Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Diminati Anak Muda, Padel Dinilai Masih Menjadi Olahraga Kalangan Tertentu

    Juni 8, 2026

    Buka di Samarinda, W Superclub Terancam Disidak Jika Tak Penuhi Standar Keselamatan

    Juni 8, 2026

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Kasus Stunting di Pesisir Bontang Masih Tinggi, Agus Haris Usul Dana Stimulan Rp1 Juta untuk Anak 0-2 Tahun
    DPRD Bontang

    Kasus Stunting di Pesisir Bontang Masih Tinggi, Agus Haris Usul Dana Stimulan Rp1 Juta untuk Anak 0-2 Tahun

    SittiBy SittiJuli 12, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua II DPRD Kota Bontang Agus Haris
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bontang – Angka stunting di kawasan pesisir Bontang masih sangat tinggi. Di kawasan ini tercatat sebanyak 1.346 anak dalam kondisi stunting.

    Wakil Ketua II DPRD Bontang Agus Haris menekankan pentingnya penanganan masalah stunting dari akarnya.

    Menurutnya, intervensi yang hanya berupa pemberian makanan tambahan tidak cukup menyelesaikan masalah ini secara tuntas.

    “Kalau hanya itu (pemberian makanan tambahan-red) tak menyelesaikan. Bagaimana mereka bisa dapat makanan bergizi kalau susah hidupnya,” ungkapnya belum lama ini.

    Sebagai solusi, Agus Haris menawarkan inovasi program yang lebih menyeluruh. Salah satu usulan yang disampaikannya adalah memberikan dana stimulan sebesar Rp1 juta bagi setiap anak usia 0-2 tahun yang telah lengkap imunisasi dan mendapat ASI eksklusif.

    “Dengan kondisi keuangan daerah mencapai Rp3 triliun, bukan masalah untuk mencetuskan program ini,” jelasnya.

    Agus Haris merinci, dengan alokasi anggaran kesehatan sebesar 10 persen dari APBD atau sekitar Rp300 miliar, dana stimulan untuk anak stunting sebesar Rp1 juta per anak per bulan hanya memerlukan sekitar Rp16 miliar dalam satu tahun.

    “Ini lagi pembahasan APBD Perubahan. Saya akan dorong agar ada stimulan untuk anak stunting. Angkanya bisa dibahas bersama,” tambahnya.

    Legislator Partai Gerindra itu menyoroti, saat ini setiap orang yang meninggal di Bontang mendapat santunan Rp3 juta. Oleh karena itu, menurutnya, alokasi dana untuk penanganan stunting juga seharusnya bisa dilakukan.

    “Toh di Bontang setiap orang meninggal dapat santunan Rp3 juta, masa untuk penanganan stunting tidak bisa,” tegasnya.

    Persoalan stunting, menurut Agus Haris, bukan hanya masalah gizi, tetapi juga kesehatan lingkungan dan pola asuh orang tua. Oleh karena itu, perlu dukungan dari seluruh elemen terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pemukiman, Kawasan Perumahan dan Pertanahan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Kantor Urusan Agama (KUA).

    “Stimulan itu bisa dipakai untuk vitamin sang anak. Kita juga jangan biarkan warga malas ke posyandu, jemput mereka biar sadar untuk periksakan rutin anaknya,” jelasnya.

    Agus Haris merespons positif usulan memasukkan kurikulum tentang pencegahan stunting dalam dunia pendidikan. Ia meminta Disdikbud Bontang untuk mencari solusi agar pemahaman tentang stunting bisa ditanamkan sejak dini. Selain itu, pendidikan bagi calon pengantin dan ibu juga harus didorong untuk mencegah terjadinya stunting.

    “Masukan ini harus ditindaklanjuti. Tidak mudah memang tapi kalau bukan dari sekarang mau kapan lagi,” pungkasnya.

    Agus haris bontang Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026

    Percepat Penurunan Stunting, Kepala BKKBN Kaltim Dorong Sinkronisasi Data RLTH

    Juni 8, 2026

    Wawali Samarinda Tekankan Peran Posyandu dalam Percepatan Penurunan Stunting

    April 29, 2026

    Kecelakaan Mobil di Jalan Poros Samarinda Bontang, Lalu Lintas Sempat Macet Panjang

    Februari 6, 2026

    Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

    Februari 6, 2026

    Inovasi Penanganan Stunting, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan, Data Pasien Divalidasi Mandiri

    Februari 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Diminati Anak Muda, Padel Dinilai Masih Menjadi Olahraga Kalangan Tertentu

    R’syaJuni 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tingginya biaya bermain padel dinilai masih menjadi tantangan bagi perkembangan olahraga tersebut…

    Buka di Samarinda, W Superclub Terancam Disidak Jika Tak Penuhi Standar Keselamatan

    Juni 8, 2026

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026

    Tak Mau Ujuk-Ujuk Maju, Helmi Akan Bangun Mesin Politik hingga Tingkat RT

    Juni 8, 2026

    Percepat Penurunan Stunting, Kepala BKKBN Kaltim Dorong Sinkronisasi Data RLTH

    Juni 8, 2026
    1 2 3 … 3,129 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.