Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    September 30, 2026

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Kasus Stunting di Pesisir Bontang Masih Tinggi, Agus Haris Usul Dana Stimulan Rp1 Juta untuk Anak 0-2 Tahun
    DPRD Bontang

    Kasus Stunting di Pesisir Bontang Masih Tinggi, Agus Haris Usul Dana Stimulan Rp1 Juta untuk Anak 0-2 Tahun

    AminahBy AminahJuli 12, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua II DPRD Kota Bontang Agus Haris
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bontang – Angka stunting di kawasan pesisir Bontang masih sangat tinggi. Di kawasan ini tercatat sebanyak 1.346 anak dalam kondisi stunting.

    Wakil Ketua II DPRD Bontang Agus Haris menekankan pentingnya penanganan masalah stunting dari akarnya.

    Menurutnya, intervensi yang hanya berupa pemberian makanan tambahan tidak cukup menyelesaikan masalah ini secara tuntas.

    “Kalau hanya itu (pemberian makanan tambahan-red) tak menyelesaikan. Bagaimana mereka bisa dapat makanan bergizi kalau susah hidupnya,” ungkapnya belum lama ini.

    Sebagai solusi, Agus Haris menawarkan inovasi program yang lebih menyeluruh. Salah satu usulan yang disampaikannya adalah memberikan dana stimulan sebesar Rp1 juta bagi setiap anak usia 0-2 tahun yang telah lengkap imunisasi dan mendapat ASI eksklusif.

    “Dengan kondisi keuangan daerah mencapai Rp3 triliun, bukan masalah untuk mencetuskan program ini,” jelasnya.

    Agus Haris merinci, dengan alokasi anggaran kesehatan sebesar 10 persen dari APBD atau sekitar Rp300 miliar, dana stimulan untuk anak stunting sebesar Rp1 juta per anak per bulan hanya memerlukan sekitar Rp16 miliar dalam satu tahun.

    “Ini lagi pembahasan APBD Perubahan. Saya akan dorong agar ada stimulan untuk anak stunting. Angkanya bisa dibahas bersama,” tambahnya.

    Legislator Partai Gerindra itu menyoroti, saat ini setiap orang yang meninggal di Bontang mendapat santunan Rp3 juta. Oleh karena itu, menurutnya, alokasi dana untuk penanganan stunting juga seharusnya bisa dilakukan.

    “Toh di Bontang setiap orang meninggal dapat santunan Rp3 juta, masa untuk penanganan stunting tidak bisa,” tegasnya.

    Persoalan stunting, menurut Agus Haris, bukan hanya masalah gizi, tetapi juga kesehatan lingkungan dan pola asuh orang tua. Oleh karena itu, perlu dukungan dari seluruh elemen terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pemukiman, Kawasan Perumahan dan Pertanahan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Kantor Urusan Agama (KUA).

    “Stimulan itu bisa dipakai untuk vitamin sang anak. Kita juga jangan biarkan warga malas ke posyandu, jemput mereka biar sadar untuk periksakan rutin anaknya,” jelasnya.

    Agus Haris merespons positif usulan memasukkan kurikulum tentang pencegahan stunting dalam dunia pendidikan. Ia meminta Disdikbud Bontang untuk mencari solusi agar pemahaman tentang stunting bisa ditanamkan sejak dini. Selain itu, pendidikan bagi calon pengantin dan ibu juga harus didorong untuk mencegah terjadinya stunting.

    “Masukan ini harus ditindaklanjuti. Tidak mudah memang tapi kalau bukan dari sekarang mau kapan lagi,” pungkasnya.

    Agus haris bontang Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    WiFi Gratis Bontang Mulai Pulih, Bontang Baru dan Loktuan Kembali Aktif

    Agustus 12, 2026

    WiFi Gratis di Sejumlah Titik Bontang Terganggu akibat Kabel Fiber Optik Terputus

    Agustus 12, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    AminahSeptember 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebutuhan Pertalite di Kalimantan Timur (Kaltim) jauh lebih besar dibandingkan kuota yang…

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    Penggiat Reklame Keluhkan Perizinan, Pansus Raperda Reklame Samarinda Siap Tindaklanjuti

    September 30, 2026

    BPSDM Kaltim Dorong Gaya Kepemimpinan yang Lebih Peka terhadap Psikologi ASN

    September 30, 2026
    1 2 3 … 3,370 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.