Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua I Pengurus Kota (Pengkot) Perbasi Samarinda Rahmat Yudi mengatakan Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bola Basket 2026 dimanfaatkan sebagai ajang menjaring bibit atlet usia dini yang akan dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVIII Kalimantan Timur 2027.
Rahmat menjelaskan, Kejurkot merupakan agenda tahunan resmi Pengkot Perbasi Samarinda yang tidak hanya menjadi kompetisi antarpelajar, tetapi juga bagian dari program pembinaan berjenjang untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat memperkuat kontingen Kota Samarinda di ajang POPDA.
“Ini event tahunan resmi yang diselenggarakan Pengkot Perbasi Samarinda sesuai program kerja kami. Selain Kejurkot, kami juga punya agenda liga. Tahun ini kami memang fokus pada pembinaan atlet usia dini karena ingin mencetak bibit-bibit baru yang nantinya bisa mengharumkan nama Kota Samarinda di ajang POPDA,” ujarnya di Polder Air Hitam Samarinda, Senin, 3 Agustus 2026.
Kejuaraan yang digelar mulai 1–10 Agustus itu mempertandingkan kategori akademi atau SD dengan sistem lima lawan lima yang diikuti delapan tim. Sementara kategori SMP diikuti lima tim putri dan delapan tim putra.
Menurut Rahmat, minat sekolah mengikuti Kejurkot cukup tinggi. Namun, Perbasi harus membatasi jumlah peserta karena menyesuaikan kondisi lapangan yang masih terbuka serta waktu pertandingan yang hanya dapat berlangsung pada sore hingga malam hari.
“Ada beberapa sekolah yang mendaftar, tetapi kami harus menyesuaikan dengan kondisi lapangan. Karena lapangannya masih outdoor, pertandingan hanya bisa dimulai pukul 16.00 sampai 20.00 Wita. Kalau semua sekolah kami akomodasi tentu pelaksanaannya akan sangat berat,” terangnya.
Ia menuturkan, sekolah yang diundang mengikuti Kejurkot dipilih berdasarkan hasil pemantauan Perbasi terhadap pembinaan basket yang selama ini berjalan. Sekolah-sekolah yang dinilai memiliki potensi pembinaan yang baik diprioritaskan mengikuti kejuaraan.
Selain menggandeng sekolah, Perbasi juga melibatkan klub-klub basket yang aktif melakukan pembinaan atlet. Saat ini terdapat 13 klub basket aktif di Kota Samarinda yang menjadi mitra pembinaan Perbasi.
“Kami melihat potensi atlet dari sekolah maupun klub. Sekolah yang pembinaannya bagus kami undang secara resmi melalui kepala sekolah. Klub juga kami surati karena banyak yang membina atlet di sekolah-sekolah, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA,” jelasnya.
Rahmat menegaskan, tujuan pembinaan tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun budaya olahraga di kalangan generasi muda agar memiliki aktivitas yang positif.
“Target kami bukan hanya menciptakan atlet yang bisa berlaga di POPDA. Kami juga ingin memasyarakatkan olahraga basket. Harapannya anak-anak sekolah memiliki kegiatan yang positif sehingga terhindar dari hal-hal negatif dan Samarinda menjadi kota yang lebih sehat,” tegasnya.
Di balik pelaksanaan Kejurkot, Perbasi masih menghadapi keterbatasan anggaran. Rahmat mengungkapkan, penyelenggaraan kejuaraan tahun ini sepenuhnya dibiayai dari iuran pengurus Perbasi dan biaya pendaftaran peserta karena belum ada dukungan sponsor.
“Sponsor sampai saat ini belum ada. Kami memahami kondisi pemerintah yang sedang melakukan efisiensi, sehingga kegiatan ini kami laksanakan secara mandiri,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Samarinda yang selama ini membantu penyediaan fasilitas sehingga pembinaan atlet basket di Kota Tepian tetap dapat berjalan.

