baik dan disesalkan ucapan tersebut

Hal ini disampaikan ketua MUI Kota Samarinda KH. Naim,  saat dimintai tanggapan terkait ucapan anggota dewan yang beredar di media sosial, Rabu(19/9/2018)

Kata dia, bahwa sudah menonton video yang berdurasi pendek yang menayangkan aksi anggota dewan salah satunya Ahmad Vanandza  dengan meminta dua warga yang mengendarai sepeda motor disuruh melepas baju bertagar  Ganti Presiden

“Dalam video tersebut pula, keluar ucapan menjurus menjelek-jelekkan khilafah,”ucapnya

Dinilainya ucapan tersebut  sudah masuk pada unsur  penghinaan terhadap agama. Khilafah atau kholifah itu berarti pemimpin. Dalam Alquran, penjelasan tentang khilafah disebutkan beberapa kali, salah satunya dalam surah Al Baqarah,” ungkap KH.  Zaini Naim.

Arti khilafah yang erat kaitannya dengan umat muslim tersebut dirasa sangat disesalkan Zaini Naim saat ada anggota DPRD Samarinda dengan mudah mengucapkan sesuatu yang menyinggung definisi khilafah tersebut.

“Semestinya sebagai seorang anggota dewan, tidak bisa ngomong sembarangan di depan umum.  Itu  penghinaan. Urusan khilafah urusan keagamaan. Kami sesalkan perkataan tersebut. Hal demikian yang buat situasi jadi rumit. Demokrasi tetap saja demokrasi,” cetusnya

Kiyai Naim, menyarankan agar anggota DPRD Samarinda yang terlibat masalah tersebut, segera minta permohonan maaf atas ucapan yang sudah terlanjur di ucapkan

“Video tersebut sudah banyak diprotes orang seharusnya cepat sadar dan minta maaf secara terbuka di media, bahwa dia salah. Begitu saya pikir bisa selesai.

“Justru kalau ngotot, dan tak mau mengalah, dapat memperkeruh suasana dan menjadi panjang .Apalagi dia, kan juga seorang tokoh, jadi bicara yang enak lah, sehingga masyarakat bisa sejuk,” kata Kiyai

Wartawan sukri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot News